ANALISIS: Real Madrid Rindu Luka Modric

Sepanjang 2015, penampilan Real Madrid tak kunjung menggigit...

OLEH GUNAWAN WIDYANTARA Ikuti di twitter
Aksi brilian Karim Benzema mengubah peruntungan Real Madrid di Coliseum Alfonso Perez. Bintang Prancis melewati dua pemain dan menyodorkan bola untuk disempurnakan Cristiano Ronaldo, sebuah momen yang mengangkat El Real dari situasi sulit.

Selama 60 menit pertandingan pasukan Carlo Ancelotti kesulitan menembus benteng pertahanan Getafe. Di luar tendangan geledek Toni Kroos jelang babak pertama berakhir yang membentur mistar gawang, mereka tak punya peluang emas.

Tetapi aksi Benzema dengan memberikan assist pada Cristiano memang istimewa, sebuah aksi yang menambah semangat tim hingga James Rodriguez bisa memanjakan Gareth Bale dan Cristiano mencatatkan nama untuk kali kedua.

Meski demikian, penampilan Madrid jauh dari memuaskan sebelum gol pertama tercipta.

"Kami kehilangan intensitas pertandingan di awal laga," aku Ancelotti.

Benarkah? Jelas terlihaat namun masih ada kekurangan lain yang terasa. Kualitas lini tengah menurun.

Kelemahan ini sebenarnya bukan hal baru. Sejak Luka Modric cedera pada November, serangan El Real monoton. Tanpa akurasi umpan dan visi yang disempurnakan kemampuan teknik di atas rata-rata pemain Kroasia, Toni Kroos kesulitan memberi pengaruh pada permainan tim seperti biasanya. Tidak heran, rasio Cristiano di hadapan gawang lawan pun menurun.

"Real Madrid memang jawara musim dingin tetapi mereka masih dalam kondisi hibernasi," tulis El Mundo Deportivo.

Memang benar. Setelah Modric mendapat masalah pada paha di laga internasional bersama Kroasia, Madrid mengemas sembilan kemenangan yang menghadirkan rekor 22 kemenangan beruntun.

Sayangnya, keberhasilan tersebut dinilai lebih dikarenakan momentum hebat yang melanda tim, bukan karena sepakbola indah di atas lapangan, catatan sepanjang 2015 jadi bukti. Setelah dibungkam Valencia, El Real terkapar di tangan Atletico sebelum mencatat imbang 2-2 dengan pasukan Diego Simeone di Santiago Bernabeu yang membuat tim tersingkir dari Copa del Rey.

Penampilan Madrid setelah rehat musim dingin mengkhawatirkan karena kehilangan momentum yang disebabkan sejumlah faktor seperti keputusan bermain laga persahabatan di Dubai di saat tim seharusnya mempersiapkan diri menatap laga ke depan plus masih absennya Modric.

Melawan tim kuat dengan garis pertahanan jauh ke dalam, El Real tak bisa memanfaatkan keunggulan kecepatan ketika melancarkan serangan balik padahal bersama Modric kreativitas tim lebih terlihat karena kejelian sang pemain mencari celah di tengah-tengah rapatnya pertahanan lawan. Duel lawan Getafe masalah serupa jelas nampak.

Lagi pantas disebutkan, Madrid beruntung punya Benzema.

"Mau bagaimana lagi? Bemzema melakukan hal istimewa dan jadi kunci pada pertandingan tadi," jelas Ancelotti.

Berikutnya dua umpan silang paten James memanjakan Bale dan Cristiano dalam proses terciptanya gol kedua dan ketiga.

"Penampilan James luar biasa, begitu juga dengan Bale dan Cristiano," kata Ancelotti seolah mengukuhkan ketergantungan tim terhadap kualitas individu pemain di laga melewan Getafe.

Ditanya tentang Modric dan kemungkinan sang bintang beraksi lagi di tengah lapangan, Ancelotti menjawab, "Kami butuh satu bulan lagi sebelum dia bisa diturunkan."

Duel lawan Getafe jadi bukti kekurangan Madrid, dan jawaban pasti dari masalah belum bisa didatangkan dalam waktu dekat.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics