Anomali Transfer Chelsea

Aktivitas belanja Chelsea di 2017 sejauh ini masih nihil, namun ada potensi keuntungan lebih dari £200 juta via penjualan pemain.

Di saat para rival bergeliat membangun tim dengan merekrut sejumlah pemain baru nan mahal, juara bertahan Liga Primer Inggris Chelsea justru melakukan langkah sebaliknya. The Blues menjual pemainnya satu per satu.

Bursa transfer musim panas memang baru benar-benar dibuka pada 1 Juli, namun aktivitas transfer Chelsea sejauh ini amat kontras jika dibandingkan dengan Liverpool, Manchester City, dan Manchester United, yang telah menggelontorkan puluhan juta poundsterling untuk memboyong pemain baru.

Pada pekan ini, Nathan Ake menjadi pemain teranyar yang menjadi korban kebijakan transfer Chelsea ini. Sang bek muda resmi dijual senilai £20 juta ke Bournemouth – klub tempat ia menjalani masa peminjaman di paruh pertama musim 2016/17, ditarik ke Stamford Bridge pada musim dingin, lalu balik lagi ke Bournemouth di musim panas ini.

Sebelumnya pada bulan lalu, Chelsea juga sudah menjual “Ake-Ake” lain -- pemain yang sering dipinjamkan lalu akhirnya dijual -- yakni Juan Cuadrado (£17,2 juta ke Juventus), Christian Atsu (£6,2 juta ke Newcastle United), dan Bertrand Traore (£8,8 juta ke Olympique Lyon). Kiper pelapis Asmir Begovic juga telah dilepas ke Bournemouth dengan banderol £10 juta.

Jika ditarik lebih jauh mulai Januari 2017, Chelsea ternyata telah melakukan sejumlah penjualan lain yang signifikan. Dimulai dengan melepas sejumlah pemain top, yakni Oscar, Branislav Ivanovic, dan John Obi Mikel. Nama pertama sukses dijual senilai £52 juta ke Shanghai SIPG, sementara dua sisanya gratis. Itu belum termasuk penjualan Patrick Bamford ke Middlesbrough senilai £6 juta.

Kembali ke musim panas, Chelsea juga telah melepas striker mudanya, Dominic Solanke, ke Liverpool dengan harga gratis. Kepindahan Solanke ini faktanya tetap menghasilkan pundi-pundi karena Chelsea menuntut development cost (biaya pengembangan pemain) kepada Liverpool senilai £3 juta, yang akan diselesaikan lewat jalur pengadilan.

Chelsea bahkan mendapat uang dari transfer Mohamed Salah ke Liverpool kendati winger Mesir itu sudah dilepas sepenuhnya ke AS Roma pada tahun lalu. Pasalnya, Chelsea punya klausul untuk mendapatkan komisi sebesar 10 persen dari keuntungan Roma dalam penjualan Salah, yang mencapai £2,7 juta.

Sampai di sini, Chelsea sudah surplus sekitar £126 juta dari aktivitas mereka sebagai klub supermarket di sepanjang 2017. Angka tersebut diperkirakan berpotensi terus membengkak seiring mencuatnya kabar penjualan pemain lain. Nemanja Matic dan Diego Costa menjadi yang paling santer.

Matic dikabarkan tinggal selangkah lagi hijrah ke Manchester United setelah Chelsea menyepakati banderol £40 juta untuk sang gelandang Serbia. Adapun Costa juga hampir pasti keluar setelah manajer Antonio Conte merasa tidak membutuhkan jasanya lagi. Striker berharga £50 juta ini tadinya bersiap kembali ke Atletico Madrid, namun embargo transfer eks klubnya itu menjadi penghambat. AC Milan dan sejumlah klub Tiongkok masih menjadi opsi terbuka untuk Costa.

Antonio Conte Chelsea head coach Conte mulai was-was akibat Chelsea yang tak kunjung beli pemain.

Dalam keadaan ekonomi normal, gencarnya penjualan pemain tapi nihil dalam pembelian jelas bukan hal lazim bagi Chelsea, sebuah tim yang dikenal doyan dan royal dalam berbelanja. Barangkali, inilah yang membuat Conte sempat ngambek dan marah kepada manajemen klub beberapa waktu lalu.

Melihat skuat saat ini, bisa dipahami jika Conte mulai panik. Chelsea tercatat hanya memiliki 21 pemain dan bisa berkurang menjadi 19 pemain jika Matic dan Costa jadi hengkang. Ini adalah komposisi skuat yang jauh dari ideal untuk sebuah tim juara bertahan yang musim depan bakal bertarung di Liga Champions.

Chelsea memang berpotensi untung lebih dari £200 juta hanya lewat penjualan pemain, namun Roman Abramovich dan stafnya wajib bergerak lebih cepat untuk mengamankan buruannya. Romelu Lukaku (Everton), Tiemoue Bakayoko (AS Monaco), Antonio Rudiger (AS Roma), Alex Sandro (Juventus) dikabarkan menjadi pemain yang siap dibeli Chelsea, sekaligus untuk memutar keuntungan yang mereka dapatkan dari bisnis penjualan pemain yang sangat sukses ini.