Balon Kangguru, Simbol Dedikasi Fans Australia

Seiring semaraknya Piala Dunia FIFA 2014™, Goal dan Hyundai membeberkan kebiasaan fans Australia dalam memberikan dukungan.

Lagi-lagi bukan Piala Dunia FIFA™ yang menyenangkan bagi Australia karena mereka tersingkir dengan cepat, tapi kalau seandainya ada hadiah tersendiri atas dedikasi para fans, Socceroos layak berada di babak berikutnya.
Dalam setiap pertandingan Australia di Brasil, kamera televisi selalu menyoroti kerumunan pendukung yang tak pernah berhenti memberikan dukungan kepada Socceroos, mulai dari para laki-laki yang gaduh hingga para wanita berkostum serba-hijau dan emas.
Atribut itu sungguh mencolok. Wajah-wajah mereka diwarnai bendera Australia, terdapat pula tato Southern Cross, dan balon kangguru ada di mana-mana.
Mereka merupakan sekumpulan suporter yang tergabung dalam "Fanatics", organisasi suporter yang secara khusus mendedikasikan diri memberikan dukungan yang lantang kepada tim Australia di berbagai cabang olahraga, baik di dalam maupun luar negeri.
Tapi kesemarakan mereka hanya bagian kecil dari budaya fans sepakbola Australia yang lebih kompleks, bahkan lebih kaya daripada yang barangkali sudah diketahui oleh penggemar sepakbola di belahan dunia lainnya.
Tim-tim kuat dari Eropa dan Amerika Selatan yang bertarung di Brasil mendapatkan dukungan dari para penggemar setia mereka dan berharap tim tersebut membayarnya dengan kemenangan. Namun, hal yang sama tidak bisa diharapkan dari Australia, tim yang masih berjuang merambah posisi papan atas sepakbola dunia.

Melampiaskan kelegaan | Fans merayakan keberhasilan play-off 2005 bersama Harry Kewell
Sebelum 2006, Socceroos baru sekali lolos ke Piala Dunia, yaitu di Jerman Barat 1974. Tidak seperti rugby, sepakbola bukan olahraga yang digemari mayoritas masyarakat Australia. Sepakbola pun harus berjuang dan bergeliat selama bertahun-tahun agar bisa diterima. Bahkan kata seperti "soccer" digunakan sebagai alat bagi para pencela sehingga perjuangan mengangkat sepakbola kian berat.
Terkadang upaya itu terhambat masalah internal seperti rivalitas sehingga perkembangan sepakbola terganggu dan berdampak pada kejatuhan National Soccer League. Kompetisi baru disusun dan dimulai bertepatan dengan kualifikasi Piala Dunia di Jerman. A-League, kompetisi model baru itu, berhasil memulai jalan untuk meningkatkan popularitas yang signifikan sehingga sepakbola mulai diterima sebagai cabang olahraga arus utama.
Namun, peminggiran, awal yang salah, dan kegagalan dramatis (seperti hasil play-off 1997 dan 2001 melawan Iran dan Uruguay) yang sudah terjadi selama bertahun-tahun justru membentuk kelompok suporter yang tahan banting. Mereka sangat melindungi perkembangan sepakbola, tapi masih dalam posisi yang gamang dalam menentukan posisi di peta olahraga nasional.
Jadi selain keberadaan Fanatics di Brasil, masih banyak fans sepakbola Australia yang tidak tersorot. Kostum yang mereka gunakan barangkali tidak menggunakan cinderamata resmi tim nasional, tapi wajah mereka menunjukkan gairah yang sama dalam dan menggelora seperti halnya fans lain di Argentina, Inggris, atau Italia.
Itulah cerita tentang cara fans Australia memberikan dukungan mereka. Sekarang giliran Anda untuk memilih musik favorit di Piala Dunia FIFA 2014 Brasil™ bersama Hyundai's Pin Your Fan Park. Ciptakan Fan Park versi Anda sendiri dengan berbagi cuplikan langsung dari Piala Dunia FIFA 2014 Brasil™. Pos pesan dukungan Anda, unggah gambar dan video, dan buat playlist sepakbola Anda di worldcup.hyundai.com

Topics