Alfred Riedl Akui Proses Seleksi Timnas Indonesia Tak Ideal

Juru taktik asal Austria ini mengaku ada tiga atau empat pemain di beberapa klub yang ingin dimasukkan ke timnas.

Pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl mengakui proses seleksi yang terbagi dua gelombang dan pembatasan pemain tidak ideal, karena ia akan kesulitan mendapatkan penggawa terbaik sesuai dengan keinginannya.

Proses seleksi gelombang pertama direncanakan berlangsung pada 8-11 Agustus. Sedangkan gelombang kedua digelar 15-18 Agustus. Bahkan, dalam pertemuan antara PSSI, PT Gelora Trisula Semesta (GTS) dan peserta Indonesia Soccer Championship (ISC) A dicapai kesepakatan klub hanya menyumbang dua pemain untuk timnas senior.

“Ini sangat sulit bagi kami. Liga [ISC A] di Indonesia dimulai akhir April, dan empat pekan kemudian FIFA mencabut sanksi [penagguhan] untuk tim nasional,” ungkap Riedl dikutip laman The New Paper.

“Tapi hak siar televisi, kontrak pemain dengan klub, dan lain sebagainya sudah dilakukan hingga akhir Desember.”

“Dua pekan lalu, [PSSI] telah melakukan pertemuan dengan klub, dan muncul kesepakatan: Saya, sebagai pelatih timnas, bisa memilih dua pemain per tim untuk laga internasional, dan liga [ISC A] tetap berjalan sesuai rencana.”

“Tentu saja [sulit], karena ada tiga atau empat pemain di beberapa tim yang ingin Anda pilih. Tapi saya pernah melatih di sini, sehingga tahu rasanya seperti apa.”