Belajar Lebih Banyak Lagi, Milan!

Mulai dari koordinasi lini belakang hingga aliran bola ke lini depan, banyak yang harus dibenahi Milan.


GOALCATATAN  MOHAMMAD YANUAR


Kekalahan 2-0 dari Fiorentina semalam menjadi pembuka mata, bahwa Milan sama sekali belum klop dalam banyak hal. Padahal kompetisi Serie A Italia sudah dimulai pekan ini.

Harus diakui, Milan memulai kompetisi dengan optimisme tinggi. Target mereka adalah kembali ambil bagian di kompetisi Eropa, dan untuk itu, dipersiapkan 'senjata' khusus, yaitu dengan merekrut pelatih baru dan sejumlah pemain berkualitas.

Carlos Bacca dan Luiz Adriano di antaranya, juga Alessio Romagnoli dan Andrea Bertolacci. Dengan Sinisa Mihajlovic berada di pinggir lapangan, Milan diharapkan bisa merebut kembali status mereka sebagai salah satu tim terbaik di Eropa.

Di giornata pertama Serie A Italia pekan ini, tanda-tanda Milan kembali ke era keemasannya sama sekali tak terlihat. Milan menunjukkan kualitas yang tak jauh beda dengan performa di musim lalu, yang memaksa mereka harus puas mengakhiri musim di peringkat sepuluh.

Memainkan skuat dengan formasi 4-3-1-2, Mihajlovic menempatkan Bacca dan Adriano sebagai tukang gedor, dengan Bertolacci diposisikan sebagai gelandang dan Romagnoli andalan di sektor belakang. Semuanya bekerja keras, tapi tak ada yang bisa bersinar. Pemain Milan ditenggelamkan oleh gaya atraktif dan ofensif pemain Fiorentina yang dikomandoi Paulo Sousa.

Di setiap kesempatan, barisan pemain Fiorentina terus menyerang dan menekan serta membuka peluang menjebol gawang Diego Lopez. Romagnoli dan Rodrigo Ely pun dipaksa bekerja keras mengamankan daerahnya.

Dengan hanya mengandalkan Nikola Kalinic di depan, yang disokong Josip Ilicic dan Federico Bernardeschi dari lapis kedua, Fiorentina beberapa kali bisa merusak konsentrasi lini belakang Milan.

Ely yang menjadi korban paling fatal. Pemain muda Brasil itu begitu mudah terpancing dalam pergerakan lawan dan kurang menguasai zona daerah. Bisa jadi Mihajlovic berjudi dengan menempatkannya di samping Romagnoli, dan dia kalah. Buktinya, Ely harus mendapatkan dua kartu kuning yang berujung kartu merah karena pelanggaran yang tidak perlu. Pemain debutan Milan itu pun harus pergi ke ruang ganti lebih awal, meninggalkan sepuluh rekannya di lapangan semakin bekerja keras.

Paulo Sousa mengakui Fiorentina memaksimalkan minimnya pengalaman yang dimiliki Ely untuk mengambil keuntungan. Kejam memang, tapi itulah sepakbola. Begitulah kompetisi. Ely di laga ini gagal memenuhi ekspektasi.

Dan pada akhirnya, Milan yang paling merugi. Sejak ditinggal Ely, Milan pun kemasukan dua gol, sebelum akhirnya tumbang tanpa bisa sekali pun membalas.

Melihat bagaimana gol Fiorentina tercipta, terlihat sekali apa yang menjadi kelemahan Milan, terlepas dari kondisi minus satu pemain saat gol terjadi. Dengan formasi 4-3-1-2, Mihajlovic terkesan mempersolid lini tengahnya dan saat posisi menekan di zona lawan, skema ini bisa menguntungkan. Tapi taktik tersebut juga memiliki kelemahan, di mana sektor sayap menjadi kosong. Terbukti, gol kedua Fiorentina terjadi dengan memaksimalkan kelengahan Milan menutup sisi sayap.

Dengan Luca Antonelli dan Mattia de Sciglio membantu menekan dari sisi sayap, ada kesempatan bagi Fiorentina mengeksploitasi. Ilicic bisa memaksimalkannya dengan berlari di ruang kosong, yang memaksa Antonelli bekerja keras mengejar pemain tengah Fiorentina tersebut. Momen berikutnya, pemain Slovenia tersebut mengulang dan memunculkan ancaman yang sama. Romagnoli akhirnya harus ikut turun tangan dan menjatuhkannya, yang sayangnya terjadi di kotak terlarang.

Dan dengan keunggulan dua gol, kans Milan mengejar ketertinggalan semakin habis. Apalagi Sousa memilih untuk menguatkan sektor tengahnya dengan menarik Ilicic dan memasukkan Mario Suarez. Dominasi Fiorentina dalam penguasaan bola pun semakin terlihat dan tak banyak yang bisa dilakukan Milan.

Dari kubu Milan sendiri, permainan mereka juga tak ditunjang oleh kualitas passing yang bagus. Distribusi bola dari belakang juga sangat minim dan barisan gelandang nyaris tak bisa berbuat banyak. Alhasil, Bacca dan Adriano tak memberikan kontribusi apa pun untuk bisa mengancam gawang lawan. Faktanya, tak ada satu pun tendangan ke arah gawang dilakukan pemain Milan di laga itu.

Dari laga ini, Mihajlovic seharusnya tahu masih banyak yang harus dibenahi Milan, dan dikembangkan. Untuk sementara, memenuhi target kembali ke kompetisi Eropa terlalu muluk untuk Milan. Mungkin [target] yang lebih baik adalah meraih kemenangan di laga berikutnya. Itu saja.

Topics