Arema Cronus Bekuk Klub Malaysia

Hanya tiga pemain Arema yang bermain penuh pada uji coba ini.

LIPUTAN AHSANI TAKWIM DARI MALANG

Arema Cronus berhasil membekuk klub Malaysia, UiTM FC, skor 3-1, pada laga uji coba di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (26/12). Pada laga uji coba melawan kontestan Malaysia Premier League (kasta kedua liga profesional Malaysia) itu, dihadiri sekitar 15 ribu penonton.

Arema tidak menggunakan pola baru meski ada dua pemain asing asal Liberia yang masuk yaitu Abblode Yao Rudy dan Sengbah Kennedy. Mereka ditempatkan sesuai dengan posisi yang sebelumnya dihuni Gustavo Lopez dan Alberto Goncalves musim lalu. Tekanan Arema berbuah gol cepat di menit ke-13. Berawal dari umpan terobosan, Cristian Gonzales yang lolos dari jebakan offside mampu melewati kiper UiTM, Mohd Azam.

Meski gawang sudah kosong, pemain naturalisasi berdarah Uruguay itu lebih memilih memberikan umpan kepada Abblode untuk mengubah skor menjadi 1-0. Sepanjang babak pertama, Arema yang terus menggempur pertahanan UiTM FC tidak bisa memaksimalkan peluang dengan baik. Sehingga skor 1-0 tetap bertahan hingga wasit meniup peluit akhir babak pertama.

Di babak kedua, Suharno melakukan pergantian hampir seluruh pemainnya kecuali dua pemain asing asal Liberia. Pada babak ini, pemain Arema lebih berkembang dibandingkan sebelumnya. Alhasil, tim Singo Edan menambah dua gol lagi melalui Gonzales di menit ke-61 dan ke-67.

Sementara UiTM FC hanya bisa membalas satu gol saja di menit ke-63. Usai pertandingan, pelatih UiTM merasa berterima kasih kepada Arema yang telah memberikan pelajaran kepada timnya yang mayoritas diisi oleh mahasiswa. Pelajaran inilah yang bakal dipetik saat nanti memasuki kompetisi MPL 2015. "Kami musim lalu memetik banyak manfaat dari uji coba di Indonesia, sehingga kini kami mengulang dengan tim yang lebih kuat.

Saya merasa Arema sebagai tim yang besar di Indonesia bermain dengan serius dan memberikan pelajaran bagi pemain muda kami," ucap Aznan Zein, pelatih UiTM FC. Sementara itu, pelatih Arema, Suharno , memuji permainan timnya yang tampil bagus meski belum mengasah materi taktik dan strategi, karena masih fokus kepada pembenahan fisik. "Saya memainkan seluruh pemain karena memang kami capek sehabis materi fisik.

Hanya tiga yang tidak saya ganti yaitu duo Liberia dan Purwaka (Yudhi), karena saya anggap pertandingan ini sebagai latihan untuk kondisi fisiknya," urai pelatih berusia 54 tahun ini.