Alfred Riedl Sulit Petakan Kekuatan ASEAN

Riedl memilih menunggu laga perdana Piala AFF 2016 untuk memetakan kekuatan sepakbola Asia Tenggara.

Pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl mengaku tidak mudah memetakan persaingan sepakbola di kawasan Asia Tenggara pada Piala AFF 2016, mengingat ia belum lama kembali ke regional ini untuk menangani tim Garuda.

Dalam sesi jumpa wartawan, Riedl dimintai pendapatnya terkait pernyataan mantan pelatih Vietnam Henrique Calisto yang menyebutkan kekuatan sepakbola di Asia Tenggara tidak mengalami perubahan signifikan dalam sepuluh tahun terakhir.

Riedl mengatakan, belum bisa secara detail membeberkan perkembangan sepakbola ASEAN, termasuk persaingan di Grup A, mengingat ia baru melihat tiga tim yang menjadi lawan Indonesia di pertandingan uji coba, yakni Malaysia, Myanmar, dan Vietnam.

Pada Piala AFF tahun ini, Indonesia tergabung di Grup A bersama tuan rumah Filipina, juara bertahan Thailand, dan Singapura. Sedangkan Grup B berisikan Myanmar, Vietnam, Malaysia, dan kampiun kualifikasi Kamboja.

“Untuk saat ini saya belum bisa melihat banyak. Saya akan lihat di pertandingan pertama di Filipina. Saya lihat Malaysia dan Myanmar berubah. Mereka kini punya tim berkualitas. Saya lihat Vietnam banyak pemain bertalenta bagus,” ujar Riedl.

“Tapi saya tidak bisa bicara tentang Indonesia, karena baru lepas dari sanksi [FIFA], dan baru mempersiapkan diri empat bulan. Saya tidak bisa mengambil pemain seperti biasa, karena ada batasan dua pemain dari tiap klub.”

“Di tim ini, terlepas kami punya pemain bertalenta, tapi banyak yang minim pengalaman internasional. Berada satu grup dengan Thailand selalu sulit. Tapi kami akan membuat kejutan.”

Sehari sebelumnya, Riedl sempat menyatakan kekuatan Indonesia mengalami penurunan 20 persen di Piala AFF akibat adanya kesepakatan menggunakan maksimal dua pemain dari tiap klub.