Andre Gomes Buat Masa Depan Barcelona Makin Cerah

Masa depan Barcelona makin cerah seiring kesuksesan mereka menggaet gelandang muda potensial, Andre Gomes.

Bermula dari Juventus, kemudian Manchester United, lantas Chelsea, dan tinggal selangkah lagi jadi penggawa Real Madrid, salah satu prospek terpanas di bursa musim panas ini, Andre Gomes, akhirnya resmi jadi milik klub adidaya dalam sedekade terakhir, Barcelona.

Langkah konkret yang diambil manajemen Barca untuk menyerobot Gomes dari deretan klub raksasa yang meminatinya sejak jauh-jauh hari, merupakan tindakan yang brilian. Bukan tanpa alasan, gelandang yang diboyong dari Valencia ini adalah pilihan yang sempurna dengan situasi tim Catalan saat ini.

Posturnya sempurna, teknik dan visi permainannya berada di level yang tinggi, posisinya sebagai gelandang juga sangat fleksibel, serta yang terpenting adalah usianya yang masih muda. Gomes bisa menjadi wujud nyata proyek masa depan Barca, yang dengan tegas dimulai pihak klub di bursa musim panas ini.

Ya, dimulai dengan penarikan kembali Denis Suarez, perekrutan Samuel Umtiti, dan diboyongnya Lucas Digne. Kesuksesan terkini  mendatangkan Gomes, otomatis membuat sinar masa depan Blaugrana semakin cerah.

Sebelumnya mari kita mengenal lebih dalam pemain yang sanggup memaksa Barca merogoh kocek sedalam €40 juta ini. Gomes yang pada 30 Juli nanti berusia 23 tahun, lahir di distrik Grijo, Porto, Portugal. Karenanya tak heran bila pada usia 12 tahun dia kemudian bergabung dengan akademi klub kota kelahirannya, Porto, yang kebetulan juga jadi salah satu tim terbaik di Negeri Pelaut.

Potensi Gomes yang sudah tampak sejak masih ingusan, lantas jadi rebutan akademi klub-klub besar Portugal. Dia kemudian hijrah ke Pasteleira, Boavista, dan akhirnya mapan di Benfica, klub yang dalam perjalannya jadi tempat dirinya dikenal dunia.

Memulai debut di tim utama Benfica pada usia 19 tahun, Gomes langsung jadi pilihan utama pelatih klub kala itu, Jorge Jesus. Secara eksepsional, gelandang berpostur 188 centimeter tersebut kemudian jadi aktor krusial As Aguias tampil spektakuler di musim 2013/14, atau semusim setelah dirinya melakoni musim debut.

Gomes membawa Benfica meraih treble winners domestik, dengan raihan Piala Portugal, Piala Liga Portugal, dan jadi kampun Liga Primeira Portugal. Selain itu dia pun berhail mengantarkan Tim Elang ke final Liga Europa untuk kali kedua beruntun, walau akhirnya harus kalah dari Sevilla.

Tak pelak, pada bursa musim panas 2014 Gomes mendapat banyak minat dari klub-klub besar Eropa. Namun akhirnya Valencia yang jadi pilihan, seturut kedekatan personalnya dengan pelatih tim kala itu, Nuno Santo. Dirinya digaet lewat status pinjaman oleh Tim Kelelawar, yang statusnya dipermanenkan semusim berselang lewat nilai €26 juta.

Dua musim berkarier di Mestalla, Gomes berkembang pesat. Dia jadi kunci keberhasilan Valencia mengakhiri musim di zona Liga Champions pada kampanye 2014/15. Kemudian, meski musim ini prestasi Los Che menurun drastis, sang Portugal justru tampil lebih baik. Pemain berzodiak Leo ini sanggup mencetak empat gol dan tujuh assist, dari total 41 penampilannya di semua ajang. Highlight terbaiknya tentu saja saat melepas assist menakjubkan dalam kemenangan 2-1 atas Barca, jadi pejuang heroik saat menahan Madrid 2-2, serta gol individualnya kala menaklukkan Atletico Madrid 3-1.

Deretan performa brilian Gomes di level klub, jelas membuatnya haram tak masuk dalam skua senior timnas Portugal. Dia pun rutin membela Seleccao sepanjang kualifikasi Euro 2016. Namanya lantas masuk dalam skuat final berisikan 23 pemain, ketika turnamen dimulai.

Putaran final Euro 2016 sendiri berlangsung begitu istimewa bagi Portugal, karena mereka akhirnya berhasil meraih trofi internasional perdana sepanjang sejarah. Gomes turut andil di dalamnya, meski gangguan cedera membendung performa maksimalnya. Tampil lima kali dari total tujuh laga, satu assist disumbangkannya.

Soal gaya bermain, Gomes adalah tipikal gelandang modern. Dia dibekali skill kelas atas, visi pemainan yang luas, juga passing serta tembakan superakurat. Kemampuannya mengisi seluruh posisi di lini tengah juga bakal memanjakan sang pelatih, Luis Enrique.

Selain posisi naturalnya sebagai gelandang tengah, Gomes bisa beroperasi sebagai gelandang jangkar, gelandang sayap kiri, gelandang serang, hingga sebagai winger kiri. Soal posisinya ini, pemain 22 tahun itu punya prefrensi sendiri. “Posisi saya adalah gelandang tengah, tapi saya lebih suka ketika dipasang sebagai gelandang serang,” ungkapnya, seperti dilansir laman resmi UEFA.

Dengan begitu Gomes jelas jadi pesaing kompetitif buat trio gelandang tengah Barca, yakni Andres Iniesta, Sergio Busquets, dan Ivan Rakitic. Dirinya juga sanggup menjadi salah satu dari tiga penyerang Los Cules, tatkala masalah menerpa trio MSN – Lionel Messi, Luis Suarez, Neymar Junior.

Enrique pun jadi punya formasi alternatif, selain 4-3-3 yang terus jadi andalannya. Gomes cocok memerankan gelandang tengah atau sayap kiri dalam formasi  4-4-2 sejajar, plus sebagai gelandang serang atau jangkar pada skema transformasi 4-3-3, yakni 4-2-1-3.

Walau begitu bukan berarti Gomes tak memiliki kelemahan, yang wajib jadi perhatian Barca. Pertama dan yang paling menonjol adalah kecepatan. Postur raksasa membuatnya kurang lincah dan tak mampu berlari cepat. Hal ini jelas bisa membuat serangan mengalir cepat khas tiki-taka ala Azulgrana jadi tersendat.

Berikutnya adalah konsistensi performa. Masalah klasik pemain muda ini masih setia menghinggapi Gomes. Dia masih tergolong inkonsisten, meski cenderung selalu tampil apik di laga besar. Contoh nyata inkonsistensi sang pemain tampak dalam penampilannya di Euro 2016 lalu.

Terakhir adalah kombinasi dari timbulnya kedua faktor di atas, yakni stamina. Gomes belum memiliki stamina standar Barca, yang menuntut seluruh pemainnya memiliki mobilitas supertinggi. Meski begitu, seiring proses, tentu saja semua kelemahan tersebut bisa dibenahi.

Selain faktor teknis, kehadiran Gomes juga menguatkan sinyal bagi beberapa pemain lawas untuk pergi. Dua pemain yang paling kuat bakal hengkang adalah Ivan Rakitic dan Arda Turan. Bahkan agen pemain yang namanya disebut pertama sudah mendeklarasikan pernyataan, “ini waktunya untuk hijrah.”

Kehadiran Gomes di Camp Nou sendiri mendapat sambutan yang hangat dari skuat Barca, sebagaimana diungkapkan oleh top skor tim musim lalu Luis Suarez.

“Andre Gomes akan memberi bantuan yang banyak buat Barca. Kami sungguh gembira kini bisa memiliki pemain seperti dirinya,” tuturnya, saat tahu transfer sang rekan anyar sudah resmi.

Terdapat banyak kelebihan, tapi tentu ada kekurangan. Yang jelas bahwa plus dan minus pasti sudah jadi bahan pertimbangan Barca ketika memutuskan untuk memboyong Gomes dari Valencia.

Kini tinggal bagaimana mereka memperlakukan dan memaksimalkan potensi Gomes, serta kemampuan sang pemain sendiri untuk bisa beradaptasi dengan sempurna guna penuhi ekpektasi.