Achsanul Qosasi Serang Balik Mantan Bupati Pamekasan

AQ menegaskan, dirinya memegang saham terbesar di PT Pojur Madura United, dan hanya sebatas mengelola Persepam.

LIPUTAN ADITYA WAHYU PRATAMA DARI MADURA
Manajer Persepam Madura United Achsanul Qosasi menegaskan, Kholilurrahman sudah tidak menjadi komisaris utama PT Pojur Madura United seiring jabatannya sebagai bupati Pemakesan telah berakhir tahun lalu.

Sebelumnya, Kholilurrahman menuding Achsanul sebagai orang yang bertanggung jawab atas kegagalan Persepam bertahan di Indonesia Super League (ISL) 2014. Achsanul pun tidak menerima tudingan ini.

“Sejak awal PT Pojur Madura United didirikan hanya sebagai pengelola klub Persepam. Setoran modal satu miliar rupiah adalah uang saya pribadi. Sebagai perekat, saya memberikan saham kosong kepada pemerintah kabupaten, pengurus cabang, dan juga suporter masing-masing sebesar 10 persen. Mereka tidak perlu menyetorkan (dana), karena semuanya sudah saya penuhi,” tutur AQ, sapaan akrab Achsanul.

“Chief executive officer (CEO), atau komisaris utama adalah bupati Pamekasan, sedangkan wakil bupati menjadi wakil CEO. Semuanya atas jabatannya, bukan sebagai pribadi. Jadi siapa pun bupatinya, maka dia otomatis menjadi CEO.”

AQ menjelaskan, Kholilurrahman mengulur waktu saat dimintai tanda tangan akta pengunduran dirinya setelah bupati pamekasan saat ini, Imam Syafi’I, resmi dilantik. Hal ini berbeda dengan wakilnya, Kadarisman Sastrodiwirjo yang langsung membubuhkan tandatangannya.

“Ingat, Persepam ini milik pemkab dan pengcab Pamekasan, bukan milik pak Kholilurrahman, dan juga bukan milik saya. Pak Dadang [sapaan Kadarisman] yang meminta saya untuk mengelola Persepam di Stadion Lebak Bulus [dalam laga Persepam di Divisi Satu melawan PS Gayo Luwes]. Bukan pak Kholilurrahman yang merayu saya,” ungkap AQ.

Permintaan pertanggunjawaban yang dilontarkan Kholilurrahman juga dianggap keliru, karena bagi AQ, dirinya menjadi manajer Persepam bukan ditunjuk oleh CEO PT Pojur Madura United. Dirinya diminta untuk mengelola Laskar Sapeh Kerap. Bahkan tidak ada surat keputusan atas pengangkatannya tersebut.

“Saya diminta, bukan saya yang melamar jadi pengelola. Kalau memecat saya, tidak pas, karena kita kerja sama bukan sebagai atasan dan bawahan. Bagi saya sederhana, jika saya sudah lelah, maka saya tinggalkan kerja sama ini.”

“Sebagai manajer [Persepam], saya tidak ada surat keputusan, saya bekerja atas nama profesional, sebagai CEO dan manajer. Jadi apa alasannya memecat saya? Mekanismenya adalah RUPS [rapat umum pemegang saham], dan saya pemegang saham terbesar [70 persen]), sedangkan sisanya saham kosong.”

“Saham 30 persen itu saya berikan sebagai penghormatan saya kepada pengcab, bukan kepada pak Kholilurrahman.”

“[Persepam] Madura memang berbeda dengan klub lain, karena seorang CEO merangkap sebagai manajer, dan hanya sebatas mengelola bukan memiliki. Karena itu, saya satu-satunya manajer yang tidak terima gaji. Saya bukan sebagai karyawan, tapi saya sebagai pemilik perusahaan,” tambah AQ.

“Semua saya yang penuhi, mulai dari mencari sponsor sampai mengelola operasional klub. Saya mengelola milik orang lain, Persepam bukan milik saya, tapi saya membiayai dan menjalankannya demi Madura.”

“Apakah mereka tahu bahwa sponsor musim depan sudah saya persiapkan? Apakah mereka tahu bahwa saya terjun langsung meninggalkan semuanya untuk mengawal tim? Kalau badai ini ditimpakan ke saya, saya sudah menerimanya, dan ternyata memang tinggal saya sendirian saat ini.” (gk-62) addCustomPlayer('o0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', '', '', 620, 540, 'perfo0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', 'eplayer4', {age:1407083524494});

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.