Belajar Dari Kenorakan "Come to Besiktas"

Sebuah ungkapan yang menjadi viral sepakbola yang paling besar di medsos dalam satu tahun terakhir, tapi bagaimana itu bermula dan jadi populer?

Pengumuman transfer merupakan bagian sangat besar dalam kampanye pemasaran di balik perekrutan pemain baru di klub sepakbola. Kedatangan Alexis Sanchez di Manchester United dari Arsenal telah bocor sehari sebelum dibuat resmi ketika pemain asal Cile itu membuat video klip mengonfirmasi dirinya sebagai pemain The Red Devils

Klub-klub menghabiskan banyak dana untuk memproduksi video-video di media sosial untuk mengungkapkan rekrutan terbaru mereka, semuanya dilakukan untuk saling mengalahkan dengan membuat video-video yang cerdas atau lucu. Semuanya coba meniru fenomena pemasaran yang jenius, yakni "Come to Besiktas." Ungkapan sederhana itu menjadi slogan yang paling populer di dunia sepakbola pada musim panas tahun lalu ketika Ricardo Quaresma mengundang rekannya dari Portugal, Pepe, untuk bergabung bersama dirinya di Super Lig Turki.

Percakapan keduanya direkam melalui telepon seluler ketika Quaresma meminta Pepe untuk meninggalkan Real Madrid dan 'datang ke Besiktas", dalam video yang terlihat amatir, namun bentuk pemasaran yang cerdas. Video itu mengkapitalisasi fans Besiktas sendiri, yang variasi kata-kata "Mengumumkan [Nama Pemain]" mulai muncul di media sosial.

Kepala bagian komunikasi Besiktas, Candas Tolga Isik, mengenang bagaimana ia melihat popularitas ungkapan itu dan menyadari betapa klub bisa mengambil manfaat dari kombinasi ini dengan strategi pemasaran mereka.

"Ada satu pemain di daftar transfer kami, kami sedang melakukan pembicaraan dengan dua, dan fans kami mulai membanjiri akun media sosial dia dengan komentar "Come to Besiktas"," ujar Isik kepada Goal.

"Tapi, bukan 3.000 atau 5.000 pesan, saya membicarakan tentang hampir enam juta komentar. Dan, ini berubah menjadi slogan. Selama musim transfer, kami berusaha mencari kampante dan saya menyarankan kami terus berlanjut dengan slogan itu."

"Kami berbincang dengan chief Besiktas TV, Bulent Ulgen. Ia bertanya pada saya apakah Quaresma punya peran dalam transfer Pepe, dan saya katakan 'ya, ia punya peran. Jadi, Bulent mengatakan, 'Kemudian Quaresma harus panggil Pepe', dan saya datang dengan gagasan itu!"

"Kami menciptakan skenario secepatnya. Kami punya Umut Kutlu dari tim kami, ia adalah Quaresma dan Bulent adalah Pepe dan kami merekam video pertama dari sana: 'Halo amigo, datanglah ke Besiktas!' Dan Bulent menjawab, 'Saya datang ke Besiktas' dan gagasan video itu lengkap."

"Pada awalnya terlihat sederhana, tapi di media sosial perlu lebih pendek dan lebih lucu yang lebih mudah untuk dikonsumsi. Orang-orang terbiasa dengan foto-foto presiden klub yang ada di sebelah pemain yang ditransfer (ketika kesepakatan diumumkan), jadi awal mulanya terlihat sederhana. Tapi, presiden [Fikret Orman] suka dengan gagasan itu dan kami maju terus."

Sifat sederhana dari video adalah bagian dari pesona mereka, tapi tidak diproduksi seperti itu karena klub memotong atau melepaskan klip. Sebaliknya, Isik menyatakan kalau itu sengaja dibuat secara sederhana sehingga bisa direplikasi oleh fans dengan versi mereka sendiri.

"Saya sengaja tidak ingin terlihat profesional karena saya ingin itu menjadi viral," Isik menjelaskan. "Seorang pria akan berkata, 'Datang ke sinema' kepada pacarnya, dan ajukan padanya (berdasarkan gagasan ini). Saya menginginkan itu secara khusus."

"Jika Anda melakukannya dengan kamera yang profesional dan adanya seorang sutradara, orang-orang akan merasa ada jarak, tapi faktanya bahwa Anda melakukannya sendiri untuk mengubahnya menjadi seperti apa adanya. Video-video itu dilihat satu miliar orang, dan ini menjadi salah satu kampanye komunikasi paling signifikan."

"Saya melakukan setiap barus untuk menjadi populer. Faktanya itu adalah amatir, di-shot oleh ponsel karena kami ingin hal itu menjadi pouler."

Besiktas memenangi Super Lig pada musim lalu, dengan musim Eropa yang sukses karena mereka mencapai perempat-final Liga Europa setelah finis di peringkat ketiga grup Liga Champions di belakang Napoli dan Benfica.

Performa yang kuat itu membantu klub Istanbul itu menjadi tujuan yang menarik bagi Pepe, Alvaro Negredo, dan Gary Medel. Inilah daya tarik kampanye "Come to Besiktas" yang kini terkenal di dunia: "Itu memainkan peran yang sangat penting, menjadikan Besiktas menjadi merek terkenal di seluruh dunia," ujar Isik lagi.

"Performa para pemain kami sebenarnya merupakan faktor paling penting. Besiktas bermain bagus di Liga Champions dan Super Lig, dan kami memberitahukan orang-orang tentang itu. Itulah kenapa 'Come to Besiktas' menjadi terkenal. Pepep, Quaresma, Negredo, [Jeremain] Lens, Medel, [Domagoi] Vida adalah pemain-pemain yang sangat penting, memberi banyak arti untuk Besiktas."

"Kami menyaksikan video-video 'Come to Besiktas' dari Afrika, Amerika, Jerman, China. Kami kini meluncurkan sebuah pertunjukan baru di BJK TV, mereka akan menampilkan video-video Besiktas dari seluruh dunia."

"Pekan lalu, rekan saya mengirim sebuah foto dari New York, yakni sebuah mobil dengan tanda 'Come to Besiktas' di belakang. Sopir bukan orang Turki, tapi ia suka dengan slogannya. Itu adalah bisnis yang sempurna untuk pengakuan Besiktas dan memainkan peran yang penting dalam komunikasi global."

Pepe Quaresma Besiktas 25092017

Ada banyak talenta berkualitas top yang Datang ke Besiktas, tapi ada satu nama Quaresma yang ingin dilihatnya di kompetisi top Turki: superstar Real Madrid, Cristiano Ronaldp.

"Tentu, saya ingin Cristiano datang ke sini," ujarnya kepada CNN. "Ia adalah orang yang paling dihormati; seorang rekan; seseorang yang sangat penting bagi saya. Jika itu mungkin terjadi, tentu saya ingin dia datang ke Besiktas."

Fans sudah mulai bekerja dengan bergerak, membanjiri halaman Instagram Ronaldo dengan komentar 'Come to Besiktas, bahkan berulang-ulang kali menanyakan dia dalam sesi tanya jawab.

Ronaldo bercanda bahwa klub tidak membutuhkan dia dengan dua bintang Portugal yang sudah ada di klub, tapi Isik yakin kampanye viral bisa membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin. "Saya tidak terlibat dalam proses transfer, tapi jika Pepe, Quaresma, Medel, atau Vida bisa bermain untuk Besiktas, kenapa tidak Ronaldo?"