APPI minta PSSI Tak Tumpul Kepada Klub

Janes H. Silitonga dari APPI menyebut PSSI tumpul ke klub, tajam ke pemain.

OLEH FARABI FIRDAUSY Ikuti di twitter
Kasus sepakbola gajah antara PSS Sleman dan PSIS Semarang tahun lalu memang mencoreng dunia persepakbolaan Indonesia. Para pelaku di lapangan seperti pemain dan pelatih pun diganjar hukuman sanksi seumur hidup oleh Komisi Disiplin PSSI yang diketuai Hinca Pandjaitan.

Sedangkan untuk klub sendiri, Komdis memberikan hukuman diskualifikasi dari Divisi Utama 2014 sehingga kedua klub Jawa Tengah tersebut tak bisa melaju ke semi-final. Hal tersebut dipandang head legal Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia, Janes H. Silitonga sebagai perlakuan tidak adil.

Menurutnya, Komdis tidak memiliki parameter yang jelas sampai tega memberikan hukuman seumur hidup kepada pemain atau pelatih. Karena, menurut Janes, pemain bertindak hal tidak profesional seperti itu karena arahan dari klub.

"PSSI tajam kepada pemain, namun tumpul ke klub. Toleransi kepada pemain terkadang tanda tanya. Beberapa kali Luis Suarez menggigit, tapi hukumannya tak seumur hidup. Malah FIFA memberikan bantuan tim psikologis untuk membinanya," ungkap Jannes, Jumat (30/1).

Jannes sendiri menegaskan mosi tidak percaya dan gerah kepada Komdis serta ketua Hinca Pandjaitan. Ia menyayangkan bahwa PSSI kerap lebih tega kepada pemain namun tidak kepada klub yang sering menunggak hak-hak dari pemain.

"Klub masih dikasih waktu lima tahun (soal utang). Sementara pemain melakukan kesalahan, langsung dihukum seumur hidup. Klub menelantarkan pemain dan tidak memberikan hak pemain, masih dikasih waktu."

Sementara itu, wakil presiden APPI Bambang Pamungkas, menilai hukuman kepada para pelaku sepakbola gajah adalah hal yang perlu. Namun tidak lazim jika harus dihukum sampai seumur hidup.

"Saya pribadi, sebagai komite eksekutif APPI menentang keras apa yang dilakukan pemain dalam sepakbola gajah. Kalau pemain lepas hukuman, saya orang pertama yang menentang. Tentu harus didudukan di tempat yang seharusnya dan porsinya harus dilihat. Ada poin, hukuman dalam bentuk pendidikan," beber pria yang karib disapa Bepe itu.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.