Anomali Langkah Huddersfield Town Promosi Ke Liga Primer Inggris

Jumlah kebobolan lebih banyak ketimbang memasukkan gol, catatan itu mengiringi langkah The Terriers promosi ke kasta tertinggi.

Gelaran Liga Primer Inggris musim depan dipastikan akan semakin semarak dengan hadirnya kontestan baru, Huddersfield Town yang telah resmi meraih tiket promosi.

Kepastian klub berjuluk The Terriers itu naik ke kasta tertinggi diperolek setelah skuat arahan David Wagner sukses mengalahkan Reading di partai final play-off promosi Divisi Championship melalui adu penalti yang berakhir 4-3.

Pencapaian tersebut tergolong bersejarah bagi tim yang berbasis di Yorkshire Barat, sebuah wilayah yang terletak di bagian utara Inggris, mengingat terakhir kali Huddersfield tampil di kompetisi kasta utama terjadi pada 1972 silam.

Huddersfield sendiri nantinya akan menjadi tim ke-49 yang merasakan ketatnya atmosfer persaingan di Liga Primer. Ini merupakan loncatan besar dalam catatan prestasi klub yang sebelumnya di musim 2015/16 nyaris terdegradasi ke divisi tiga atau League One setelah finis di urutan ke-19.

Uniknya, terdapat anomali statistik yang mengiringi langkah sukses Huddersfield promosi. Lazimnya, sebuah tim yang bertengger di papan atas suatu kompetisi memiliki catatan suplus gol atau rapor pertahanan yang bagus, namun hal itu tak berlaku bagi mereka.

Sebelum memasuki babak play-off, Aaron Mooy dan kolega menduduki posisi kelima klasemen akhir reguler Divisi Championship. Di posisi itu justru tim membukukan defisit dalam total perbedaan gol memasukkan dan kemasukan.

Minus dua menjadi capaian akhir mereka, dengan rincian gol memasukkan sebanyak 56 dan kebobola 58 kali. Rapor ini masuk ke dalam buku sejarah dengan Huddersfield menjadi tim pertama yang mengalami defisit gol namun bisa merih tiket promosi.

Catatan tersebut tentunya bakal menjadi perhatian bagi Wagner yang harus menyiapkan tim lebih matang mengingat persaingan di Liga Primer akan lebih banyak menguras tenaga dan pikiran agar pasukannya nanti tak sekadar numpang lewat.