Analisis & Prediksi Grup E Piala Dunia 2014

Inilah bingkai persaingan yang akan terjadi di Grup E selama perhelatan Piala Dunia 2014.

OLEH ANUGERAH PAMUJI Ikuti Anugerah Pamuji di twitter

Ikhtisar: Swiss melakoni kualifikasi Piala Dunia 2014 dengan mulus. Mereka seolah tak terbendung meninggalkan para pesaingnya.

Dari 10 laga yang tersedia, disapu dengan tanpa kekalahan: tujuh kemenangan dan sisanya berakhir imbang. Hebatnya, mereka mampu mengakhiri laga dengan clean sheet sebanyak tujuh pertandingan.

Rossocrociati pun mengklaim tiket ke Brasil dengan menyisakan satu pertandingan, dan di akhir kualifikasi mereka membuat gap tujuh poin dengan peringkat kedua, Eslandia.

Taktik: Swiss bermain dengan umpan-umpan yang rapih dan tak segan menekan lawan. Mereka kini jauh lebih menampilkan gaya sepakbola menyerang ketimbang Swiss yang kita kenal karena kritikan gaya bermain defensif pada Piala Dunia terakhir. Dua gelandang sentral menjaga bentuk kedisiplinan antara lini depan dan belakang. Tapi salah satu dari mereka bisa didorong ke depan ketika Swiss melakukan manuver penyerangan. Xherdan Shaqiri memulai dari sisi kanan dalam sistem 4-2-3-1 tapi dalam prosesnya dia bisa merangsek ke posisi sentral ketika dia memberi ruang jelajah bagi bek kanan Stepham Lichtsteiner. Pola hubungan keduanya menjadi kunci dari permainan menyerang tim.

Ikhtisar: Ekuador berada di posisi kedua zona Amerika Selatan setelah 10 pertandingan, namun hanya memenangkan satu dari enam laga terakhir.

Amat krusial karena kemenangan itu diklaim pada dua laga terakhir menghadapi rival terdekatnya, Uruguay, untuk mengamankan tiket lolos otomatis. Pelatih Reinaldo Rueda mempersembahkanf pencapaian ini kepada striker kunci Christian Benitez, yang wafat mendadak akhir Juli lalu karena gagal jantung.

Meski lolos, Ekuador punya catatan buruk selama kualifikasi, yakni tak pernah menang tandang.

Taktik: Tumpuan permainan mereka ada di sayap. Ekuador akan menggeser bola ke sisi lapangan dengan begitu cepat, di mana kapten Antonio Valencia menawarkan kecepatan dan power di sisi kanan dan Jefferson Montero memiliki keberanian dan kemampuan dribel aduhai di sisi kiri. Fullback mereka akan bergabung sebagai pendukung sayap. Taktik ini bisa efektif, terutama pada serangan balik. Namun memainkan dua penggawa di sayap dan dua penyerang membuat pertahanan jadi mudah diekspos. Kematian sang penyerang Christian Benitez musim panas lalu juga telah mengganggu keseimbangan, yang mana sejauh ini belum ada pengganti sepadan tersedia.

Ikhtisar: Di akhir masa kualifikasi, mereka duduk di posisi ketiga kendati hanya meraup dua clean sheet dalam 10 pertandingan.

Yang paling heroik terjadi ketika mereka mampu membuat publik Amerika Serikat bungkam dalam kemenangan 2-1 di laga itu.

Hasil serupa sebagai tamu juga dipetik mereka kala melawat ke Meksiko, sebelum hasil imbang 2-2 kontra Jamaika sudah cukup bagi mereka untuk terbang ke Brasil.

Taktik: Kesuksesan ke Piala Dunia untuk kali kedua secara berturut-turut merupakan sebuah pencapaian yang tidak pernah mereka rasakan sebelumnya, dan pelatih Honduras Luis Fernando Suarez menyatakan catatan ini adalah pemompa semangat untuk melangkah lebih jauh. Kemenangan di laga perdana Piala Dunia akan mewakili ambisi sang pelatih, tapi kebanyakan pihak sepertinya tak menampik menempatkan Honduras sebagai tim teri di turnamen. Mereka tim yang mengandalkan kekuatan fisik dan kekompakan dalam bentuk strategi 4-4-2. Secara garis beras, mereka minim kreativitas sehingga ancaman paling ampuh ada pada sektor fullback. Namun, mengandalkan situasi bola mati dan serangan balik bisa jadi harapan mereka untuk sedikitnya membuat lawan kerepotan.

Ikhtisar: Mereka menjadi tim Eropa pertama yang mampu membalikkan defisit dua gol di babak play-off dengan mengalahkan Ukraina 3-0, kendati mereka sedikit terbantu karena gol berbau offside dari striker Real Madrid Karim Benzema.

Sebelum leg kedua, 84 persen publik Prancis memperkirakan tim kesayangan mereka bakalan gagal, tapi perjuangan keras pun berakhir indah.

Ada pun Les Bleus harus melalui play-off lantaran berada tiga poin di belakang Spanyol, sang jawara grup.

Taktik: Setelah melalui periode panjang untuk menelaah dan bereksperimen dengan pola 4-2-3-1, 4-1-4-1 dan 4-4-2, Didier Deschamps akhirnya nyaman memainkan sistem 4-3-3. Pilihan ini tidak lepas pula dari karakter pemain-pemain yang dibawanya. Formasi ini dipandang Blanc paling potensial untuk mengeluarkan kemampuan terbaik anak-anak didiknya. Paul Pogba akan membuat kohesi antara lini belakang dan depan sekaligus menawarkan gebrakan tak terduga dalam skema menyerang. Menyusul absennya Franck Ribery, Karim Benzema dipastikan jadi andalan dalam trisula tim bersama Olivier Giroud di tengah dan kemungkinan persaingan antara Mathieu Valbuena, Loic Remy dan Antoine Griezmann sebagai winger kanan.

Klasemen Akhir

Poin

Prancis Mulus, Swiss Menguntit

1.

Prancis

7

Swiss 1-1 Ekuador
Prancis 4-1Honduras
Swiss 2-2 Prancis
Honduras 0-2 Ekuador
Honduras 1-2 Swiss
Ekuador 0-3 Prancis

2.

Swiss

5

3.

Ekuador

4

4.

Honduras

0

Prancis tetaplah favorit. Meski mereka meraih tiket ke Brasil dengan jalan play-off, tapi pasukan Deschamps ini sudah menunjukkan kesiapan terbaiknya setelah mampu membalikkan defisit menjadi 3-2 saat bentrok dengan Ukraina. Sejak saat itu, empat laga uji coba disapu Prancis dengan catatan gol 15-1, termasuk saat membantai Jamaika 8-0. Sinyal berbahaya ini patut diwaspadai para rival grupnya. Swiss menjadi penantang yang paling mungkin mengganggu Hugo Lloris cs bila melihat dari cara Hitzfeld mengantar timnya lolos ke Brasil. Namun Honduras dan Ekuador bisa jadi penggembira yang siap mengagetkan duo Eropa ini. Meski duo Amerika Latin ini dipandang sebelah mata, tapi sejarah pernah mencatat Ekuador secara heroik mampu ke babak gugur di edisi 2006.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics