Alasan Ini Yang Buat Andri Syahputra Bermain Bersama Timnas Qatar

Kemenpora memastikan status warga negara Andri masih belum berubah yakni tetap Indonesia.

Polemik terkait status warga negara Andri Syahputra terus bergulir. Hal ini lantaran pesepakbola berusia 18 tahun tersebut ambil bagian bersama timnas Qatar U-19 saat melakoni uji coba melawan timnas Inggris U-18 beberapa hari yang lalu.

Padahal, sebelumnya Andri telah mendapatkan panggilan untuk menjalani seleksi timnas Indonesia U-19 yang dipersiapkan mengikuti Piala AFF U-18. Namun, Andri memutuskan ogah mengikuti seleksi tersebut dan lebih memilih tetap berada di Qatar.

Menurut ayah Andri, Agus Sudarmanto, anaknya tidak bisa bergabung ke timnas Indonesia U-19 karena Aspire Academy yang merupakan tempat sekolah sekaligus klub yang dibela pemain kelahiran Aceh itu tidak memberikan izin. Oleh karena itu, Andri tak bisa datang ke Tanah Air. 

Untuk mencari tahu terkait status kewarganegaraan Andri, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melakukan komunikasi terhadap Duta Besar (Dubes) RI yang berada di Qatar. Hasilnya didapatkan kalau Andri tetap Warga Negara Indonesia (WNI), walaupun berseragam negara itu pada uji coba kontra Inggris. 

"Bahwasanya Andri kini bergabung dengan timnas Qatar, menurut hukum di Qatar adalah hal yang wajar, karena sesuai ketentuan yang ada itu sebagai bagian dari apresiasi atau award pemerintah Qatar kepada warga negara asing [WNA] yang bekerja di Qatar yang dalam kesehariannya telah memperoleh status citizenship card tanpa harus berpindah menjadi warga negara Qatar," tulis Kemenpora dalam situsnya. 

"Karena dalam sejarahnya sangat sulit dan jarang ada WNA yang mampu menjadi warga negara Qatar kecuali karena alasan khusus. Bahkan banyak WNA yang status profesi pekerjaannya disetarakan dengan PNS dengan berbagai fasilitas yang diperoleh hampir sama dengan warga negara Qatar yang asli, dimana dari total lebih dari 2 juta penduduk Qatar, mayoritas adalah WNA."

"Pemantauan terhadap Andri dan anak-anak lain dari berbagai negara yang berpotensi di bidang olahraga sudah cukup lama dilakukan oleh otoritas Qatar karena dianggap cukup positif kontribusinya bagi Qatar."

"Penjelasan ini perlu diteruskan oleh Kemenpora kepada publik, karena kehebohan masalah Andri ini jika tidak segera diakhiri dan sampai diketahui oleh otoritas Pemerintah Qatar maka akan sangat berpengaruh pada kredibilitas keluarga Andri dalam bekerja di Qatar dan tentu saja nasib pendidikan Andri di Qatar."

Kemenpora pun berharap adanya penjelsan tersebut membuat permasalahan Andri menjadi jelas. Mereka pun berharap publik Tanah Air dapat menerima keputusan yang telah diambil Andri karena itu merupakan hak asasi sebagai seorang manusia. 

"Kemenpora memandang perlu untuk mendorong pemahaman sebagian publik yang agak kecewa dengan tidak bergabungnya Andri ke timnas Indonesia untuk sepenuhnya memaklumi, bahwa  itu sepenuhnya hak azasi Andri dan keluarganya, dan berharap Andri sukses dalam pendidikan dan karier sepakbolanya di Qatar meski kesempatan untuk bergabung dengan timnas Indonesia masih terbuka mengingat statusnya masih WNI sejauh kualifikasinya masih terpenuhi."

"Kemenpora berharap PSSI masih bisa memperoleh talenta lain yang mungkin lebih banyak dan lebih  baik dibanding Andri dari berbagai pelosok di Tanah Air."