Andi Darussalam Tabussala Pertanyakan Regulasi Pemain PSSI

Andi berharap PSSI mengubah kebijakan regulasi pemain di Liga 1, dan melakukan pembinaan di kompetisi junior.

Mantan direktur utama Badan Liga Indonesia (BLI) Andi Darussalam Tabusala mempertanyakan kebijakan PSSI terkait regulasi pembatasan usia pemain di Liga 1 2017, dan mendukung upaya PSM Makassar mengubah kebijakan tersebut.

Menurut Andi, kompetisi profesional tidak perlu pembatasan usia, karena bergantung kepada kebijakan klub. Andi menyatakan, jika PSSI ingin melakukan pembinaan, sebaiknya dilakukan di level junior.

“Saya sepakat dengan PSM yang tidak sepakat dengan regulasi U-23, atau pembatasan usia. Kalau Liga 1 bukan pembinaan, itu adalah kompetisi profesional. Itu tidak pernah pembatasan, tidak boleh buat aturan seperti ini,” jelasnya.

“Pemain profesional itu siap bersaing, baik muda atau senior. Jangan profesional setengah-setengah. Salah satu contohnya adalah Liga Italia. AC Milan memainkan kiper muda Gianluigi Donnarumma, karena kualitas dan profesionalnya. Pembinaan ada kompetisinya sendiri, seperti kompetisi U-21.”

Sementara itu, pelatih PSM Robert Rene Alberts cukup puas dengan performa yang diperlihatkan Reinaldo Elias da Costa dalam pertandingan uji coba melawan Perseru Serui kemarin malam.

Menurut arsitek asal Belanda itu, Reinaldo yang dijadikan striker tunggal kerap merepotkan pertahanan Perseru, dan akhirnya mampu mencetak satu gol dan assist pada pertandingan itu.

“Dia adalah pemain yang bagus, dan dia adalah pemain paspor Asia kami. Saya harapkan dia akan membantu tim untuk kompetisi resmi nantinya,” ujar Robert Alberts. (gk-69)

Topics