Arema FC Tunggu Hasil Tes Medis & Verifikasi Pemain Australia

Sementara manajemen Arema masih belum ada titik temu terkait kompensasi Jad Noureddine.

Kendati sudah mengikuti latihan tim, manajemen Arema FC belum bisa memastikan Brent Griffiths menjadi bagian Singo Edan di putaran kedua Liga 1 2017. Griffits didatangkan untuk menggantikan Jad Noureddine yang sudah diputus kontraknya.

Sebelum datang ke Malang, Griffiths merupakan pemain Bayswater City SC yang berkompetisi di kasta kedua liga Negeri Kanguru, National Premier Leagues (NPL) Western Australia. Klub ini juga diperkuat mantan penggawa Arema Gustavo Giron.

Bersama klub ini, Griffiths dikontrak selama dua tahun sejak Februari 2017. Sebelum memperkuat Baywater City SC, Griffiths membela Pulau Pinang di Malaysia Super League (MSL) 2016. Namun ia hanya bertahan selama setengah tahun sebelum kontraknya diputus manajamen klub pada Juli 2016.

“Brent Griffiths, saat ini sudah ada di Malang, dan besok [hari ini] akan melakukan tes kesehatan. Harusnya sih hari ini [kemarin], tetapi ternyata dokter tim kami sedang ke Lamongan menemani pemain U-19 melawan Persegres,” ujar manajer umum Ruddy Widodo.

“Kami belum bisa memastikan dia menjadi bagian Arema, karena masih menunggu hasil tes kesehatan. Selain itu, kami juga belum tahu dia lolos verifikasi liga dan PSSI atau tidak.”

“Saya juga sudah bertemu dengan Jad, dia sudah menyadari dalam sepakbola profesional hal seperti ini adalah biasa. Tapi kami belum ada titik temu tentang kompensasi, kami punya aturan dan dia juga ada. Intinya masih sama-sama berkomunikasi, dan semoga dua hingga tiga hari ini segera selesai.”

Terkait marquee player yang kabarnya akan dilepas, Ruddy menunjukkan respek atas perjuangan Juan Pablo Pino, utamanya menjelang putaran pertama berakhir. Pemain asal Kolombia itu menunjukkan semangat tinggi hingga mampu memperbaiki penampilannya.

“Sebelumnya saya katakan jika kami harus melihat rapor hingga putaran pertama selesai. Pino menunjukkan progres positif. Bahkan dia mampu tampil baik manakala kami berjumpa dengan Semen Padang. Kami harus memberikan apresiasi kepadanya,” tegasnya.

Sementara itu, Andrianto keluar karena memang diinginkan oleh Persekam Metro FC. Tim yang dianggap sebagai adiknya Arema itu saat ini sedang berjuang untuk lolos ke babak 16 besar Liga 2.

"Mereka memohon kepada kami. Setelah diskusi akhirnya kami lepas dia ke Metro FC. Statusnya pinjaman hingga akhir musim. Soal berkurangnya pemain U-23, kami harus mencari lagi. Tetapi kabarnya aturan tanpa U-23 ini akan dilakukan hingga selesai, tetapi kami tidak mau berandai-andai karena kami tetap akan mencari pemain U-21,” papar Ruddy.