Asri Akbar Ingin Sriwijaya FC Tambah Striker

Gelandang enerjik itu menyarankan manajemen Laskar Wong Kito tidak melakukan perombakan besar-besaran, tapi hanya menambah dua pemain anyar untuk putaran kedua.

LIPUTAN MUHAMMAD IQBAL DARI PALEMBANG
Rencana evaluasi total yang diapungkan Presiden Klub Sriwijaya FC, Dodi Reza Alex, masih belum banyak diketahui para pemain tim asal Palembang itu. Evaluasi itu sendiri dilakukan lantaran kekalahan telak 5-1 Laskar Wong Kito dari Persik Kediri, beberapa waktu lalu.
Menanggapi hal itu, gelandang SFC, Asri Akbar, mengatakan masih belum tahu rencana tersebut. Dia pun masih berpegang pada komitmen manajer tim Robert Heri yang mengatakan tidak ada evaluasi tim hingga akhir musim. Namun begitu, mantan penggawa Persib Bandung ini menilai evaluasi adalah sesuatu yang lumrah dalam sepakbola profesional.

"Kalau mau dievaluasi wajar atau tidaknya, yang jelas kami sebagai pemain sudah berusaha (maksimal). Tapi saya tetap profesional saja apa yang akan diputuskan manajemen nanti,” kata Asri, kepada Goal Indonesia.
Lebih lanjut, Asri pun memberikan saran kepada manajemen apabila memang nanti ingin melakukan perombakan untuk putaran kedua. Pemain berusia 30 tahun ini menuturkan, sangat riskan bila memang harus evaluasi besar-besaran dalam waktu yang mepet seperti ini. Mengingat, putaran kedua sudah akan dimulai lagi pada 17 Mei mendatang. Sedangkan SFC sendiri akan melakoni laga kembali saat menjamu Persik, 21 Mei nanti.
Untuk itu, Asri menilai lebih baik SFC melakukan penambahan pemain saja. "Tambah gelandang dan striker (target man). Tapi yang terpenting itu striker alias bomber. Lebih bagus lagi striker asing," tegasnya.
Namun begitu, ayah dari tiga anak ini tetap menghormati segala keputusan yang akan diambil manajemen nantinya. "Yang jelas, saya tetap fokus untuk menyelesaikan pertandingan putaran pertama ini dulu dan profesional saja," terangnya.
Sementara itu, Asri mengakui kekalahan dari Persik itu bukan hanya minimnya pemain, setelah Sumardi dan Vali kartu merah.
"Gol cepat Kediri membuat kami tertekan. Terus terlalu membiarkan mereka leluasa memainkan bola. Kalah banyak bukan lini belakang saja yg salah. Karena pemain depan adalah pertahanan pertama. Harusnya, memang dalam tim itu menyerang sama-sama dan bertahan sama-sama. Malah kemarin kami juga kalah di tengah, saya terlalu longgar menjaga lawan," ulasnya. (gk-55)

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.