Anggota Komite Wasit PSSI Sebut Pembatalan Penalti PS TNI Hal Yang Salah

Wasit Fariq Hitaba menganulir penalti untuk PS TNI saat menjamu Persija.

Anggota komite wasit PSSI Purwanto, menyebut keputusan wasit Fariq Hitaba menganulir penalti buat PS TNI adalah hal yang salah. Sebab, seharusnya pengadil lapangan seharusnya tidak meralat sesuatu tanpa adanya dasar yang jelas.

Dalam pertandingan yang berkesudahan buat kemenangan Persija Jakarta 2-0, wasit sebenarnya memberikan penalti buat PS TNI pada menit 85. Itu setelah Ryuji Utomo dianggap handball di dalam kotak terlarang.

Akan tetapi, para pemain Macan Kemayoran melakukan protes atas keputusan yang diambil tersebut. Untuk mencari pencerahan wasit akhirnya melihat rekaman kejadian melalui kamera stasiun televisi swasta, dan selanjutnya mengubah keputusan itu.

Hal ini yang menuai perdebatan, karena penerapan Video Assistant Referees atau yang biasa disingkat VARs belumlah digunakan di Liga 1. Rencananya peraturan tersebut akan diuji coba oleh FIFA pada tahun depan.

"Ini peraturan, di pasal 5 law 0f the games FIFA. Seorang wasit memberikan putusan itu memiliki dasar dulu, dia harus melihat, mendengar, yakin merasakan atau dapat laporan dari pembantunya. Kalau ragu wasit tidak boleh mengambil keputusan," kata Purwanto. 

"Kemarin kan wasit sudah mengambil putusan penalti, tapi diprotes para pemain Persija. Kemudian dia menganulirnya. Itu yang tidak boleh, karena wasit harus mengeluarkan keputusan tanpa ada tekanan dari manapun."   

"Saya rasa juga keputusan dia melihat video ulangan juga salah. Karena di law of the games, hal ini belum dilakukan. Tidak boleh menambah atau mengurangi dari yang sudah tertera di law of the games," ia menambahkan.

Lebih lanjut, Purwanto menyatakan belum tahu apakah komite wasit bakal menghukum Fariq atau tidak karena tindakan yang dilakukan itu. Walau, PT Liga Indonesia selaku operator Liga 1, sudah mengirimkan surat untuk meminta penjelasan terkait ini.

"Saya tidak tahu. Karena mesti membicarakan dulu kepada anggota-anggota lainnya yang ada di komite wasit," ujarnya.

Topics