Adu Gemilang Dua Berlian Mahal: Anthony Martial Kontra Kevin De Bruyne

Martial dan De Bruyne berperan penting untuk timnya masing-masing sejak mengamankan kepindahan pada bursa transfer musim panas kemarin.

Derby Manchester yang mempertemukan Manchester United dan Manchester City pada Minggu (25/10) nanti menjadi ajang yang tepat untuk menegaskan dominasi dua klub raksasa tersebut di Inggris.

Seperti diketahui, United dan City akan saling bertemu untuk kali ke-170 dengan Old Trafford menjadi arena duel, selagi wasit Mark Clattenburg dipercaya sebagai pengadil lapangan.

Laga nanti jelas menyajikan duel panas menimbang aroma persaingan kedua kubu dalam beberapa tahun terakhir, namun tahun ini ada sajian menarik lainnya dengan fokus beralih pada rekrutan anyar seperti Anthony Martial dan Kevin De Bruyne.

Dua pemain itu sudah menjelma menjadi pahlawan instan bagi timnya dengan menampilkan performa menawan sejak ditebus pada musim panas kemarin. Dan pertanyaan besarnya adalah, siapa yang lebih gemilang? Berikut ulasannya...

Awalan gemilang dan adaptasi yang bagus dari Martial di kehidupan awalnya di United mungkin mengejutkan banyak orang, namun bagi mereka yang turut menggembleng talenta sang pemain muda, itu hanya merupakan pertanyaan soal ‘kapan’.

Dalam keterangan eksklusif kepada Goal, Gerard Bonneau, yang sejak 2003 sudah menjadi kepala perekrutan Olympique Lyon, mengaku tidak terkejut sama sekali dengan performa yang ditampilkan Martial sejauh ini.

Pemain berusia 19 tahun itu mengawali kiprahnya di Les Ulis, yang juga membesarkan sejumlah pemain handal andalan Prancis, seperti Patrice Evra sampai Thierry Henry. Meski kerap dibandingkan dengan Henry, yang merupakan top skor sepanjang masa Arsenal, perkembangan awal Martial merupakan hasil dari penolakan.

“Seorang pemandu bakat di Paris memberitahu kita untuk datang ke akademi di Clairefontaine untuk melihat Anthony. Dia waktu itu bahkan belum berusia 13 tahun, namun kami langsung menyukainya, tapi dia terlalu muda,” ujar Bonneau.

“Kami pikir dia akan masuk ke akademi dan kami mulai memonitor dia setiap pekan, namun Clairefontaine tidak mengambilnya. Jadi, kami membuat sebuah perjanjian dengan orang tuanya – satu tahun lagi di Les Ulis dan kemudian bergabung dengan kami di Lyon.”

Banyak alis mata yang berkernyit ketika United menebus pemain tidak ternama itu dari AS Monaco sebesar £36 juta, yang mana bisa naik hingga £57,6 juta, pada deadline day kemarin.

Setelah sukses mengemas gol pertama melawan Liverpool dalam kemenangan 3-1 di Old Trafford – 20 menit setelah masuk sebagai pemain pengganti di laga debutnya – Martial lagi-lagi menjadi bintang kala timnya mengatasi Southampton 3-2, di mana ia mencetak dua gol dalam kemenangan tersebut.

Tak berhenti sampai di situ, pemain yang baru saja mendapatkan debut di tim nasional Prancis itu kembali mencetak gol saat timnya mengatasi Ipswich Town 3-0 di putaran ketiga Piala Liga Inggris, serta tampil baik kala United membantai Sunderland 3-0 pada akhir bulan kemarin hingga membuatnya diganjar penghargaan Pemain Terbaik Liga Primer edisi September.

Di ajang Liga Champions pertengahan pekan kemarin, Martial, yang sempat membuat timnya kebobolan akibat handball bodoh yang ia lakukan, justru menjadi juru selamat dengan sumbangan golnya untuk menyamakan kedudukan di Arena Khimki saat bertemu CSKA Moskwa.

Menurut catatan Opta, Martial memiliki statistik yang lumayan bagus di awal kiprahnya di Liga Primer. Dari lima penampilannya, dengan empat di antaranya sebagai starter, sang pemain muda mencetak tiga gol dari enam tendangan ke gawang – dengan tingkat konversi di angka 38 persen.

Dengan posisinya sebagai striker yang sering melebar ke sayap, Martial kerap menusuk ke kotak lawan dan tak jarang melepaskan umpan. Yang bersangkutan sejauh ini baru menciptakan empat peluang untuk pemain lain dan hanya satu yang berhasil dikonversi oleh rekan setimnya.

Adapun musim panas kemarin menjadi kesempatan kedua bagi De Bruyne untuk membuktikan diri di Liga Primer. Setelah dicap gagal di Chelsea, pemain internasional Belgia itu lantas mendapatkan kesempatan lainnya dengan City memberi kepercayaan penuh padanya.

Seperti diketahui, sang gelandang pergi meninggalkan klub Bundesliga Jerman VfL Wolsfburg untuk kemudian merapat ke Etihad Stadium di kisaran €74 juta, dengan raksasa Liga Primer itu memenangkan perburuan atas tanda tangannya dari Bayern Munich.

Agen De Bruyne, Patrick de Koster, memuji upaya City yang disebutnya sangat mengistimewakan kliennya dengan menggelar karpet merah untuk memastikan sang pemain merasa nyaman.

“Itu impresif, seperti di dalam film,” kata De Koster. “Kami terbang ke sana [Manchester] dengan jet pribadi, kami dijemput menggunakan limusin.  

“Kami juga mengira bahwa kami harus bekerja keras untuk mencari rumah baru, membuka akun bank, mengatur ponsel, mobil… namun dalam tiga jam semuanya sudah tuntas. Luar biasa.”

Perlakuan istimewa City itu rupanya tidak sia-sia, lantaran pemain anyarnya tersebut sukses menjadi andalan instan di tengah skuat yang sebelumnya sudah bergelimang bintang.

Dari sembilan penampilannya untuk City sejauh ini di semua kompetisi, pemain berusia 24 tahun itu telah menciptakan lima gol dan lima assists, hingga membuat manajer Manuel Pellegrini melemparkan pujian untuknya.

"Kami mendatangkan Kevin karena kami berpikir dia adalah pemain yang sangat kreatif, ia memiliki tujuan dalam permainannya," kata Pellegrini.

"Tim ini selalu berusaha bermain atraktif dan ofensif dan karena itu Anda membutuhkan pemain bagus. Dalam semua hal, ia merupakan pemain yang sempurna untuk bergabung dengan tim kami,” tandasnya.

De Bruyne memang sempat mendapatkan kritik media karena tampil kurang meyakinkan di laga debutnya melawan Crystal Palace. Tapi setelahnya, pemain Belgia itu tampil dengan kualitas yang istimewa.

Performanya dalam kemenangan 2-1 atas Sevilla di ajang Liga Champions pada pertengahan pekan kemarin mengingatkan kita pada kualitas penampilan yang sama kala ia bermain untuk Wolfsburg di musim lalu. Karena penampilan itulah De Bruyne mendapatkan penghargaan Pemain Terbaik Bundesliga musim 2014/15.

Di pertandingan melawan Sevilla kemarin, De Bruyne kembali memperlihatkan mobilitas tinggi di sepanjang laga, dengan ia yang terus mengejar bola yang ada di dalam jangkauannya. De Bruyne juga sempat tertinggal dan terasing di posisi sayap kiri, tapi ketika ada kesempatan datang, ia berusaha memaksimalkannya dengan baik hingga menciptakan gol penentu kemenangan The Citizens di menit ke-91.

Di Liga Primer sendiri, De Bruyne merupakan berkah untuk City. Dari lima penampilannya, dengan empat di antaranya sebagai starter, yang bersangkutan sukses mencetak tiga gol dari delapan tendangan ke gawang – dengan tingkat konversi di anggka 23 persen.

Pemain ini juga sangat kreatif lantaran telah menciptakan peluang sebanyak 15 kali, dengan tiga yang berbuah gol untuk rekan setimnya, selagi keakuratan umpannya berada di angka 78 persen dari total 283 umpan.

Tentunya menarik ditunggu pertarungan dua pemain muda ini di derby Manchester nanti.