Arema Cronus Minta Kantor Pajak Sosialisasi Ke Pemain

Manajemen Singo Edan berharap agar kantor pajak bisa melakukan sosialisasi kepada pemain.

LIPUTAN AHSANI TAKWIM DARI MALANG Ikuti di twitter

Manajemen Arema Cronus berharap direktorat jenderal (ditjen) pajak kementerian keuangan mengirimkan wakilnya di masing-masing daerah untuk melakukan sosialisasi kepada pemain.

Media officer Arema Sudarmaji mengungkapkan, saat deklarasi klub Indonesia Super League (ISL) di Bandung beberapa waktu lalu, PT Liga Indonesia telah mengundang perwakilan ditjen pajak untuk memberikan sosialisasi kepada klub.

“Ada beberapa hal yang muncul, dan kemudian ditanyakan kepada ditjen pajak tersebut, namun belum dijawab dengan tuntas, karena bukan kewenangannya,” kata Sudarmaji kepada Goal Indoensia.

“Salah satu yang dijelaskan, bahwa kewajiban pajak itu berlaku mundur. Sebenarnya di posisi klub tidak ada masalah, karena pajak ini dibebankan kepada pemain, dan ini menjadi hal yang sangat baru bagi mereka.”

Sudarmaji menambahkan, selama ini klub ISL bukan tidak ingin membayar pajak, namun minimnya sosialisasi membuat hal ini dianggap baru, terutama bagi para pemain.

“Semua klub ingin menyelesaikan kewajiban kepada negara. Tapi kita mohon, yang pertama didampingi, yang kedua adalah sosialisasikan ini kepada pemain. Sama seperti klub, pemain juga perlu mendapatkan edukasi,” terang pria kelahiran Banyuwangi ini.

“Pada dasarnya, klub tugasnya memungut alias mengkoordinir para pemainnya [membayar pajak]. Meskipun nanti dalam aturan pajak yang bertanggung jawab adalah pihak yang mempekerjakan, tetapi semuanya harus mendapatkan arahan, dan edukasi. Semuanya masih berproses, dan Arema siap berkontribusi untuk negara.”

“Tapi jika BOPI [badan olahraga profesional Indonesia] memaksa sekarang, dan wajib sekarang, bisa jadi klub akan frontal melawan. Karena itu, semua harus memahami, dan ini adalah berproses buat klub untuk memenuhi kewajiban kepada negara.”

Selain itu, Sudarmaji juga mengklaim, perwakilan pajak tersebut menyatakan mereka tidak ingin dianggap ikut menunda pagelaran ISL 2015.

“Pihak pajak kemarin juga menyayangkan ISL ditunda. Dia sendiri juga melakukan klarifikasi, karena dianggap turut dianggap bagian untuk menunda kompetisi. Padahal pembayaran pajak bisa dilakukan sembari kompetisi berjalan, karena pada prinsipnya pajak adalah kesadaran bagi warga negaranya,” tutup Sudarmaji. (gk-48)

addCustomPlayer('o0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', '', '', 620, 540, 'perfo0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', 'eplayer4', {age:1407083524494});

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.