Arema FC Terbebas Dari Sanksi Partai Usiran

Manajemen dan panpel Arema menerima keputusan Komdis dengan lapang dada.

Komisi disiplin (Komdis) PSSI memberikan sanksi cukup ringan kepada Arema FC terkait kerusuhan suporter kala menjamu Persib Bandung di Kanjuruhan akhir pekan kemarin.

Komdis PSSI memberikan denda Rp250 juta kepada Arema akibat ulah buruk suporter di pertandingan tersebut. Hal itu tertuang dalam surat bernomor 022/L1/SK/KD-PSSI/IV/2018.

Selain itu, dalam surat bernomor 23/L1/SK/KD-PSSI/IV/2018, Komdis menjatuhkan sanksi penutupan tribun timur Stadion Kanjuruhan saat menjamu Persipura pada 27 April, dan PSM Makassar (13/5), serta denda sebesar Rp50 juta.

Komdis menilai panpel gagal memberikan rasa nyaman kepada perangkat pertandingan dan kedua tim, karena terjadi pelemparan botol dan sepatu yang mengakibatkan terlukanya pelatih Persib Bandung Mario Gomez. Di sisi lain juga ada penyalaan flare hingga suporter turun ke lapangan. 

“Kami menerima hukuman ini, dan akan melaksanakannya. Namun, kami juga berkirim surat kepada Komdis bagaimana teknis pelaksanaannya,” ujar media officer Sudarmaji.

Sementara ketua panpel Abdul Haris mengatakan, pihaknya akan mempertajam prosedur standar operasional yang merujuk kepada peraturan di FIFA.

“Kejadian di Stadion Kanjuruhan membuat kami perlu belajar banyak lagi. SOP kami sudah ada, dan merujuk kepada aturan penyelenggaraan pertandingan FIFA. Tetapi saat ini kami pertajam lagi supaya kejadian ini tidak akan terulang,” ujar Haris.

“Kami juga akan lebih giat lagi melakukan koordinasi dengan aparat keamanan, dan juga memberikan pengarahan tentang sistem pengamanan yang baik kepada match steward.”

Topics