Achsanul Qosasi Ragu Akuisisi Persiwa Wamena

Achsanul mengaku ada sejumlah pertimbangan yang membuat dirinya tidak cepat mengakuisisi Badai Pegunungan.

LIPUTAN ADITYA WAHYU PRATAMA DARI MADURA
Mantan manajer Persepam Madura United Achsanul Qosasi mengaku ragu terhadap rencananya mengakuisisi Persiwa Wamena di Indonesia Super League (ISL) 2015 dengan berbagai pertimbangan.

Belakangan ini kabar di Madura menyebutkan, Achsanul disebut-sebut ingin mengakuisisi Persiwa yang baru promosi ke ISL. Hal ini dilakukan, karena tim Badai Pegunungan sedang mengalami kendala finansial.

Bila rencana itu terealisasi, Achsanul ingin memindahkan kandang Persiwa dari Stadion Pendidikan ke Madura. Ia juga disebut bakal mengubah nama klub menjadi Madura United Persiwa.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Achsanul tidak menampiknya. Hanya saja, ia masih belum pasti mengakuisisi Persiwa, mengingat banyak pertimbangan yang harus dipikirkan sebelum mengambil keputusan mengakuisisi, dan memindahkan markas tim.

Apalagi sebelumnya ia juga menyatakan mundur dari Persepam, karena terpilih menjadi anggota badan pemeriksa keuangan (BPK). Sesuai regulasi, anggota BPK tidak boleh menjadi pengurus di perseroan, atau lembaga lain yang dibiayai negara.

“Rencana itu memang ada, walaupun rasanya sulit direalisasikan dengan pertimbangan teknis, dan kendala historis. Sebab, sepakbola juga dibutuhkan sejarah lokal yang tumbuh atas heroisme kedaerahan,” ungkap AQ, sapaan akrab Achsanul kepada Goal Indonesia.

Beberapa klub ISL saat ini sebenarnya telah mengalami perubahan nama, maupun homebase mereka. Musim lalu, Pusamania Borneo FC mengambil alih Perseba Super Bangkalan sebelum menjadi juara Divisi Utama 2014, dan berhak promosi ke ISL 2015.

Teranyar, Putra Samarinda memindahkan markas mereka ke Bali, dan manajemen juga mengubah nama tim menjadi Bali United Pusam serta.