Bangkit Di Saat Akhir, Mitra Kukar Kampiun Piala Jenderal Sudirman

Skuat Naga Mekes berhasil meraih trofi Piala Jenderal Sudirman dengan mengalahkan Semen Padang 2-1 melalui laga final yang dramatis.

Mitra Kukar berhasil menjadi tim terbaik Piala Jenderal Sudirman dengan mengalahkan Semen Padang 2-1 dalam laga final yang dramatis di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (24/1) malam.

Semen Padang berhasil unggul lebih dahulu pada babak pertama melalui gol sundulan kepala Adi Nugroho. Arah pertandingan berubah ketika Semen Padang kehilangan Yu Hyun-koo di awal babak kedua karena menerima dua kartu kuning dan Novan Sasongko yang cedera. Mitra kemudian bangkit pada sepuluh menit terakhir laga melalui kontribusi dua pemain pengganti, Michael Orah dan Yogi Rahadian.

Pertandingan puncak ini dikemas dalam sebuah acara yang menghibur. Grup musik Slank dan Noah tampil beberapa jam sebelum kick-off. Kemudian disusul atraksi terjun payung yang mengundang decak kagum penonton. Sempat ada seorang penerjun yang tersangkut di atap stadion GBK, tetapi dapat langsung diselamatkan.

Laga ini disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo yang didampingi oleh Menpora Imam Nahrawi. Hujan lebat mengguyur persis beberapa saat sebelum kick-off hendak dimulai. Akibatnya, kick-off baru dimulai pukul 20:50 WIB.

Semen Padang menurunkan Adi Nugroho untuk menggantikan posisi Hendra Adi Bayauw yang tak bisa bermain karena sanksi disiplin. Sementara, Mitra Kukar juga kehilangan pemain kunci. Zulchrizal Abdul Gamal dan Bayu Pradana harus absen, sehingga Syahrizal Syahbuddin dan Syakir Sulaiman ditugaskan sebagai pengganti.

Kondisi lapangan yang becek menyulitkan distribusi bola kedua tim. Mitra mencoba berinisiatif melancarkan gebrakan, tetapi Semen Padang sukses memetik keunggulan pada menit ke-33. Umpan silang Irsyad Maulana disambut Adi Nugroho yang berdiri bebas tanpa kawalan di tiang jauh.

Pelatih Jafri Sastra merespon kebobolan dengan melakukan dua pergantian pemain. Kapten Zulkifli Syukur, yang memang mengalami masalah cedera sebelum final, ditarik keluar bersamaan dengan Syakir Sulaiman. Rodrigo Dos Santos dan Michael Orah masuk sebagai pemain pengganti.

Tak ada perubahan yang terjadi dengan pergantian tersebut. Keunggulan satu gol berhasil dipertahankan Semen Padang hingga wasit Toriq Alkatiri meniup peluit jeda.

Mitra membuka babak kedua dengan peluang dari bola mati. Patrick Dos Santos melepaskan tendangan keras dari jarak 25 meter. Namun, eksekusi tendangan bebas pemain Brasil itu bisa dipatahkan Jandia Eka Putra.

Menit 53, Semen Padang harus bermain dengan sepuluh orang. Gelandang jangkar asal Korea Selatan, Yu Hyun-koo, melakukan pelanggaran. Beberapa menit sebelumnya, Hyun-koo telah mengantungi satu kartu kuning. Tanpa ampun, wasit memberikan kartu kuning kedua kepadanya.

Inisiatif untuk lebih ofensif diambil Jafri Sastra. Dua pemain diganti sekaligus. Defri Rizky dan Hendra Ridwan ditarik keluar untuk digantikan dengan Yogi Rahadian dan Muhammad Bachtiar.

Kalah jumlah pemain tidak membuat ancaman Semen Padang surut. Kedua penyerang sayap mereka, Nur Iskandar dan Irsyad Maulana, kerap membuat barisan pertahanan Mitra kelabakan. Michael Orah harus menerima kartu kuning karena melanggar Nur, sedangkan Yanto Basna harus berjibaku mengamankan pergerakan Irsyad.

Mitra kesulitan menuai peluang dari dalam kotak penalti lawan. Saking frustrasinya, Patrick Dos Santos sengaja menabrak Jandia ketika bola sudah dikuasai sang kiper. Akibatnya, penyerang Mitra itu diganjar kartu kuning.

Gol balasan Mitra akhirnya lahir pada menit ke-80. Tendangan bebas Michael Orah dari sayap kiri pertahanan Semen Padang mengarah ke tiang dekat. Jandia maju menyambut bola, tapi alih-alih mengamankan gawang, bola memantul mengenai Mamadou Al Hadji dan masuk ke dalam gawang.

Keberhasilan menyamakan kedudukan menjadi angin kedua bagi Mitra. Sempat diancam aksi individual Irsyad Maulana, Naga Mekes justru sukses menyarangkan gol kemenangan ketika pertandingan memasuki menit ke-90. Yogi Rahadian berdansa memperdaya Ricky Ohorella sebelum menyarangkan bola dengan sepakan terarah.

Empat menit tambahan waktu terasa selamanya bagi skuat Mitra. Ketika wasit Thoriq meniup peluit panjang tanda pertandingan selesai, para penggawa merayakan kemenangan di lapangan. Guyuran hujan tidak menghentikan kegembiraan Naga Mekes yang meluap-luap.

Kemenangan ini membuat Mitra berhak memboyong trofi Piala Jenderal Sudirman ke Tenggarong plus hadiah sejumlah Rp2,5 miliar.

Topics