ANALISIS: Bedah Kekuatan Grup B Babak Delapan Besar ISL 2014

Dua kekuatan sepakbola nasional era perserikatan, Persib dan Persebaya akan saling berhadapan di fase delapan besar Grup B.

OLEH ERIC NOVEANTO Ikuti di twitter

Fase grup Indonesia Super League (ISL) 2014 telah resmi berakhir dan kini mulai memasuki babak delapan besar yang dibagi ke dalam dua grup, di mana masing-masing grup berisi empat tim.

Persaingan di Grup B akan melibatkan Persebaya Surabaya sebagai kampiun wilayah timur, bersama dengan Persip Bandung yang berstatus runner-up wilayah barat. Dua tim lainnya akan ditempati Mitra Kukar sebagai peringkat ketiga wilayah timur dan Pelita Bandung Raya yang finis di posisi keempat barat.

Jelang bergulirnya fase tersebut, Goal Indonesia mencoba untuk mengilas balik perjalanan mereka sepanjang musim ini dan mengulas kans untuk lolos ke babak selanjutnya.

Tampil dominan di wilaah timur menjadikan Persebaya Surabaya sukses memuncaki klasemen akhir fase grup dengan total perolehan poin terbanyak kedua dari semua kontestan ISL, yakni 43 angka atau terpaut tiga poin dari Arema Cronus.

Mengawali musim dengan kurang baik, pasukan Rahmad Darmawan sempat kehilangan angka di dua laga tandang putaran pertama di markas Persela Lamongan dan Persipura Jayapura, ditambah dengan pengurangan poin yang diterima dari FIFA, sempat membuat Green Force dalam posisi sulit. Namun membaiknya kinerja tim di putaran kedua, di mana mereka sukses melewatkan laga tersisa tanpa kekalahan.

Dengan komposisi pemain yang merata di semua lini serta melihat performa yang mereka tunjukkan belakangan ini, rasanya sulit untuk tidak menyebutkan nama klub asal kota Surabaya ini untuk menjadi salah satu dari dua tim yang akan melaju ke babak semi-final.

Usai melewatkan musim-musim sebelumnya dengan kekecewaan, tahun inilah mungkin saat yang tepat bagi Persib Banung untuk kembali menorehkan catatan gemilang dengan menjadi yang terbaik di ISL untuk kali pertama.

Berbekal dengan skuat yang dihuni mayoritas pemain berlabel tim nasional, serta pemain asing yang berkualitas, kubu Maung Bandung menampilkan kinerja luar biasa selama berkiprah di penyisihan grup wilayah barat. Hal itu tak lepas dari perbaikan signifikan dalam hal performa tandang dibandingkan musim lalu. Tahun ini, Persib hanya kehilangan angka di dua laga tandang ketika menyambangi Pelita Bandung Raya dan Semen Padang, dua tim sesama kontestan delapan besar.

Komposisi skuat yang dimiliki klub ibukota Jawa Barat itu merupakan salah satu yang termain di ISL musim ini. Ditunjang dengan ambisi besar manajemen untuk menggapai prestasi tertinggi, tak heran membuat mereka difavoritkan untuk dapat melenggang ke fase semi-final.

Mitra Kukar semakin memantapkan posisi mereka sebagai salah satu kekuatan baru di kancah sepakbola nasional. Konsistensi permainan adalah hal yang tampak jelas dari klub asa Kalimantan Timur tersebut. Sejak musim lalu, Mitra selalu masuk dalam jajaran tim papan atas.

Hal itu tak lepas dari peran serta tangan dingin Stefan Hansson di kursi kepelatihan Naga Mekes. Di bawah arahan juru taktik asal Swedia itu, Mitra kerap tampil perkasa di kandang musim ini. Dari sepuluh laga di Stadion Aji Imbut, mereka hanya kehilangan poin saat ditaklukkan Persebaya Surabaya. Torehan positif selama tampil di hadapan publik sendiri itu menjadi faktor utama mereka dalam menuju fase delapan besar.

Namun mereka harus menermati tren penurunan performa yang terjadi di lima laga terakhir, di mana klub asal Tenggarong itu melewatkan empat laga tanpa kemenangan. Jika berhasil memecahkan masalah tersebut, bukan tidak mungkin Mitra akan mampu menjadi ancaman terbesar dua tim yang diunggulkan melesat ke semi-final.

Salah satu kejutan luar biasa diciptakan Pelita Bandung Raya musim ini. Tim yang bermarkas di kota Bandung itu sejal awal tak diperhitungkan untuk masuk dalam jajaran empat besar wilayah barat, namun mereka pada akhirnya mematahkan prediksi tersebut.

Tak tanggung-tanggung, pasukan berjuluk The Boys Are Back itu sukses menyingkirkan tiga tim lainnya, yang notabene memiliki tradisi lebih kuat seperti Persija Jakarta, Sriwijaya FC dan Barito Putera. Hal itu tak lepas dari keberadaan dan kecerdikan Dejan Antonic sebagai pelatih kepala. Bagaimana tidak, bermaterikan mayoritas pemain muda, tim yang musim lalu nyaris terdergadasi itu mampu menampilkan permainan atraktif yang mengiringi langkah menuju delapan besar.

Meski sukses menggapai target yang di luar ekspektasi awal, status kuda hitam kemungkinan akan kembali disandang PBR. Apabila klub bisa menjaga konsistensi permainan seperti yang ditunjukkan di putaran kedua fase grup, mereka berpotensi sebagai penjegal langkah tim unggulan lainnya.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.