ANALISIS: Kepergian Riccardo Montolivo Paksa Italia Ubah Skema

Timnas Italia tak bakal mengganti tempat Riccardo Montolivo dan akan mengubah skema permainan.

OLEH AHMAD REZA HIKMATYAR Ikuti @rezahikmatyar di twitter
Banyak agenda yang dicanangkan tim-tim peserta Piala Dunia 2014 dalam partai uji coba internasional pekan lalu. Mulai dari ajang seleksi final pemain untuk skuat resmi, inovasi taktik, hingga pematangan permainan. Namun nasib buruk justru harus menimpa salah satu kandidat kuat juara, Italia.

Ya, Gli Azzurri harus kehilangan salah satu pilarnya di starting XI, Riccardo Montolivo, akibat cedera saat beruji coba dengan Republik Irlandia, Minggu (1/6) dini hari WIB. Hal itu terjadi karena kapten AC Milan ini berbenturan keras dengan bek lawan, Alex Pearce. Tak terlalu parah sejatinya, hingga pemain berusia 28 tahun itu memaksa untuk berjalan yang malah mematahkan tulang tibianya.

Kehilangan seorang Montolivo mungkin jadi bencana yang tak lebih besar dibanding kehilangan Andrea Pirlo atau Mario Balotelli. Namun faktanya, keberadaan sahabat baik Giampaolo Pazzini itu sungguh fundamental dalam taktik ideal sang pelatih, Cesare Prandelli. Pakem formasi 4-3-1-2 yang jadi andalan sejak babak kualifikasi Euro 2012 lalu bakal dirombak seiring kepergian Si No. 18.

Dalam skema tersebut Montlivo ditempatkan sebagai seorang trequartista bayangan di belakang dua striker. Ia jadi penghubung utama aliran bola tim, dari lini tengah ke lini depan. Kombinasinya dengan Pirlo membuat permainan jadi lebih seimbang, karena mereka jadi otak kerapatan lini per lini juara dunia 2006 tersebut.

Memang masih ada nama Alberto Aquilani, Marco Parolo, hingga Claudio Marchisio yang bisa mengisi pos tersebut. Namun mereka tidak sebaik ketika berada dalam posisi tiga gelandang tengah sejajar. Ritme yang ada beresiko rusak, sehingga pergantian formasi di tengah laga besar kemungkinannya untuk terjadi. Prandelli jelas tak akan mengambil resiko tersebut di ajang sebesar Piala Dunia

Pencoretan Giuseppe Rossi dalam 23 nama final skuat Italia menghadirkan beragam opini. Prandelli terlihat sengaja mengakomodasi tempat bagi Antonio Cassano, Alessio Cerci, dan Lorenzo Insigne. Alsannya apa lagi jika bukan memaksimalkan peran dari winger di Brasil esok, alih-alih memasang dua striker di depan yang butuh pelayan berkelas macam Montolivo.

Melihat gelagat tersebut, Goal Indonesia coba menganalisis segala kemungkinan yang akan dicoba mantan nakhoda Fiorentina tersebut untuk mengatasi kepergian Motolivo di Piala Dunia 2014 nanti.

Dalam era kepemimpinannya, Prandelli nyaris tak pernah menggunakan skema 3-4-2-1. Namun meski hanya dua kali menerapkannya, Italia mampu tampil hebat dengan formasi tersebut.

Selain menang 2-1 atas Republik Ceko di kualifikasi Piala Dunia 2014, publik tentu masih ingat bagaimana Gli Azzurri sukses memenangi taktik di babak semi-final Piala Konferderasi 2013 melawan Spanyol. Sang juara dunia dan Eropa mereka buat frustrasi bahkan nyaris kalah hingga memaksakan babak adu penalti.

Dalam perkembangannya skema tersebut bakal berubah menjadi 3-1-4-2, di mana Andrea Pirlo akan menegaskan posisinya sebagai jangkar. Claudio Marchisio dan Thiago Motta bertugas jadi pelayan striker tunggal di depan sekaligus pengalir bola, sementara Daniele De Rossi jadi orang yang merusak dan memutus aliran serangan lawan. Skema tersebut memaksa permainan terpusat di tengah, sehingga para winger memiliki ruang lebih untuk memimpin serangan bailk.

Sayangnya Italia tidak bisa bermain forntal dengan skema ini. Segalanya baru berjalan efektif jika mereka mau menderita dengan menahan serangan lawan hingga muncul satu titik celah kosong, untuk balas memberi hukuman.

Harus diakui jika 3-5-2 ala Timnas Italia diadaptasi dari skema sang juara Serie A Italia, Juventus. Namun perbedaan mencolok terlihat ketika Prandelli lebih memilih De Rossi sebagai bek tengah, alih-alih menempatkan Leonardo Bonucci.

Wakil kapten AS Roma itu dipercaya karena memiliki visi permainan yang lebih luas. Hal itu amat dibutuhkan karena dalam skema ini La Nazionale dipaksa bermain dalam tempo cepat, mobilitas tinggi, dengan high defensif line sempurna.

Permainan bola di udara bakal lebih dikedepankan dengan dukungan kuantitas di lini tengah. Di sinilah peran De Rossi jadi makin krusial. Ketika Pirlo dimatikan lawan, Il Nuovo Principe-lah yang bertugas mengalirkan bola ke depan lewat umpan-umpan lambung akurat.

Masalah hadir tatkala Italia tak lagi memiliki winger mumpuni untuk formasi ini. Ya, pencoretan Christian Maggio dan Manuel Pasqual menhadirkan imbas negatif. Saat ini merekalah pemain terbaik Negeri Pizza di pos sayap, untuk sistem 3-5-2.

Dari empat kali penerapan Prandelli dengan skema ini, enam gol mampu dihasilkan. Lebih dalam karena di empat duel tersebut Italia tak pernah kalah dan selalu mencetak gol.

Sulit membayangkan Italia yang terkenal dengan catenaccio tampil super menyerang lewat formasi 4-3-3. Namun inilah La Nazionale yang sekarang dan dari pemilihan 23 pemainnya, Prandelli mulai memperlihatkan gelagat bakal menggunakan skema tersebut di Piala Dunia 2014.

Dengan ketidakhadiran Montolivo di dalam skuat, skema ini memang jadi opsi terbaik dan paling masuk akal menilik komposisi skuat tersedia. Peran Il Capitano Milano besar kemungkinan akan dialihkan pada Alessio Cerci atau bahkan Lorenzo Insigne yang bereperan sebagai winger. Posisi tersebut amat krusial perannya dalam skema ini, karena jadi pusat serangan.

Permainan melebar akan diterapkan, tempo jadi semakin tinggi, dan stamina bakal lebih cepat terkuras. Namun keberadaan Pirlo dengan didamping De Rossi dan Marchisio membuat segalanya menjadi mungkin. Sedangkan Mario Balotelli bisa lebih eektif dan siap jadi monster ketika mendapat asupan bola bergizi.

Lagi-lagi, formasi 4-3-3 ternyata sudah tak asing bagi Italia di bawah asuhan Prandelli. Hasilnya fantastis, karena dari empat kali penerapan sejak awal pertandingan, Tim Biru Langit sukses menorehkan 13 gol! Namun keseimbangan tim jadi bayaran, menilik enam gol yang juga bersarang di gawang mereka.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics