ANALISIS: Formasi Palsu Atletico Madrid Runtuhkan Santiago Bernabeu

Atletico Madrid menampilkan starting eleven palsu untuk meruntuhkan Real Madrid di Santiago Bernabeu.

OLEH AHMAD REZA HIKMATYAR Ikuti @rezahikmatyar di twitter

Atletico Madrid seakan menegaskan status mereka sebagai penguasa kota Madrid dan Spanyol dengan sukses menghempaskan juara Liga Champions, Real Madrid, lewat skor 2-1, pada jornada ketiga Liga BBVA Spanyol 2014/15, Minggu (14/9) dini hari WIB.

Tak main-main karena Los Rojiblancos melakukannya di stadion sang saudara, Santiago Bernabeu. Mereka juga berlaga tanpa didampingi sang pelatih kharismatik, Diego Simeone, di pinggir lapangan akibat skorsing. Namun jangan sangka jika sihir sang entrenador hilang begitu saja.

Pengaruh Simeone di lapangan justru amat kental terasa setelah ia mentransformasikannya pada sang asisten, German Burgos. Ya, Atletico sanggup memenangi laga karena berhasil mengeksploitasi dua kelemahan utama El Real, yakni set-piece dan fullback error.

Bukan rahasia lagi, meski musim lalu sanggup mencapai impian meraih La Decima, kelemahan Madrid dalam menghadapi situasi bola mati begitu tampak. Duo benteng, Sergio Ramos dan Pepe tak pernah benar-benar bisa menempel gerak-gerik lawan ketika situasi tersebut terjadi. Sang kiper utama, Iker Casilllas, juga bersalah karena jarang mengomandoi rekan-rekannya untuk menjaga kerapatan jarak dalam area krusial, ketika momen set-piece tiba.

Sebaliknya, salah satu taktik andalan Atletico adalah memanfaatkan situasi bola mati, utamanya melalui sepak pojok. Contoh mudah saat melawan Madrid bisa kita saksikan pada gol Diego Godin di final Liga Champions, atau yang terbaru saat Raul Garcia menyamakan keadaan 1-1 di leg pertama Piala Super Spanyol 2014.

Dan Tiago Mendes mampu merangkumnya dengan sempurna, untuk mencetak gol dengan memanfaatkan situasi identik dalam bentrok dini hari lalu. Laga baru memasuki menit kesepuluh, konsentrasi para penggawa Madrid belum terfokus dan boom! Seketika sang gelandang 33 tahun mengubah keadaan menjadi 1-0 lewat tandukannya menyambut eksekusi Koke.

Tiago Mendes memanfaatkan kelemahan Real Madrid melalui situasi bola mati

Cristiano Ronaldo memang berhasil menyamakan keadaan melalui titik putih, sekaligus mengembalikan dominasi Los Blancos dalam permainan. Namun di titik itulah kita dibuat kagum oleh resep kedua ala Simeone untuk berjaya di Bernabeu.

Awalnya kita tentu dibuat heran dengan starting XI Atletico yang menarapkan formasi 4-4-2, di mana Mario Mandzukic berdampingan dengan Raul Jimenez di lini depan. Mengherankan, karena Simeone - tentunya melalui Burgos - tidak menurunkan Antoine Griezmann dan Arda Turan, alih-laih menempatkan Mandzukic sendirian di depan dalam skema favorit 4-2-3-1 atau 4-5-1.

Alhasil, kreativitas permainan Gabi Fernandez cs begitu minim dengan pola aliran bola berpusat ke tengah tanpa mampu memanfaatkan lebar lapangan. Atletico pun terus tampil di bawah tekanan dalam satu jam jalannya pertandingan.

Tidak segalanya berjalan buruk dengan skema tersebut, karena statistik berbicara bahwa Madrid tak bisa benar-benar menghasilkan peluang berarti di sepanjang laga. Bayangkan, dari 21 tembakan ke arah gawang yang dilesatkan, hanya empat yang tepat sasaran!

Namun bukan itu tujuan sejati formasi "palsu" 4-4-2 ala Atletico, karena sasaran mereka adalah mengeksploitasi fullback error Madrid, yang saat itu diisi oleh Alvaro Arbeloa di sisi kanan, dan Fabio Coentrao di sisi kiri.

Harus diakui, selepas era Roberto Carlos dan transformasi posisi Sergio Ramos, hingga kini Los Blancos tak pernah memiliki fullback mumpuni dengan tingkat konsistensi tinggi. Marcelo mungkin yang terbaik di antara deretan fullback lain, namun pemain Brasil itu adalah sang pembuat onar.

Dalam skema awal, Raul Garcia dan Koke bermain terlalu ke dalam untuk diplot sebagai seorang winger. Bukan tanpa alasan, hal itu dilakukan untuk memancing Arbeloa dan Coentrao agar lebih sering maju ke depan. Dengan Atletico yang bermain bertahan, intensitas kedua pemain tersebut untuk naik terlampau sering.

Imbasnya langsung tertuju pada titik lemah Arbeloa dan Coentrao, yakni stamina! Kala momen itu tiba di satu jam jalannya laga, Burgos langsung bereaksi dengan memasukkan Arda Turan dan Antoine Griezmann. Seketika formasi langsung berubah menjadi 4-2-3-1, dengan kedua pemain mengisi peran winger, sementara Raul Garcia berada di belakang Mandzukic.

Atletico pun keluar dari tekanan dan permainan mereka jadi lebih hidup. Gelombang serangan dilancarkan dan kesemuanya terasa lebih menyengat. Pastinya, Arbeloa dan Coentrao-lah yang jadi sasaran serangan. Beberapa kesalahan kecil pun mereka lakukan, seiring terkurasnya stamina untuk mengejar laju Turan dan Griezmann.

Puncaknya terjadi di menit ke-76. Berawal dari kontrol bola kelas dunia Griezmann yang mengelabui Coentrao. Sisi kanan yang kosong dimanfaatkan Juanfran yang maju ke depan untuk mengirim umpan pada Raul Garcia. Secara indah gelandang 28 tahun itu lantas melakukan dummy untuk membiarkan aliran bola tertuju pada Turan yang berdiri kosong. Tanpa ampun, sang bintang Turki melepaskan tembakan menysusur tanah yang langsung membawa Los Cholconeros unggul 2-1!

Pelatih Madrid, Carlo Ancelotti, baru tesadar akan formasi palsu yang diterapkan Atletico. Ia lantas mengganti Arbeloa dengan Rapahel Varane, namun segalanya sudah terlambat. Los Indios akhirnya pulang membawa poin penuh dalam derby Madrid di Santiago Bernabeu.

“Perubahan taktik ini berjalan sangat baik dan di 15 menit terakhir kami bermain sesuai dengan yang kami inginkan. Yang membuat saya puas dalam laga ini adalah para pemain yang turun sebagai pemain cadangan bekerja sesuai ekspektasi saya,” papar Simeone yang hadir di tribun penonton selepas laga.

Ya, meski ditinggal sejumlah bintang macam Diego Costa, Felipe Luis, hingga Thibaut Courtois, percayalah jika Atletico Madrid masih bisa berbicara banyak musim ini. Sosok Diego Simeone jadi tumpuan mereka untuk kembali menghadirka berbagai kejutan, melalui sihirnya dalam racikan taktik memesona!

addCustomPlayer('16r3vbwcs9eb21m1q9qd9196id', '', '', 620, 540, 'perf16r3vbwcs9eb21m1q9qd9196id', 'eplayer4', {age:1407056178000});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics