Aji Santoso Minta Kelonggaran Regulasi U-23

Aji berharap klub yang harus melepas pemain ke timnas mendapat keringanan regulasi.

Pelatih Arema FC Aji Santoso berharap PSSI maupun operator kompetisi Liga 1 2017, PT Liga Indonesia Baru (LIB), bisa memberikan kelonggaran regulasi pemain di bawah usia 23 tahun.

Menurut Aji, regulasi tersebut akan merugikan klub, karena mereka bakal kehilangan pemain jika dipanggil memperkuat timnas Indonesia U-22. Aji menilai kondisi ini tidak sehat bagi klub.

“Misalnya ada tiga atau empat pemain klub yang dipanggil ke timnas U-23 untuk pemusatan latihan jangka panjang, klub tersebut nanti di liga tidak wajib harus memainkan pemain U-23, karena memang tiga pemainnya sudah dipanggil,” terang Aji.

“Begitu juga dengan klub yang dipanggil dua, maka mereka wajib memainkan satu, kalau dipanggil satu, tinggal memainkan dua. Solusi ini saya pikir akan membuat konsentrasi klub akan sangat baik. Tidak hanya memikirkan pemain muda saja, melainkan memikirkan untuk kebutuhan tim di Liga.”

“Bayangkan jika nanti Arema punya tiga pemain diambil timnas, kemudian kami memainkan tiga lagi, terus diambil lagi, maka konsentrasi akan pecah hanya untuk itu. Ini tidak sehat, dan solusi itu adalah yang bijaksana. Aturan dan regulasi belum ditulis, semoga ini bisa diakomodir.”

Aji menambahkan, dipanggilnya pemain ke timnas adalah kebanggaan. Arema juga tidak akan menghalangi pemain memperkuat timnas. Tetapi, itu harus diiringi kebijakan yang baik, dan tidak langsung menghabisi klub.

Sementara terkait marquee player, mantan arsitek timnas Indonesia U-23 ini mengatakan, regulasi itu bisa digunakan Arema.

“Terobosan marquee player ini menarik bagi saya. Tapi juga harus dipikirkan, karena memang berdampak pada finansial. Yang jelas pelatih akan mengikuti aturan. Mungkin dampaknya akan lebih kompetitif dan seru, namun yang jelas kualitas pemain itu harus diperhitungkan,” tutur Aji.