Aremania Arek Malang Desak Arema Bersatu

Aksi yang dilakukan Aremania Arek Malang disambut positif Arema Indonesia dan Persema.


LIPUTAN  AHSANI TAKWIM  DARI MALANG    Ikuti di twitter


Sekelompok suporter menamakan diri Aremania Arek Malang menuntut agar tidak ada dualisme klub, dan mendesak Arema Indonesia dan Arema Cronus bersatu di Indonesia Super League (ISL) musim depan.

Desakan itu disampaikan Aremania Arek Malang melalui aksi unjuk rasa kemarin. Kelompok suporter ini juga meminta agar duo Arema mampu menunjukkan keabsahan sebagai pengelola tim.

“Kami menuntut Arema satu, sehingga kami meminta kepada DPRD [Kota Malang] ataupun wali kota untuk mempertemukan dua kubu. Pemerintah harus memfasilitasi ini, karena kami tidak ingin ada Arema A atau B. Agendanya harus secepatnya. Jika tidak ada tanggapan, maka kami akan bergerak lagi,” tegas Fanda Harianto, salah satu peserta demo.

SIMAK JUGA: Manajer Arema: Penyelesaian Masalah Tujuh Klub Jadi PR Besar

“Kami tidak ingin Arema diklaim punya si A dan si B. Nanti akan ada koordinasi dari kami sendiri untuk mengawal. Kami tidak membawa Aremania mana pun, ini murni keresahan kami sebagai Aremania, karena di grass root sangat tidak nyaman sekali.”

Anggota Komisi D yang menerima perwakilan pengunjuk rasa, Hedi Susanto, mengatakan, keluhan tersebut akan ditampung. Untuk menyelesaikan masalah Arema ini harus dengan kepala dingin, mengingat ranahnya sudah sangat besar sekali.

“Kami akan susun surat, mungkin sepekan akan menyelesaikannya. Harus dengan kepala bijak menyelesaikan urusan dua Arema,” ungkapnya.

SIMAK JUGA: PSSI Bentuk Tim Khusus Untuk Selesaikan Masalah Klub Terhukum

Aksi unjuk rasa ini disambut gembira manajemen Arema Indonesia. Direktur operasional Haris Fambudy mengatakan, sudah saatnya publik mengetahui pendiri Arema adalah Jenderal Acub Zainal dan Lucky Adriana Zainal berdasarkan akta notaris.

“Semua memang harus dijelaskan, dan saya senang ada perjuangan terhadap tim Arema,” cetus Haris. 

Di lain pihak, kubu Arema Cronus menanggapi masalah itu dengan santai. Media officer Sudarmaji menyatakan, saat ini tim sedang berkonsentrasi menjuarai Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016.

SIMAK JUGA: Persema Kecewa Batal Dipulihkan Di Kongres

“Kami pun sudah bersiap untuk mengikuti kompetisi musim depan,” tegas Sudarmaji santai.

Selain menuntut bersatunya Arema, pengunjuk rasa juga mendesak PSSI memutihkan sanksi terhadap Persema Malang. Sekretaris tim Dito Arif memberikan apresiasi, karena aksi itu merupakan wujud keresahan warga Malang.

“Masyarakat Malang dikenal sebagai gila bola, sehingga aksi ini adalah kepedulian masyarakat Malang, karena Arema dan Persema menjadi bagian sepakbola dari Malang. Tentu saja kami dari Persema berharap kesadaran seperti ini menggugah kepedulian warga Malang, yang lain termasuk pemerintah,” ucap Dito melalui pesan pendek. (gk-48)

 

Topics