ANALISIS: Bagaimana Cara Belanda Redam Lionel Messi?

Belanda dan Argentina memperebutkan satu tiket final Piala Dunia 2014, Rabu (9/7) malam ini.

OLEH AGUNG HARSYA Ikuti @agungharsya di twitter

Barangkali hanya ada satu orang Argentina yang dikagumi dan menjadi pujaan jutaan warga Belanda dan itu bukan Lionel Messi.

Belanda menghadapi Argentina pada semi-final Piala Dunia 2014, Rabu (9/7), di Sao Paulo guna memperebutkan satu tiket ke babak puncak. Belanda memiliki keunggulan rekor pertemuan, tetapi Argentina memiliki kartu as bernama Messi yang menjadi inspirator permainan sejak turnamen dimulai.

Laga tersebut dipastikan tidak dihadiri oleh Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima. Pasutri kerajaan Belanda itu sempat menghadiri Piala Dunia kala menyaksikan Belanda mengalahkan Australia 3-2 di Porto Alegre, 18 Juni lalu. Usai pertandingan, Raja dan Ratu memberikan piagam kepada Wesley Sneijder yang mencetak 100 caps pada laga sebelumnya.

Di babak semi-final, ada "perpecahan" di lingkungan kerajaan Belanda. Ratu Maxima adalah wanita kelahiran Buenos Aires, putri mantan menteri pertanian Argentina yang dipersunting pangeran Belanda saat bekerja di New York tiga dasawarsa lalu. Pasangan itu beberapa kali tampak hadir di stadion sepakbola memberikan dukungan kepada timnas Belanda.

Menebak ke tim mana dukungan diberikan Ratu Maxima mungkin sama saja seperti menerka taktik apa yang bakal diterapkan Louis van Gaal guna menangkal ancaman Messi.

Dalam lima pertandingan yang sudah dijalani, Van Gaal selalu memberikan kejutan demi kejutan. Formasi 5-3-2 yang dimainkan menghadapi Spanyol sukses menciptakan kemenangan luar biasa gemilang, 5-1. Saat formasi yang sama tidak berjalan lancar melawan Australia, Van Gaal tidak jengah melakukan perubahan. Begitu juga dengan permainan sabar yang diterapkan Belanda saat menjinakkan Cili pada laga pamungkas Grup B.

Kemenangan Australia dan Cili ditentukan melalui para pemain pengganti. Begitu juga dengan saat menghadapi Meksiko di babak 16 besar. Klaas-Jan Huntelaar muncul dari bangku cadangan untuk memberikan satu assist dan satu gol sehingga Belanda lolos dari ketertinggalan satu gol.

Di babak delapan besar, Van Gaal belum berhenti memberikan kejutan. Pergantian penjaga gawang di akhir babak perpanjangan waktu ternyata vital. Tim Krul tampil sebagai pahlawan dengan melakukan dua penyelamatan eksekusi algojo Kosta Rika saat adu penalti.

Kejutan apa lagi yang akan dimainkan menghadapi Argentina? Sama seperti persiapan perempat-final, Van Gaal menyimpan rapat-rapat resep taktiknya. Sesi latihan digelar tertutup. Media hanya bisa menangkap kehadiran kembali Nigel de Jong, Leroy Fer, dan Ron Vlaar, masing-masing mengalami cedera, dalam latihan.

Van Gaal kemudian menyampaikan kondisi Robin van Persie yang terserang masalah pencernaan sehingga diragukan tampil. Selebihnya, tidak banyak diketahui apa yang bakal menjadi senjata Belanda untuk melaju ke babak puncak. Apakah formasi 5-3-2 tetap dimainkan atau formasi ofensif 3-4-3?

Pilihan menggeber serangan lewat sektor sayap pantas diperhatikan Belanda. Di sektor ini Argentina dua kali dijebol Nigeria berkat aksi Ahmed Musa saat bertanding di fase grup. Sektor pertahanan Argentina juga terbilang belum menghadapi tantangan berarti sepanjang turnamen.

Ketika melewati Belgia di perempat-final, Argentina tertolong karena tim lawan tampil tanpa kohesi. Tidak ada koordinasi serangan yang berarti karena Belgia praktis mengandalkan keterampilan individual para pemain bintangnya. Sektor tengah yang dikomandani Javier Mascherano juga seperti belum teruji karena acap kali tim lawan mampu mendobrak.

Satu nama yang bisa memberikan perbedaan adalah Messi. Sang kapten digantungkan ekspektasi tinggi sebelum turnamen digelar. Namun, Messi mampu menjawabnya dengan mempersembahkan gol-gol penting. Peran yang dijalaninya pun bergeser lebih dalam dengan menjadi seorang playmaker klasik ketimbang penggiring bola di lini depan.

Sayangnya, beban bintang Barcelona itu kian besar karena Angel Di Maria, yang kerap membantu membongkar pertahanan lawan lewat pergerakan bebasnya, absen akibat cedera. Performa lini depan tim sejak awal turnamen tak banyak memberi kelegaan bagi pendukung Argentina.

Lalu, apa yang bakal dilakukan Van Gaal? Apakah dengan memberikan pengawalan khusus terhadap Messi? Atau dengan meninggikan garis pertahanan hingga mendekati area pertahanan lawan?

Untuk membangun sistem pertahanan itu, Belanda sangat kehilangan Nigel de Jong. Pengalaman dan kecakapan gelandang AC Milan itu sangat penting dalam melapis pertahanan tim dari serangan lawan. Sialnya, Belanda tidak memiliki pelapis yang sepadan.

Menghitung keadaan seperti ini, menyerang merupakan pilihan terbaik bagi Belanda untuk mencari keunggulan secepat mungkin.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics