Analisis & Prediksi Grup C Piala Dunia 2014

Jepang, Kolombia dan Pantai Gading diyakini akan terlibat dalam pertarungan sengit untuk dapat lolos menuju babak selanjutnya.

OLEH ERIC NOVEANTO Ikuti di twitter

Ikhtisar: Kolombia memulai babak kualifikasi zona Amerika Latin dengan torehan cukup memuaskan, mampu mengoleksi empat poin dari dua laga awal. Namun kekalahan di kandang saat menjamu Argentina berujung pada pemecatan Leonel Alvarez. Kedatangan Jose Pekerman sebagai suksesor menjadi titik balik. Pelatih asal Argentina itu membangkitkan performa tim dan sukses meraih lima hasil sempurna dari enam laga yang dilakoni, catatan itu semakin memantapkan langkah Kolombia menuju putaran final Piala Dunia pertama kali sejak terakhir kali mereka bukukan pada tahun 1998. Hanya persiapan menuju Brasil sedikit kurang meyakinkan usai hanya mendapatkan satu kemenangan dari tiga laga uji coba yang mereka jalani sepanjang 2014.

Taktik: Pertahanan kuat menjadi ciri khas Kolombia selama ini, namun hal itu tak diimbangi dengan buruknya kinerja lini depan. Namun kini dengan adanya sosok striker berkualitas mumpuni seperti Radamel Falcao - yang ironisnya harus absen di putaran final - memberikan opsi lebih bagi Jose Pekerman untuk meracik strategi penyerangan tim. Dengan formasi 4-2-2-2 pergerakan tunggal bomber AS Monaco itu ditopang talenta lain seperti Jackson Martinez, Carlos Bacca dan Adrian Ramos. Komposisi itu ditunjang dengan pergerakan James Rodriguez dan Juan Guillermo Cuadrado ataupun Juan Camilo Zuniga yang gemar mengirimkan umpan mematikan dari sektor sayap.

Ikhtisar: Tergabung di grup G babak kualifikasi zona Eropa, Yunani sedia kala difavoritkan untuk melenggang mulus menuju babak final Piala Dunia. Hadangan Slovakia, Latvia, Lithuania serta Liechtenstein mampu mereka lewati sesuai prediksi banyak kalangan. Namun tidak dengan Bosnia-Herzegovina, tim asal Balkan tersebut tampil menjadi batu sandungan Ethniki. Bahkan dalam dua kali pertemuan, pasukan Fernando Santos tak mampu menaklukan mereka. Kedua tim bersaing ketat hingga laga pamungkas, Yunani harus puas menduduki posisi runner-up. Tiket menuju Brasil baru mereka raih usai mengalahkan Rumania dengan agregat 4-2 di babak play-off. Persiapan Yunani menuju ajang empat tahunan tersebut tercatat kurang memuaskan. Sepanjang tahun 2014, hanya menang sekali dari empat laga yg dilakoni.

Taktik: Peragaan pola bertahan ketat dengan kombinasi serangan balik mematikan, hal tersebut melekat kental menjadi bagian skuat Yunani dalam beberapa tahun terakhir. Skema yang mereka terapkan tersebut sukses mengejutkan dunia saat menjadi kampiun Piala Eropa 2004. Namun speninggal Otto Rehhagel, Fernando Santos yang masuk sebagai suksesor sedikit mengubah paradigma tersebut. Dengan pola 4-3-3, Santos tetap mengandalkan taktik yang sama. Kini peran Giorgos Karagounis tak hanya sekadar gelandang bertahan, namun bertugas sebagai pengatur tempo serta pembagi bola ke depan.

Ikhtisar: Dua fase babak kualifikasi zona Afrika mampu dilalui Pantai Gading tanpa hambatan berarti. Di putaran kedua kualifikasi, pasukan Sabri Lamouchi sukses melewati hadangan Maroko untuk melenggang menuju tahapan berikutnya. Babak penentuan pun mereka hadapi saat harus bertemu Senegal dalam dua laga kandang dan tandang yang memperebutkan tiket menuju Brasil. Berbekal pengalaman dan kematangan para penggawa mereka, skuat The Elephants tampil digdaya di ronde tersebut dan menyingkirkan sang rival dengan skor agregat 4-2. Hanya selama masa persiapan menuju Piala Dunia, Pantai Gading belum menunjukan kinerja maksimal. Dari tiga laga persahabatan sepanjang tahun 2014, hanya satu kemenangan yang berhasil mereka bukukan.

Taktik: Sebagian skuat Pantai Gading dipenuhi dengan sejumlah pemain berpengalaman, faktor yang diharapkan akan mampu mengantarkan mereka melangkah lebih jauh di Brasil nanti. Hadirnya Sabri Lamouchi, sosok pelatih muda membawa perbedaan tersebdiri dalam corak permainan Les Elephants. Sejak Piala Afrika 2013 dan babak kualifikasi, kerap memainkan pola 4-3-3, pembaharuan dari 4-4-2 sebelumnya, yang kini lebih banyak mengandalkan kecepatan dan bakat melimpah di lini sayap seperti Gervinho dan Salomon Kalou. Pilihan skema yang terbukti ampuh sejauh ini.

Ikhtisar: Jepang merupakan kontestan pertama yang memastikan lolos ke Brasil usai mencatatkan hasil memuaskan selama babak kualifikasi zona Asia berlangsung. Kendati sempat terlambat panas saat memulai babak kualifikasi tersebut, tim Samurai Biru itu akhirnya mampu menunjukan mental juara mereka dengan melewati hadangan rakasa Asia lainnya seperti Australia dan Korea Utara. Persiapan skuat asuhan Alberto Zaccheroni jelang Piala Dunia terbilang cukup memuaskan. Sepanjang tahun 2014, kesebelasan Negeri Matahari Terbit itu belum tersentuh satu pun kekalahan dalam rangkaian empat laga uji coba. Tentunya hal tersebut semakin memantapkan langkah mereka yang mengusung target tinggi di kompetisi akbar tersebut.

Taktik: Sejak mengambil alih peran Takeshi Okada sebagai pelatih kepala, Alberto Zaccheroni gemar menerapkan taktik 4-2-3-1 dengan gaya khas Italia di kesebelasan utama Jepang. Hal mendasar lainnya yang dilakukan mantan allenatore Juventus itu adalah melakukan peremajaan ti tubuh tim, dengan memanggil sejumlah pemuda untuk menopang skema serangan yang menggandalkan sektor sayap. Di bawah arahan Zac, Samurai Biru sukses meraih gelar Piala Asia 2011, serta mengejutkan dunia saat menghempaskan Argentina dengan skor 1-0 dalam sebuah laga uji coba akhir 2010.

Klasemen Akhir

Poin

Jepang juara grup, Kolombia runner-up

1.

Jepang

7

Kolombia 2-0 Yunani
Pantai Gading 1-2 Jepang
Kolombia 1-1 Pantai Gading
Jepang 1-0 Yunani
Jepang 0-0 Kolombia
Yunani 1-3 Pantai Gading

2.

Kolombia

5

3.

Pantai Gading

4

4.

Yunani

0

Target tinggi yang dicanangkan Jepang, serta minimnya hambatan yang mereka dapat selama masa persiapan membuat pasukan Samurai Biru itu diprediksi akan mampu mengerahkan kemampuan maksimal mereka di pentas Piala Dunia mendatang. Hanya saja, kekuatan yang dimiliki Kolombia dan Pantai Gading tak bisa dipandang sebelah mata kendati kedua kesebelasan tersebut dirundung permasalahan akibat cederanya sejumlah pemain kunci. Laga ketat yang memperebutkan tiket menuju fase gugur diyakini akan melibatkan tiga tim tersebut. Sementara Yunani dengan catatan penampilan yang kurang baik, membuat mereka dipercaya akan kesulitan untuk telibat dalam persaingan Grup G.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics