Arsenal Yang Makin Merana

Dikalahkan Bournemouth, terpaku di posisi keenam, akan ditinggal Alexis Sanchez, melengkapi nestapa Arsenal di 2017/18. Bagaimana nasib selanjutnya?


OLEH   ANUGERAH PAMUJI     Ikuti di twitter


Kekalahan dari Bournemouth 2-1 di lanjutan Liga Primer Inggris akhir pekan lalu menandai laju Arsenal di sepanjang 2018 sejauh ini dengan tanpa kemenangan.

Beban berat diemban manajer Arsene Wenger. The Gunners bisa dibilang berada dalam kondisi babak belur. Jatuh di peringkat keenam dengan dikangkangi sang rival abadi Tottenham Hotspur, tidak mentas di Liga Champions, Wenger diskorsing dan hanya bisa menyaksikan anak asuhnya dari tribun penonton dan teraktual kabar akan merapatnya sang megabintang Alexis Sanchez antara ke Manchester City atau United, yang seakan menjadi nestapa bagi Arsenal di periode 2017/18.

Dipercayanya Wenger untuk kembali menahkodai klub London Utara musim ini ternyata kembali harus dibayar mahal oleh para petinggi Arsenal. Jauh panggang dari api, untuk kesekian kalinya, klub "cuma" bersaing untuk berebut satu tempat terakhir di empat besar, bukan singgasana. Menggapai tiket Liga Champions pun kini bukan jadi perkara enteng bagi Arsenal.

Rengkuhan negatif di Dean Court kemarin menjadikan Meriam London sekadar mengumpulkan 13 poin dalam 12 laga tandang Liga Primer musim ini - rekor terburuk mereka dalam 12 tahun! Sekarang, Arsenal berjarak delapan poin dari spot terakhir Liga Champions yang dikuasai sang rival sekota, Chelsea.

Menggemaskan, mengingat Arsenal tampil dominan di laga Bournemouth dan mampu unggul duluan melalui sentuhan apik Hector Bellerin. Nahas, keunggulan ini tak sanggup dijaga seiring Callum Wilson dan Jordan Ibe keluar sebagai protagonis untuk memenangkan timnya di 20 menit terakhir.

Dalam satu kesempatan sebelum kampanye 2017/18 bergulir, Wenger pernah memaparkan, skuat Arsenal bisa terganggu secara psikologis apabila manajernya atau para pemainnya tengah dirundung spekulasi masa depan yang tidak jelas. Hal ini termanifestasi di lapangan, dengan yang terbaru, tumbang dari Bournemouth.

Wenger seolah menelan ludahnya sendiri lantaran beberapa kali memilih bungkam saat dimintai keterangan apakah dirinya akan memperpanjang kontrak di Emirates Stadium atau angkat kaki. Belum lagi isu Mesut Ozil dan Alexis Sanchez kini jadi sorotan media-media Inggris sepanjang bursa transfer musim dingin.

Gelandang kreatif Jerman itu mungkin dalam kendali Arsenal, di mana yang bersangkutan agaknya bakal bertahan setidaknya sampai musim ini rampung. Namun tidak demikian dengan superstar Cile tersebut. Arsenal yang memang dikenal gemar melepas bintangnya ke klub rival misalnya saat Samir Nasri merapat ke City, Robin van Persie berbaju United, sepertinya akan melanjutkan 'tradisi' satu ini. Kini, giliran Alexis diberi jalan memperkuat sang seteru.

"Dia [Alexis] sedang tidak jelas saat ini. Situasinya benar-benar tidak ditentukan dengan satu cara atau cara tertentu lainnya. Jadi, saya biarkan dia di rumah," jelas Wenger, sebelum Arsenal dipukul Bournemouth, Minggu kemarin.

Saat ditanya apakah kepindahan Alexis hampir pasti terjadi, Wenger menjawab: "Ya, tapi jangan membaca terlalu dalam mengenai hal ini, karena saya sendiri bahkan tidak tahu persis apa yang akan terjadi ke depannya."

Masalah Arsenal memang lebih dalam dari sekadar saga Alexis. Lini pertahanan juga perlu dikritisi setelah tim kebobolan delapan gol dalam empat pertandingan. Tidak mengejutkan jika kemudian Wenger mengusahakan transfer bek berpengalaman West Bromwich Albion Jonny Evans.

Untuk menambal kekosongan Alexis, Wenger membuka pembicaraan dengan starlet Bourdeaux berusia 20 tahun, Malcolm. Namun kemudian timbul pertanyaan, apakah winger Brasil ini cukup mumpuni diproyeksikan sebagai suksesor instan Alexis?

Di tengah Wenger yang menjalani masa terakhir dari skorsing tiga pertandingan, segudang pertanyaan lainnya bakal muncul di benak Gooners: Mampukah Arsenal kembali tampil di Liga Champions musim depan? Bisakah tim konsisten minus Alexis, yang musim lalu memproklamirkan diri sebagai mesin gol dengan torehan 30 golnya? Apakah Wenger kembali memperpanjang kontrak akhir Mei nanti?

Terlepas dari beragam beban dan masalah yang dihadapi Wenger, satu-satunya yang bisa menyelamatkan wajah Arsenal musim ini barangkali dengan mewujudkan 'Mickey Mouse Treble' atau tripel gelar mini. Community Shield sudah diamankan Arsenal di awal musim dengan mengalahkan Chelsea. Dua trofi tersisa yang berpeluang diwujudkan: Piala Liga Inggris dan Liga Europa. Untuk kompetisi terakhir, jika juara, Arsenal mendapat kehormatan lolos otomatis ke Liga Champions tanpa jalur empat besar di liga.

Tak dimungkiri, sebagian Gooners akan selalu menuntut revolusi manajerial alias mendepak Wenger. Penggalan lagu berbunyi "Cause he's the one who's driving me berserk, how is Arsene Wenger still in work. Na na na..." yang dinyanyikan suporter saat Arsenal dikalahkan Bournemouth kental dengan nuansa sindiran terhadap sang manajer.

Walau terasa berat, 'Mickey Mouse Treble' akan jadi pertaruhan terbaik Wenger musim ini. Paling tidak, nestapa Arsenal bisa ditutupi dengan sebuah pencapaian mini atau mungkin bisa menjadi kado perpisahan Wenger dengan Arsenal setelah lebih dari dua dekade berkuasa di kursi pelatih kepala klub.