Bayern Munich Minta Teknologi Garis Gawang Diterapkan

Gol Mats Hummels tidak disahkan wasit dalam laga final DFB-Pokal versus Bayern Munich akhir pekan lalu.

OLEH DEWI AGRENIAWATI Ikuti di twitter
Bayern Munich mengirim petisi kepada German Football League (DFL) untuk memperkenalkan teknologi garis gawang di Bundesliga, meski wacana ini ditolak oleh sejumlah klub dua bulan lalu.

Teknologi garis gawang telah secara luas diadopsi di sepakbola dan akan digunakan di Piala Dunia musim depan. Sistem ini juga telah diterapkan di Liga Primer Inggris di musim 2013/14, tapi 36 klub dari divisi pertama dan kedua di Jerman menolak penerapan teknologi tersebut di sepakbola profesional Jerman.

Kontroversi soal gol dapat dilihat ketika Bayern diuntungkan keputusan DFL dalam kemenangan 2-0 atas Borussia Dortmund di final DFB-Pokal akhir pekan lalu di mana gol Mats Hummels tidak disahkan wasit meski dari tayangan ulang sundulannya telah melewati garis gawang.

Tapi, kampiun Bundesliga memohon pihak berwenang untuk mengubah pikiran mereka, dengan mengirim surat resmi kepada Presiden DFL Dr. Reinhard Rauball yang berisi seruan untuk segera menggunakan teknologi garis gawang.

“Kami telah mengirim proposal hari ini untuk perkenalan teknologi garis gawang, terutama di Bundesliga 1, dengan kemungkinan kesempatan paling awal,” demikian chairman Bayern Karl-Heinz Rummenigge kepada laman resmi klub.

“Karena di masa yang akan datang kami harus melindungi sepakbola dan wasit khususnya. Cara ofisial pertandingan, yang tidak memiliki akses terharap siaran ulang dan rekaman video, apalagi perhitungan matematis, menjadi subjek kekerasan publik yang tak dapat diterima. Ini bisa dan harus dihindari di masa depan.

“Seperti yang dilaporkan media, dalam majelis anggota klub pada 24 Maret 2014, pengenalan teknologi garis gawang ditolak oleh klub-klub di Bundesliga 2. Ini alasan mengapa proposal hari ini secara eksklusif berlaku untuk klub di divisi utama.”

Porposal Bayern kini akan menjadi agenda di mana anggota klub DFL dapat mempertimbangkan wacara tersebut di pertemuan beriktunya.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics