Bandara Ngurah Rai Ditutup, I Gede Sukadana Tertunda Ke Malang

Sukadana dan Kadek akan menggunakan jalur darat bila kondisi cuaca masih belum membaik.

Dua pemain Arema Cronus asal Bali, I Gede Sukadana dan I Kadek Wardhana, terpaksa menunda kedatangan mereka ke Malang setelah abu vulkanik dari letusan Gunung Barujari memaksa otoritas Bandara Ngurah Rai menghentikan operasional mereka.

Sukadana dan Kadek menjadi dua dari empat pemain Arema yang belum mengikuti latihan tim. Sukadana mengaku ia sebetulnya sudah ingin bertolak ke Malang kemarin untuk bergabung dengan latihan tim.

“Saya hari ini [kemarin] sudah siap berangkat ke Malang untuk persiapan Piala Sudirman, namun ternyata Bandara Ngurah Rai ditutup, karena ada abu dari [anak] Gunung Rinjani, jadi ya balik kanan,” ungkap Sukadana kepada Goal Indonesia.

“Tiket akan di-refund untuk penerbangan besok [hari ini]. Semoga cuaca membaik, dan segera bisa bergabung dengan tim. Kalaupun masih belum, kita akan naik bus ke Malang. Saya sendiri masih berkomitmen, dan senang bermain untuk Arema.”

Selain dua pemain asal Bali, masih ada Samsul Arif yang belum datang. Striker timnas Indonesia itu baru dikaruniai seorang anak, dan saat ini sedang menjaga istrinya. Kemungkinan Samsul akan bergabung menjelang pertandingan. 

“Satu lagi ada Kurnia Meiga. Dia mengikuti pertandingan Habibie Cup. Jika klubnya masuk final, maka dia absen latihan hingga hari Minggu. Tapi Meiga disana kan juga menjaga kondisinya, sehingga saya yakin dia tidak drop. Walau begitu, tetap harus hati-hati, supaya tidak cedera,” tutur pelatih Joko Susilo.

Sementara itu, latihan Arema yang digelar, Rabu (4/11), sudah menyentuh pemantapan taktik dan strategi melawan Gresik United. Pelatih memberikan kombinasi berupa penyelesaian peluang melalui game ringan. (gk-48)