Arema Cronus Pertanyakan Surat Pencabutan Pembekuan PSSI

Sudarmaji mempertanyakan dua nomor berbeda terkait SK pembekuan PSSI yang muncul di surat pencabutan.

Manajemen Arema Cronus memilih bersikap hati-hati dalam menyikapi keputusan menteri pemuda dan olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengenai pencabutan pembekuan PSSI.

Sikap hati-hati ini merujuk kepada penulisan nomor surat keputusan sanksi pembekuan yang tidak sama. Seperti diketahui, Kemenpora membekukan PSSI dengan surat keputusan (SK) bernomor 01307 tahun 2015, dan ditandatangani pada 17 April.

Namun dalam surat pencabutan pembekuan, ada dua nomor berbeda terkait SK pembekuan. Pada bagian 'Menetapkan', di situ tertulis nomor 01370. Sementara di bawahnya ada keterangan yang dicabut adalah surat dengan nomor 01307.

“Arema belum bisa berkomentar apa pun, karena setelah melihat surat pencabutan pembekuan yang beredar ternyata masih ada kejanggalan. Ada perbedaan nomor SK yang dicabut. Yang benar nomor 01370 atau 01307? Ini masih menjadi kebingungan kita,” ujar media officer Arema Sudarmaji.

“Memang ini seperti sederhana, namun Arema berharap segera diperbaiki kesalahan kecil yang berdampak besar ini.”

Sementara itu, pelatih Arema Milomir Seslija menyambut baik kabar pencabutan pembekuan PSSI. Milomir menilai pencabutan pembekuan ini sebagai langkah tepat untuk memperbaiki sepakbola Indonesia, terutama ranking FIFA yang terus melorot.

“Ini adalah kabar yang sangat baik buat pecinta sepakbola Indonesia. Kabar baik bagi pelatih, pemain, dan suporter yang sudah merindukan sepakbola Indonesia kembali ke jalan yang benar,” tegas pelatih berusia 52 tahun itu.

“Bagi Arema, kondisi ini harus membuat kita kembali ke jalur kita. Kita harus berlaga di kompetisi Asia, dan kita akan ukur kemampuan diri kita melawan klub-klub dari negara lain.” (gk-48)