Aizawl FC, Juara India Yang Dipaksa Turun Kasta

Adanya perombakan di struktur kompetisi membuat Leicester City versi India itu terancam kehilangan haknya mempertahankan gelar juara.

Jika di Liga Primer Inggris ada kisah dongeng yang ditorehkan Leicester City, maka di kompetisi profesional India ada cerita tersendiri milik Aizawl FC yang merupakan paket kejutan terrbesar tahun ini.

Melakoni musim kedua di kasta tertinggi atau yang dikenal dengan nama I-League edisi 2016/17, Aizawl membalikkan prediksi mayoritas kalangan yang pada awalnya mereka bakal numpang lewat menjadi salah satu kisah inspiratif dalam sejarah sepakbola India dengan keluar sebagai juara.

Kesuksesan Aizawl terasa spesial lantaran mereka menjadi satu-satunya klub asal Mizoram pertama yang mampu menjadi kampiun. Mizoram merupakan negara bagian India yang terletak di Timur Laut, wilayah yang dihuni oleh entis minoritas Mizo yang memiliki tampak fisik menyerupai orang-orang Asia Tenggara pada umumnya dan jarang mendapa sorotan kerena letaknya yang memang jauh dari hingar bingar kota-kota besar lainnya.

Partisipasi Aizawl di gelaran kompetisi musim ini sebenarnya tak lepas dari keberuntungan. Mereka awalnya adalah salah satu dari dua tim yang terdegradasi musim lalu setelah melakoni debut di kasta tertinggi, namun mendapat kesempatan bertahan karena tiga tim Dempo, Sporting Goa dan Salgaocar memutuskan mundur dari kompetisi karena adanya konflik manajemen dengan Federasi Sepakbola India (AIFF).

Dalam perjalanan musim ini, klub yang dibesut Khalid Jamil selaku mantan penggawa tim nasional India kelahiran Kuwait, menampilkan permainan yang efisien hingga mampu memenangkan persaingan dengan sejumlah tim yang punya tradisi juara kuat seperti Mohun Bagan, East Bengal hingga kampiun musim kemarin, Bengaluru FC. Meski tanpa pemain bintang, Aizawl sukses memuncaki klasemen akhir sekaligus menggenggam tiket ke kualifikasi Liga Champions Asia.

Bagi masyarakat Mizoram, cerita dongeng Aizawl akan menjadi kebanggaan yang dikenang sepanjang masa. Di sana, sepakbola lebih dari sekadar permainan karena di situlah olahraga paling poluler di India, kriket justru kalah populer. Tapi euforia kesuksesan itu terancam sirna setelah AIFF dan rekan kerja mereka IMG-Reliance berencana untuk merombak struktur liga domestik.

Liga yang sudah berjalan selama tiga tahun terakhir dengan status di luar piramida kompetisi India, Indian Super League (ISL), bakal disahkan menjadi kompetisi kasta tertinggi musim depan. Sementara I-League akan menjadi kasta kedua dan berganti nama menjadi League One, diikuti oleh kompetisi baru sebagai kasta ketiga dengan nama League Two.

ISL yang baru rencananya akan diikuti oleh gabungan klub-klub franchise yang ada saat ini dengan kontestan I-League yang memenuhi kualifikasi, sedangkan menurut AIFF, Aizawl tak memiliki persyaratan yang layak lantaran tak memiliki basis suporter dan finansial yang besar. Jika ini benar-benar terjadi, maka akan menjadi preseden buruk di India, tak hanya sepakbola melainkan juga secara umum karena masyarakat Mizoram akan merasa semakin terdiskriminasi.

"Bagaimana bisa klub yang merupakan juara bertahan harus terdegradasi ke kasta kedua?" ucap pemilik Aizawl, Robert Royte yang mulai menyerukan perlawanan melalui Express News. "Kami tak bisa menerima itu, tak ada kesempatan! Kami akan bermain di kompetisi Asia. Betapa anehnya ada juara India yang tampil di Asia, tapi di rumah sendiri mereka tak diizinkan main di liga utama?"

Perlawanan kepada sikap AIFF bukan hanya datang dari kubu Aizawl, melainkan juga mayoritas penggemar sepakbola India yang menganggap sepakbola tak hanya sekadar berbicara soal uang. Otoritas sepakbola India tersebut tampaknya harus benar-benar berpikir ulang soal pencabutan hak Aizawl untuk bisa mempertahankan gelar juara yang sudah susah payah mereka raih.

Aizawl FC I-League 2017 Champions

Topics