Alasan Klub Liga 1 Tak Lagi Wajib Mainkan Pemain U-23

Akan ada apresiasi tersendiri untuk klub yang rajin menurunkan pemain muda.

Liga 1 2018 boleh dibilang jauh lebih normal ketimbang Liga 1 musim sebelumnya. Perlu diingat, pada musim kemarin setiap klub wajib memainkan pemain U-23 dan terdapat peraturan lima pergantian pemain dalam tiap laga.

Regulasi tersebut sempat menuai pro dan kontra, kendati sebenarnya ada alasan dari PSSI bahwa tujuan dari itu adalah untuk menjaring pemain U-23 yang bisa dimanfaatkan oleh timnas Indonesia saat SEA Games dan Asian Games.

Untuk musim ini, klub didorong untuk mendaftarkan setidaknya tujuh pemain di bawah usia U-23 tanpa ada paksaan untuk memainkannya. PSSI pun menjelaskan alasan kenapa klub tidak perlu memainkan pemain muda di tiap laga.

"Tahun kemarin itu tahun di mana Luis Milla [pelatih timnas Indonesia] penting untuk melihat kompetisi. Sekarang skuat U-23 untuk Asian Games sudah diketahui, 90 persen terpantau," buka Joko Driyono, Plt. ketua umum PSSI.

"Oleh karena itu, memanfaatkan youth development Liga 1 itu lebih ke bawah, yakni U-19. itulah kenapa U-23 tahun ini bukan untuk menjaring pemain, tetapi untuk bagian dari youth development," tukas mantan sekjen PSSI tersebut.

Dari informasi yang diketahui berdasarkan rapat tim Liga 1, Kamis (15/3) kemarin, di Jakarta, tiap klub akan mendapat uang kontribusi insentif tambahan jika mampu menjalankan youth development mereka dengan baik.