Adu Tajam Para Predator - Robert Lewandowski Vs Pierre-Emerick Aubameyang

Sama-sama subur, sama-sama menorehkan rekor. Lewy dan Auba bakal beradu tajam dalam Der Klassiker akhir pekan ini.

Andai Ballon d’Or diadakan setiap bulan, maka September kemarin bisa dipastikan penghargaan individual paling bergengsi itu bakal diperebutkan secara ketat oleh dua nama, yakni Robert Lewandowski dan Pierre-Emerick Aubameyang.

Duo penyerang maut asal Bayern Munich dan Borussia Dortmund itu bukan cuma menjadi topskor di Bundesliga Jerman dengan torehan sepuluh dan sembilan gol, namun juga menjadi pencetak gol terbanyak di lima liga top Eropa, mengalahkan para bintang utama seperti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Lebih lanjut, duo predator yang pernah semusim main bareng di Dortmund itu juga menorehkan rekor impresif. Aubameyang menjadi pemain pertama yang sanggup mencetak gol dalam tujuh spieltag beruntun Bundesliga.

Lewandowski lebih gila sebagaimana ia sedikitnya memecahkan empat rekor menyusul lima gol fantastis ke gawang Wolfsburg beberapa waktu lalu. Bahkan dalam tiga partai terakhir di semua kompetisi, striker Polandia itu sanggup mencetak sepuluh gol!

Oleh karena itu, Der Klassiker di Allianz Arena pada Minggu (4/10) malam WIB bakal menjadi ajang pembuktian bagi kedua penyerang untuk menunjukkan siapa yang terkuat. Mana yang Anda pilih: menyaksikan selebrasi salto ala Auba atau melihat Lewy dan timnya semakin perkasa di singgasana Bundesliga?

   ROBERT LEWANDOWSKI
Versi Terbaik Lewy Telah Tiba

Dewasa ini, ketika sepakbola dibuat sibuk oleh para winger subur hingga semakin populernya peran false nine, ada pemain yang tetap setia pada format striker tradisional. Tapi, jangan mengira Si No.9 hanya mampu mencetak gol jarak dekat atau menyosor menggunakan kepalanya untuk menyambar assist manja rekan setimnya. Tradisional namun tetap dibalut sentuhan modern, sang striker ternyata bisa melakukan dribel, terlibat langsung dalam permainan, hingga mencetak gol-gol spektakuler.

Robert Lewandowski adalah sosok yang dimaksud. Dialah penyerang terkomplet masa kini, jika bukan yang terbaik di dunia saat ini. Quin-trick dalam rentang waktu sembilan menit untuk meluluhlantakkan Wolfsburg, brace ke gawang Mainz, hingga hat-trick ke jala Dinamo Zagreb menjadi tiga performa terkini striker Bayern Munich itu. Jika gol-gol terus mengalir seperti ini, bukan tak mungkin Lewy bisa menyamai rekor Gerd Muller di musim 1971/72 yang mampu mencetak 40 gol liga.

Didatangkan dari Dortmund pada musim panas tahun lalu, Lewandowski sukses mencetak 25 gol dari 49 partai di semua ajang di musim 2014/15. “Saya rasa, fans belum melihat versi terbaik dari diri saya. Saya bisa dan akan tampil lebih baik di musim ini. Itu pasti,” ujarnya pada akhir Juli lalu. Striker berusia 27 tahun ini mampu membuktikan omongannya.

Absennya Franck Ribery dan Arjen Robben justru menjadi berkah terselubung bagi Lewandowski. Para deputi, Dogulas Costa dan Kingsley Coman, gemar mengirim crossing langsung ke area penalti untuk langsung dilahap Lewandowski. Ini berbeda dengan Robbery yang sering melakukan cutting-inside sehingga membuat Lewy kesulitan mengeluarkan potensi terbaiknya. Belum lagi dengan sokongan Thomas Muller atau Mario Gotze dari lini kedua. Dengan Lewandowski sedang dalam versi terbaiknya, jangan kaget jika ia mencetak minimal satu gol ke gawang mantan klubnya pada akhir pekan ini.

   PIERRE-EMERICK AUBAMEYANG
Terlahir Kembali Dengan Penuh Gaya

Terpuruk musim lalu, di bawah asuhan pelatih anyar, Thomas Tuchel, Borussia Dortmund bak terlahir kembali. Perubahan dilakukan, namun fokusnya terletak di level taktikal bukan pada eksodus skuat lawas. Meski diiringi sepercik penyegaran awak baru, juru taktik berusia 42 tahun itu lebih memilih untuk meneruskan warisan pemain juara era Jurgen Klopp. Salah satunya adalah dengan tetap memercayakan posisi ujung tombak pada Pierre-Emerick Aubameyang.

Diboyong ke Signal Iduna Park pada musim panas 2013 lalu, Aubameyang memang tak pernah mengecewakan, tapi ia gagal jadi sosok yang krusial. Namun seiring berjalannya waktu dan didukung dengan taktik super agresif Tuchel, striker yang dikenal dengan kecepatannya tersebut mulai menemukan performa puncak.

Bagaimana tidak, sejak musim ini digelar Aubameyang sudah mencetak 13 gol dari 13 laga kompetitifnya bersama Dortmund. Di kompetisi Bundesliga Jerman sendiri, pemain internasional Gabon ini sudah mencatatkan sembilan gol dari hanya tujuh laga. Bahkan dalam catatan itu dirinya sukses menorehkan rekor sebagai pemain pertama yang sanggup mencetak gol, dalam tujuh spieltag beruntun Bundesliga!

Jelang bentrok Der Klassiker, Aubameyang diharapkan sanggup memperpanjang rekornya tersebut, tentunya dengan hasil akhir yang memuaskan Die Borussen. Di sisi lain perang terbuka juga akan terjadi melawan mantan rekannya yang kini jadi bomber utama Bayern Munich, Robert Lewandowski. The Body yang baru saja mengukir rekor lima gol dalam sembilan menit, kini jadi top skor sementara Bundesliga unggul sebiji dari Spiderman.