ANALISIS: Yaya Sanogo, Alasan Arsenal Tak Butuh Lagi Striker

Yaya Sanogo tampil elok selama pra-musim, apalagi saat memberondong empat gol ke gawang Benfica. Sebuah tanda jika Arsenal sebetulnya punya striker berbakat yang tersembunyi.

OLEH ANUGERAH PAMUJI Ikuti Anugerah Pamuji di twitter

Arsenal sepanjang musim panas lalu dibuat frustrasi di bursa transfer. Mereka memang berhasil mengamankan tanda bintang Real Madrid, Mesut Ozil. Tapi tidak demikian untuk pos striker.

Kedalaman skuat di lini serang, yang terbilang cukup vital, tidak memenuhi syarat musim lalu. Alhasil, Olivier Giroud diporsir bermain hingga membuat perannya tidak optimal karena kelelahan. Ujung-ujungnya, manajer Arsene Wenger pun jadi sasaran kritik.

Kenyataan ini pula yang akhirnya membuat produktivitas gol Arsenal tidak sehat pada musim lalu, di mana kemudian mereka kehilangan momentum yang membuat tim-tim seperti Liverpool, Chelsea dan Manchester City akhirnya perlahan mengangkangi klub London Utara ini setelah dalam beberapa pekan gagah berdiri di posisi puncak.

Striker Prancis ini cukup maling nasibnya, alih-alih mencela permainan Giroud di kampanye liga 2013/14 - terutama kala bentrok dengan tim besar, dia harus memikul beban berat sebagai striker terdepan tanpa memiliki pengganti yang sepadan.

Meski demikian, tak bijaksana pula sepenuhnya menilai Arsenal tak punya opsi menonojol di sektor penyerangan.

Jangan lupakan Yaya Sanogo!

Yah, dia menjadi starter di laga Bayern Munich di Liga Champions dan hadir di bentrokan versus Liverpool di Piala FA musim lalu ketika kedua tim ini sedang dalam puncak performa masing-masing.

Tentu saja setelah menyaksikannya di dua laga itu, Wenger langsung menyimpan catatan positif bagi Sanogo. Terutama soal potensi dan kemampuan menjanjikan sang youngster yang rupanya belum dimanfaatkan The Proffesor secara serius. Lebih lanjut, Wenger seperti baru menyadari jika si anak muda satu ini merupakan aset berharga yang sekarang dimiliki klub.

Di jenjang tahapan kariernya saat ini, sepertinya fans memiliki harapan yang sama: melihat perkembangan signifikan Sanogo. Dia masih 21 tahun dan masih akan tumbuh mapan dari segi fisik dan taktis. Selagi Sanogo tidak memiliki tubuh yang gemuk - mempertimbangkan tinggi badannya yang mencapai 191 cm, inilah tanda-tanda kemajuan yang konkret.

Kepercayaan diri dan nilai mutu Sanogo terus meningkat. Orang-orang bisa menilai periode akhir musim lalu sebagai sebuah awal dari dimulainya manuver Sanogo. Terutama ketika dia hampir memecah tren tandus golnya di sejumlah pertandingan. Berkat bentuk fisiknya, Sanogo bisa menguasai area bek lawan dan memposisikan diri agar memudahkan rekan-rekannya untuk memberikan servis kepadanya.

Pra-musim jadi bukti sahih betapa Sanogo memiliki bakat tersembunyi yang sejatinya sayang bila disia-siakan. Sanogo meledak! Menakjubkan, empat gol terjaring di gawang Benfica dalam sebuah laga Emirates Cup dan tampil impresif di sejumlah laga pemanasan lainnya, termasuk yang teraktual ketika turut berkontribusi mengantar The Gunnners mendulang gelar pertama musim ini, Community Shield. Sedikit berlebihan, tapi beberapa Gooners menilai, Sanogo adalah calon penerus generasi emas Thierry Henry.

Yaya Sanogo melesat di pra-musim

Di sini kita melihat, gerak kaki Sanogo yang tajam ditambah pergerakan dan positioning yang presisi jadi nilai tersendiri dari pemain 21 tahun itu. Meski dia tergolong masih jauh dari pemain berkelas dunia, dia mencuat ke permukaan dengan setahap demi setahap. Perlahan Wenger sudah bisa senyum-senyum melihat performa apik sang penyerang.

Itulah sebabnya, menilai Sanogo adalah solusi ideal bagi masalah kedalaman skuat Arsenal di lini serang rasanya bukan hal yang berlebihan. Giroud sebetulnya tak patut dikritik secara tajam, karena persoalan lini serang Arsenal bukan perkara kualitas, melainkan aspek kuantitas.

Dengan melihat sisi pertumbuhan Sanogo, Wenger jadi tak perlu mengorbankan Theo Walcott atau bahkan Alexis Sanchez turun jadi penyerang, di mana keduanya berposisi natural sebagai sayap.

Sanogo mengisi kebutuhan mendesak tim, plus diyakini akan memberi jaminan manfaat bagi sektor ujung tombak tim. Dia tipikal pemain muda yang 'lapar' akan kemenangan. Andai dia mampu mempertahankan konsistensinya, beban Giroud di lini depan tak seberat musim lalu.

Inilah faktor fundamental yang diperlukan Arsenal saat ini. Jika Wenger bersedia memberi jam terbang lebih bagi Sanogo dalam keadaan mentah di laga krusial macam Liga Champions menghadapi sang juara bertahan seperti pada musim lalu, sang juru taktik bakal bisa memetik bonafit yang tak terduga dari penyerang jangkung ini.

Alih-alih berbagi peran utama, hal ini secara tidak langsung jadi Kabar bagus bagi Giroud karena dia bisa mendapatkan kesempatan rehat di sejumlah pertandingan Piala Liga atau bahkan di beberapa laga Liga Primer Inggris.

Masalah lini serang Arsenal sejatinya relatif kecil, namun bakat Sanogo akan menyempurnakan amunisi si Gudang Peluru.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics