Analisis & Prediksi Grup B Piala Dunia 2014

Berada di grup maut, Spanyol diprediksi akan melenggang ke fase gugur.

OLEH DEWI AGRENIAWATI

Ikhtisar: Datang ke Brasil dengan status juara bertahan, Spanyol kembali masuk daftar unggulan untuk memetik hasil impresif di Amerika Selatan. Kombinasi pemain lama dan wajah baru yang dipanggil pelatih Vicente Del Bosque dianggap bakal jadi penantang serius buat Brasil yang juga termasuk tim favorit. Perjalanan mulus dilalui La Furia Roja sepanjang kualifikasi zona Eropa, memuncaki Grup I dengan 20 poin hasil dari enam kemenangan dan dua kali imbang, unggul tiga dari Prancis yang finis runner-up. Kredit pantas diberikan kepada lini belakang dengan hanya kebobolan tiga gol – paling sedikit di antara tim Eropa lainnya – tapi di sisi lain, cuma mampu melesakkan 14 gol menjadi perhatian tersendiri karena torehan ini kalah jauh dibandingkan tim juara grup lain. Meski begitu, tren positif dilanjutkan Tim Matador setelah memungkas rangkaian kualifikasi. Dari empat laga ujicoba, Andres Iniesta dkk hanya sekali kalah dari Afrika Selatan pada 19 November silam dan sisanya diukir dengan kemenangan.

Taktik: Memanggil tujuh pemain Barcelona ke timnas jelas merupakan indikasi Del Bosque untuk mempertahankan permainan tiki-taka yang membawa timnya sukses merebut gelar di Piala Dunia 2010 dan Euro 2012. Komitmen Del Bosque mengusung formasi 4-2-3-1, dengan seorang “striker palsu” memungkinkan Spanyol untuk mendominasi permainan. Ini adalah mantra sepakbola Spanyol, sehingga meski gelandang mereka tidak dalam kondisi terbaik, La Roja tetap bisa mengantur ritme permainan. Walau gaya ini dianggap membosankan, Spanyol terbukti berhasil menyabet tiga turnamen mayor secara beruntun untuk membungkam peragu. Meski begitu, Del Bosque tetap harus waspada karena tika-taka Tim Matador tak bertuah saat meladeni Brasil di final Piala Konfederasi tahun lalu.

Ikhtisar: Belanda memastikan tiket ke putaran final Piala Dunia Brasil dengan mencatat hasil positif, mengepak 28 poin – tertinggi bersama dengan Jerman – untuk memuncaki klasemen Grup D. Imbang 2-2 versus Estonia merupakan satu-satunya hasil minor Oranje di kualifikasi dan torehan 34 gol dari sepuluh pertandingan menempatkan Belanda sebagai tim tersubur kedua di belakang Jerman di zona Eropa. Kemenangan 2-0 atas Andorra menempatkan mereka, bersama Italia, menjadi tim Eropa pertama yang menyegel tiket ke Brasil. Skuat Louis van Gaal finis dengan keunggulan sembilan poin atas Romania, gap yang hanya disamakan oleh negara tetangga mereka, Belgia. Persiapan Oranje menuju Piala Dunia sempat terganggu dengan cederanya beberapa pemain andalan mereka, mulai dari Kevin Strootman hingga Rafael van der Vaart, tapi menilik hasil uji coba empat laga ke belakang, Belanda meraup dua kemenangan dan masing-masing sekali seri serta kalah.

Taktik: Louis van Gaal biasa menggunakan formasi 4-3-3 di kualifikasi dan pertandingan persahabatan, tapi pelatih dipaksa putar otak setelah kehilangan gelandang Kevin Strootman. Tanpa Strootman dan pengganti sepadan, Van Gaal hampir pasti memainkan sistem 5-3-2 yang bisa dengan mudah berubah menjadi 3-5-2, sebuah variasi ofensif yang mudah diadaptasi gaya Belanda. Kapten Van Persie akan diuntungkan dengan sistem baru ini karena dia bisa memiliki ruang gerak lebih luas.

Ikhtisar: Setelah Cili memulai kampanye mereka dengan mengantungi 12 dari 18 poin yang ditawarkan, termasuk kemenangan tandang di Bolivia dan Venezuela, tiga kekalahan beruntun (melawan Kolombia dan Argentina) memaksa pelatih Claudio Borghi kehilangan jabatan. Jorge Sampaoli kemudian ditunjuk sebagai pelatih, namun debutnya berakhir buruk di Peru. Tapi, itu tampaknya menjadi titik balik Cili untuk mencatat rangkaian hasil positif, meraih lima kemenangan dan sekali imbang di enam laga berikut untuk lolos kedua kali secara beruntun ke Piala Dunia. Di bawah besutan Sampaoli, La Roja menjadi tim yang menyerang, dengan torehan 29 gol sepanjang kualifikasi menjadi bukti. Namun, mereka juga kebobolan lebih banyak (25 kali) dari tim kontinen lain yang memastikan lolos otomatis dan hanya sekali meraih imbang dari 16 partai kualifikasi.

Taktik: Secara taktik, Sampaoli memiliki kesamaan dengan Marcelo Bielsa, mengusung pola menyerang dengan menempatkan tiga bomber: dua di sisi sayap untuk mendampingi seorang striker di tengah. Pemain sayap juga menjadi faktor penting dalam tim Sampaoli. Dua wing-back – Eugenio Mena dan Mauricio Isla – punya peran vital dalam taktiknya, sebagai pemain cepat untuk membuat instruksinya berjalan lancar. Koneksi Isla dan Alexis Sanchez di sisi kanan diyakini akan membahayakan tim lawan. Tapi, seperti tim dengan pola menyerang lainnya, lini belakang menjadi kelemahan Cili. Mereka tak punya bek tengah tangguh yang dapat menjegal serangan lawan, terutama bola atas sehingga Gary Medel, gelandang Cardiff, kemungkinan akan diturunkan sebagai bek tengah.

Ikhtisar: Perjalanan Australia menembus putaran final di Brasil tidak terlalu mulus. Comeback kontra Thailand dan kalah dari Oman di penyisihan grup putaran ketiga kualifikasi zona Asia menjadi alarm buat mereka, meski akhirnya lolos ke fase berikut sebagai juara grup. Di putaran selanjutnya, Australia ditahan oleh Oman dan Jepang sebelum kalah 2-1 dari Jordan. Namun, mereka kembali ke jalur kemenangan dengan membekuk Irak 2-1, sebelum seri dua kali dan kalah 4-0 dari Jordan membuat posisi mereka terancam. Tapi, Socceroos tetap tenang di laga terakhir melawan Irak dan gol telat pemain pengganti Josh Kennedy memastikan mereka lolos ke turnamen akbar. Pelatih Holger Osieck dipecat Oktober 2013 setelah dua kekalahan konsekutif dari Brasil dan Prancis, dengan mantan pembesut Brisbane Roar dan Melbourne Victory Ange Postecoglu menjadi suksesornya.

Taktik: Australia tengah dalam periode transisi, dengan pelatih anyar dan beberapa generasi emas pensiun atau tidak dipanggil. Pelatih anyar Ange Postecoglou juga tak punya banyak waktu untuk mempersiapkan timnya – hanya tiga laga uji coba sebelum terlibat di Piala Dunia. Formasi 4-2-3-1 masih menjadi pakem Socceroos dengan Cahill andalan di lini depan. Mengharapkan dampak besar di tengah waktu sempit tampaknya terlalu tinggi untuk Australia, apalagi mereka harus bersaing dengan tim kuat seperti Spanyol, Belanda dan Cili untuk lolos penyisihan grup. Tapi, mereka bisa mengandalkan serangan balik untuk memanfaatkan ruang yang ditinggal lawan.

Klasemen Akhir
Poin

Cili Menyengat, Belanda Angkat Koper

1.

Spanyol
7

Spanyol 2-1 Belanda
Cili 2-0 Australia
Australia 1-3 Belanda
Spanyol 2-2 Cili
Australia 1-3 Spanyol
Belanda 2-2 Cili

2.

Cili
5

3.

Belanda
4

4.

Australia
0

Label favorit tidak akan memberatkan langkah Spanyol unyuk melaju ke fase berikutnya. Berada di grup kompetitif, La Furia Roja diprediksi bakal memuncaki klasemen usai mengepak dua kemenangan dan sekali imbang melawan Cili. Kuda hitam dari Amerika Selatan akan jadi paket kejutan di Grup B dengan menemani tim Vicente del Bosque melenggang ke fase gugur, setelah memenangkan laga pertama kontra Australia dan menahan imbang Spanyol serta Belanda. Sementara Belanda harus gigit jari merasakan sengatan Cili dan angkat koper lebih dulu. Hal yang sama juga didapat Australia yang diprediksi tak mendapat poin sepanjang penyisihan grup.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics