Beda Kompetisi Malaysia & Indonesia Menurut Dedi Kusnandar

Dedi Kusnandar menghabiskan tahun 2016 dengan berkarier bersama klub Malaysia, Sabah FA.

Musim 2015/16 dihabiskan Dedi Kusnandar bersama klub Malaysia Sabah FA. Pemain yang pernah membela Persib Bandung dan Arema Cronus itu kini sedang berada di Tanah Air untuk mengikuti pemusatan latihan tim nasional Indonesia menyambut Piala AFF 2016.

Pemain yang pernah menjadi kapten timnas U-23 itu pun menceritakan perjalanan kariernya bersama Sang Badak (julukan Sabah). Dedi yang juga dipercaya sebagai kapten ketiga tim penghuni Stadion Likas tersebut ternyata cukup menikmati musimnya di Negeri Jiran.

"Di sana alhamdulillah nyaman, tahun pertama biasa sulit tapi alhamdulillah teman-teman di sana sudah baik dan saya dipercaya jadi kapten ketiga. Jadi mungkin itulah apresiasi dari mereka ke saya," ungkap Dedi di sela-sela kegiatan timnas Indonesia di kawasan Karawaci, Tangerang.

"Alhamdulillah di sana selalu dipercaya menjadi starting eleven, saya absen satu kali saja kemarin karena akumulasi kartu," sambung pemain kelahiran Sumedang, 23 Juli 1991 tersebut.

Soal kualitas kompetisi di Malaysia dan di Indonesia sendiri, Dedi agak sulit untuk membandingkan. Menurutnya, kompetisi di Indonesia punya hal yang tak dimiliki di Malaysia sana.

"Semua pasti ada segi positif dan negatifnya, mungkin mereka punya kelebihan tapi kompetisi kita juga punya kelebihan. Tapi saya bisa bilang kalau sekarang kualitas kompetisi kita tidak jauh beda. Liga Indonesia bisa belajar dari Malaysia, Malaysia juga bisa belajar dari Liga Indonesia."

"Yang tidak dimiliki Malaysia mungkin dari segi atmosfer, kalau di kita kayaknya fanatismenya dan suporternya jauh lebih banyak di sini, setiap pertandingan selalu ramai. Soal persaingan di kita juga lebih ketat."