ANALISIS: Bedah Kekuatan Grup A Babak Delapan Besar ISL 2014

Grup A delapan besar menjadi grup yang dihuni dua wakil Indonesia di Piala AFC.

OLEH FARABI FIRDAUSY Ikuti di twitter

Indonesia Super League (ISL) 2014 telah memasuki babak delapan besar yang mana pada fase ini, delapan tim tersebut dibagi menjadi dua grup.

Grup A yang terdiri dari Arema Cronus sebagai juara grup barat ditemani oleh peringkat tiga Semen Padang, sisanya Persipura Jayapura dengan status runner-up wilayah timur bersanding dengan Persela Lamongan yang finis di posisi empat timur, akan bersaing sepanjang Oktober untuk tempat di semi-final.

Goal Indonesia pun coba mengulas para tim dari Grup A dengan mengilas balik perjalanan mereka dan coba menakar peluang mereka mencapai empat besar.

Arema Cronus jadi tim yang paling banyak mengoleksi poin di putaran pertama, mereka mampu menorehkan 14 kemenangan, empat imbang dan dua kekalahan yang membuat mereka mengumpulkan 46 poin. Atau terpaut tiga poin dari milik Persebaya Surabaya sebagai pengumpul poin terbanyak kedua.

Tim asuhan Suharno sudah nampak menakutkan sejak awal kompetisi bergulir dengan mencatatkan lima kemenangan beruntun. Komposisi pemain asing berkelas seperti Gustavo Lopez dan Alberto Goncalves melengkapi komposisi yang dihuni oleh pemain level tim nasional seperti Ahmad Bustomi, Benny Wahyudi, Kurnia Meiga hingga duo asing naturalisasi Victor Igbonefo dan Cristian Gonzales.

Jika berkaca kans, sulit untuk menyudutkan Arema untuk melanggeng ke semi-final. Singo Edan pun sudah menunjukkan kapasitas mereka dengan menteken tempat di turnamen pramusim Inter Island Cup yang hingga kini tak jelas kapan finalnya.

Tahun ini Persipura Jayapura melejit dan bukan hanya berbicara di kasta tertinggi lokal. Mereka juga mengukir sejarah untuk sepakbola Indonesia sebagai tim pertama yang sukses melaju ke semi-final Piala AFC 2014. Bahkan lawan yang harus mereka langkahi pun tak main-main, yakni SC Kuwait yang dicap sebagai klub tersukses dalam sejarah kompetisi kasta dua Asia itu.

Tapi jika kembali ke ISL, selama di fase grup boleh dibilang penampilan Mutiara Hitam tidak wah-wah amat. Mereka juga tidak superior layaknya musim lalu saat menjadi kampiun. Di mana Boaz Solossa cs tidak terkalahkan selama 26 laga! Sedangkan start mereka di babak grup musim lalu tidak lancar, meraih tiga hasil imbang dan satu kemenangan di empat laga awal.

Namun Anda tidak bisa menutup mata bahwa Persipura adalah Persipura, salah satu yang memainkan sepakbola terbaik di negeri ini dengan naungan dari pelatih sekaliber jacksen dan sumber daya pemain asli berkualitas. Maka lolos ke semi-final takkan terlalu sulit, kecuali jika Piala AFC bisa benar-benar menyita mereka.

Sempat vakum dari ISL dan berlaga di Liga Premier Indonesia tidak serta merta membuat keperkasaan klub berjuluk Kabau Sirah ini luntur. Berbeda dengan PSM Makassar, Persijap Jepara atau Persiba Bantul. Kondisi Semen Padang begitu stabil hingga bisa mengantarkan mereka ke delapan besar.

Jadi salah satu klub yang sehat finansial dan waras dalam mencomot pemain menjadikan tim besutan Jafri Sastra masih bisa bersaing bahkan mengalahkan jawara di barat seperti Persib Bandung dan Arema. Mereka mengontrak pemain sesuai kebutuhan dan efektif. Seperti Osas Saha dan Valentino Telaubun yang masuk putaran kedua dan mampu memberikan kontribusi.

Esteban Vizcarra dan kolega akan mampu bersaing ke empat besar. Mereka memiliki mental tandang yang baik musim ini, Eka Ramdani cs mencatatkan kemenangan impresif di dua laga tandang kontra Arema dan Persib pada putaran grup. Serta mengumpulkan tiga poin lebih banyak dari Persipura (15 poin) kala away. Bisa jadi ancaman terbesar Persipura yang membelah fokusnya untuk Piala AFC.

Hal yang wajar jika menyebut Persela Lamongan sebagai wakil keempat wilayah timur adalah tim jago kandang. Bahkan pelatih mereka sendiri, Eduard Tjion, heran mengapa Roman Golian cs begitu perkasa di Surajaya namun melempem kala away.

Bayangkan saja, mereka hanya bisa membungkus tujuh poin dari sepuluh pertandingan kala bersatus sebagai tim tamu! Tapi bicara soal kandang, Laskar Joko Tingkir tidak kalah dalam sembilan pertandingan, meraih 21 poin hasil enam kali menang dan tiga imbang. Sedangkan satu kekalahan dialami pada laga penutupan wilayah timur kontra Perseru Serui, di mana Eduard Tjion langsung merasa bersalah dan minta maaf.

Menafsirkan dari performa mereka di fase pertama, rasanya sulit untuk klub pujaan LA Mania menembus semi-final. Realitanya dua tim asal wilayah barata, Semen Padang dan Arema, punya rekor tandang baik yang bisa saja menaklukkan Stadion Surajaya layaknya Serui.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.