Arema Cronus Diingatkan Jaga Kepercayaan Fans & Publik

Pendiri Arema berharap Singo Edan bisa menjadi klub lebih besar lagi di masa mendatang.

LIPUTAN ASAD ARIFIN DARI MALANG
Salah satu pendiri Arema Ivan Tobing mengingatkan agar manajemen dan tim mampu menjaga kepercayaan yang diperlihatkan publik dan fans agar Singo Edan bisa makin besar di masa mendatang.

Peringatan itu disampaikan Ivan dalam perayaan HUT Arema ke-27 kemarin. Menurut Ivan, membangun kepercayaan publik dan fans bukan pekerjaan mudah, dan dibutuhkan perjalanan yang panjang.

Pada awal pendiriannya, nyaris tidak ada orang yang peduli terhadap keberadaan klub Arema. Karena itu, Ovan berharap agar manajemen Arema bisa menjaga kepercayaan tersebut.

“Setiap tanggal 11 Agustus, saya di sini tidak pernah merasa sendirian, saya merasa di sini juga ada sosok almarhum Acub Zainal, Lucky Zainal, serta orang yang jarang kita bahas jasanya, yaitu Ebes Sugiyono,” ujar Ivan.

“Kami bersama berjuang mendirikan Arema di masa-masa yang sulit saat itu, tidak ada orang yang mau peduli. Harapan kita semua, cinta ini, kepercayaan publik kepada Arema tetap terjaga.”

Sementara itu, manajer Arema Cronus Rudi Widodo bertekad menjadikan Arema sebagai klub profesional, dan panutan bagi klub-klub lain di Indonesia. Rudi juga berharap Arema bisa membangun sarana training camp agar bisa memaksimalkan potensi pemain, serta pengembangan pemain muda.

Harapan juga disampaikan salah satu sponsor Arema musim ini, Indosat. Perusahaan telekomunikasi itu berharap agar Arema bisa mengakhiri musim ini dengan gelar juara.

“Saya mewakili manajemen Indosat merasa bangga telah menjalin kerjasama dengan Arema yang saat ini sedang tumbuh besar. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut, dan tentunya kami ingin Arema tahun ini juara ISL,” ucap Eri, perwakilan Indosat.

Harapan serupa dilontarkan Kelompok suporter Aremania. Mereka berharap seluruh elemen Arema makin solid, dan bersatu di momen ulang tahun ini. Hal itu dianggap penting, mengingat beberapa waktu yang lalu Arema sempat dilanda dualisme.

“27 Tahun itu usia dewasa, sudah tidak mencari jati diri lagi. Setidaknya ini menjadi momen pemersatu seperti terdapat pada slogan keep the unity sekarang. Bukan hanya slogan, tapi sesuatu yang nyata

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.