Asri Akbar: Sriwijaya FC Seperti Diserang Tujuh Hari Tujuh Malam

Asri merasa senang dengan keberhasilan Laskar Wong Kito menahan gempuran Barito Putera.

LIPUTAN MUHAMMAD IQBAL DARI PALEMBANG
Gelandang Sriwijaya FC Asri Akbar mengungkapkan, pertandingan lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2014 melawan Barito Putera di Stadion Demang Lehman kemarin terasa sangat berat dalam karirnya di sepakbola.

Di laga itu yang berakhir imbang tanpa gol itu, Sriwijaya FC harus bermain dengan sepuluh orang sejak pertengahan babak pertama. Kalah jumlah pemain, Asri mengaku kewalahan menghadapi gempuran Barito Putera.

“Saya merasa tidak bisa bernafas lagi, diserang terus menerus. Selama saya bermain bola, baru kali ini saya merasakan seperti diserang selama tujuh hari tujuh malam,” ungkap pemain asal Makasar itu saat dihubungi Goal Indonesia.

Dikatakan Asri, salah satu faktor yang membuat pasukan Laskar Wong Kito harus bertahan mati-matian, lantaran kartu merah Ongfiang, sehingga pelatih mengintruksikan agar memperkuat lini belakang. Dengan demikian, Asri yang biasa berduet dengan Ongfiang di lini tengah merasa kerepotan meladeni permainan anak asuh Salahudin.

"Kami kesulitan menyerang, karena Ongfiang kartu merah di pertengahan babak pertama. Jadi kami hanya bisa bertahan agar tidak kebobolan. Kami parkir bus di babak kedua, seperti kata [manajer Chelsea Jose] Mourinho," terangnya.

Menurut mantan gelandang Persib Bandung itu, bertindak sebagai tuan rumah, Barito Putera bermain sangat baik. Namun dengan kekompakan dan kerjasama antarpemain yang solid, meski digempur habis-habisan, Laskar Antasari tetap tak bisa menyarangkan satu gol pun ke gawang Laskar Wong Kito.

“Saya bersyukur mereka [Barito] tidak bisa menyentuh kotak penalti kami. Dan Alhamdulillah, kami bisa dapat satu poin," ujarnya.

Asri pun memetik sebuah pelajaran dari hasil imbang ini, bagaimana sebuah kerja keras, dan kekompakan dapat membuahkan hasil yang tidak sia-sia.

“Buah dari kerja keras hari ini adalah tidak kehilangan poin. Bagi saya, kalau kita kerja keras, Insya Allah menghasilkan sesuatu yang baik," tutup Asri. (gk-55)

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.