31 Agustus, Regulasi Kompetisi ISL Diputuskan

Ada tiga opsi kebijakan baru yang diajukan untuk dipilih klub antara budgeting cap, salary cap, atau financial fair play.

PT Liga Indonesia telah melakukan pertemuan dengan perwakilan 18 klub Indonesia Super League (ISL). Dalam pertemuan itu dibahas mengenai regulasi kompetisi yang akan diterapkan pada ISL musim 2015/16.

Ada tiga opsi kebijakan baru yang ditawarkan PT Liga kepada klub-klub ISL pada pertemuan itu. Selanjutnya, opsi-opsi itu akan dikaji oleh klub dan PT Liga, yang akan diambil keputusannya pada 31 Agustus nanti. 

"Pertama apakah akan diterapkan financial fairplay seperti di Eropa, budgeting cap, atau yang ketiga salary cap. Regulasi baru ini adalah upaya PT Liga untuk memproteksi industri dari klub, terutama keuangan yang harus seimbang. Selain itu, PT Liga juga menjaga level kompetisi di Liga Indonesia," kata Joko Driyono, CEO PT Liga.

Joko menambahkan, pihaknya juga sudah melakukan analisis terkait besarnya biaya yang dikeluarkan klub-klub ISL pada musim lalu. Ada klub yang bisa berjalan dengan biaya hanya Rp4 miliar, namun ada juga klub yang berjalan dengan biaya di kisaran Rp20-21 miliar.

"Uang yang beredar di Liga Indonesia, khusus untuk bayar gaji pemain saja kisarannya Rp185 miliar pada musim lalu. Ada klub dengan rasio pembiayaan yang rasional seperti Persela Lamongan dan Persipasi Bandung Raya yang hanya di kisaran Rp7 miliar tapi mereka selalu di posisi yang sangat baik," jelas Joko.

"Tapi ada juga klub yang biaya gaji pemainnya tinggi namun tidak ada di posisi yang baik di klasemen. Contohnya, dari analisis kami Persija Jakarta ada di posisi keenam tertinggi untuk pembayaran gaji pemain, tapi mereka hanya berada di posisi kesembilan klasemen dilihat dari perhitungan dua wilayah," tambah pria asal Ngawi itu.

"Ada juga klub yang biaya gaji pemainnya rendah dan mereka terdegradasi. Semua opsi-opsi tadi akan diputuskan pada 31 Agustus," pungkasnya.

Topics
, , ISL