Yoshinori Muto: Pemain Jepang Yang Sukses Membuat Chelsea Menunggunya

Ahli sepakbola Jepang, Scott McIntyre, percaya bahwa penyerang haus gol dari FC Tokyo, Yoshinori Muto telah mendemonstrasikan kemampuannya yang luar biasa di J.League dan siap untuk sukses di sepakbola Internasional bersama Samurai Biru...

Periode Natal bulan Desember silam banyak kereta di barat Tokyo yang bergerak sambil menempel gambar Yoshinori Muto hingga membuat banyak turis tidak asing lagi dengan penyerang ini.

Iklan tersebut merupakan bagian dari promo klub Muto saat ini, FC Tokyo yang menyebar gambar sekaligus video pemain berusia 22 tahun di berbagai tempat termasuk dimana pemain bersangkutan menghabiskan masa kecil.

Tumbuh bersama ibunya, pemain muda ini memulai petualangan sepak bola di tempat yang bukan kebanyakan pesepakbola tumbuh. Dirinya kemudian menjadi mahasiswa ekonomi di universitas ternama, Universitas Keio.

Beberapa bulan belakangan ia dihubung-hubungkan dengan salah satu raksasa sepak bola Inggris, Chelsea, jalan menuju puncak bagi Muto mulai tergambar pelan-pelan.

Di saat banyak klub-klub Eropa memburu pemain tengah Jepang dan Korea Selatan, sangat jarang kita melihat seorang penyerang menjadi target salah satu klub besar, namun Muto bukanlah pemain muda kebanyakan.

Dia bergabung dengan tim tempat kelahirannya, FC Tokyo semenjak usia 16 tahun dan langsung membuat penampilan gemilang di beberapa pertandingan dan berhasil menembus tim di beberapa kategori umur. Mulai dikenal sebagai pemain tengah bertipikal menyerang ketimbang penyerang haus gol seperti sekarang.

Di negara dimana perpindahan bukanlah hal utama, Muto akhirnya meninggalkan Tokyo untuk masuk universitas Keio, tempat yang akhirnya menjadi awal karirnya sebelum akhirnya kembali ke ‘asal’. Sistem sepakbola di Jepang memungkinkan klub untuk diisi pemain dari tim universitas.

Hanya tampil sekali selama 2013, musim lalu berubah bagi Muto. Mulai sering tampil reguler di berbagai ajang akhirnya nama Muto mulai menarik media-media setempat.

13 gol dari 33 penampilan di liga merupakan torehan apik bagi pemain "rookie", beberapa kali dirinya bermain di posisi yang berbeda seperti sisi luar kemudian berganti ke kiri. Hal itu malah membuat ia sukses dipanggil untuk memperkuat tim nasional melawan Uruguay pada bulan September.

Turun dari bangku cadangan, dia langsung menghibur lewat penampilan khas dirinya sendiri, pergerakan natural, kemampuan mencari ruang, kecepatan, dan tak sungkan berlari menuju pemain lawan yang ditutup dengan tembakan kuat terlihat selama 32 menit di atas lapangan.

Empat hari kemudian dia kembali diperkenalkan saat babak pertama melawan Venezuela dan dalam rentang waktu enam menit dia menciptakan gol internasional pertamanya.

Dimulai dari berlari semenjak garis tengah menuju kotak penalti, kontrol bola dengan kaki kanan sebelum melepaskan tembakan kaki kiri ke pojok gawang.

Aksi yang hanya semakin membuktikan bahwa dia adalah aset penting sepak bola Jepang. Belum ditambah para wanita setempat sepertinya langsung menemukan idola barunya. Senyum merekah dari Muto sering terlihat pada halaman pertama majalah fashion.

Dia selalu tampil sebagai pemain cadangan selama Jepang menjalani petualangan mengecewakan di ajang Piala Asia tetapi tidak ketika tampil di J League.

FC Tokyo tengah tertinggal 2-0 dan waktu tersisa hanya 15 menit saat pertandingan pertama musim ini melawan juara bertahan Gamba Osaka. Muto dengan gemilang mengembalikan permainan.

Voli dari luar kotak penalti ditambah gol nomor duanya saat perpanjangan waktu, mengamankan poin bagi klub sebelum akhirnya Muto mencetak tiga gol lagi di lima laga berikutnya, beberapa diantaranya patut kita simak berulang-ulang.

Dalam berbagai hal Muto merupakan tipikal pesepakbola Jepang. Bagus secara teknik, memiliki kemampuan dalam menggunakan dua kaki dengan baik, termasuk sangat sopan ketika berada jauh dari luar lapangan.

Namun dirinya memiliki sesuatu yang tidak ada di teman-teman lain satu negaranya, determinasi dan kemauan untuk terus maju terlihat di dalam diri pemain satu ini.

Penyerang dan bisa bermain di berbagai posisi menjelaskan mode bermain Muto, di Jepang banyak keraguan untuk melepaskan tembakan ketika kesempatan datang, para pemain lebih memilih untuk menciptakan peluang ketimbang menyelesaikan peluang.

Muto sangat haus akan gol, langsung dan cepat, dan tidak terlalu menganggap hubungannya dengan Chelsea sebagai sesuatu hal yang besar.

Spekulasi awal muncul bahwa dia hanya akan merespon dan mempertimbangkan semua penawaran yang masuk karena itu semua berkaitan dengan masa depannya, sebuah hal yang menjadi suatu hal yang penting dalam pengembangan karir pemain ini.

Itu merupakan momen yang jarang bagi pemain bola di belahan dunia ini, tak langsung besar kepala menjadi alasan mengapa ia sangat dikagumi di tanah kelahiran sendiri.

Memiliki cara berpakaian yang baik, sopan dan sangat dihargai, dia juga baru saja menjadi lulusan ekonomi, musim lalu meraih gelar rookie of the year, salah satu pemain terbaik liga, pemain regular di tim besar Asia, dan menjadi target klub besar Eropa, semua terjadi ketika usianya masih 22 tahun.

Berbagai penghargaan berhasil direngkuh oleh Yoshinori Muto, walau beberapa saat lagi mungkin ia pergi meninggalkan Jepang, tapi dirinya masih tetap cocok untuk berada di iklan yang ada di kereta-kereta Tokyo.

Simak yang lain di #FFTAsia50

FourFourTwo 50 Pesepakbola Asia Terbaik bekerjasama dengan Samsung SportsFlow - memberikan Anda liputan olahraga terlengkap dalam satu aplikasi. Unduh dan temukan lebih banyak lagi di www.sportsflow.me