Berfokus Pada Blunder Petr Cech, Sukses Pramusim Hanya Ilusi?

Bisa-bisa saja menyebut pramusim gemilang Arsenal ternyata palsu. Namun bijakkah menghakimi Petr Cech di laga perdananya?

Adilkah menghakimi Petr Cech yang tampil terbilang buruk dalam debutnya bersama Arsenal pada akhir pekan lalu? Yang pasti, Liga Primer Inggris baru berlalu satu pertandingan. Masih terbentang 37 laga lainnya menuju tangga juara.

Sebagaimana diketahui, mantan penjaga gawang Chelsea ini dipaksa menelan pil pahit saat harus mendapati gawangnya dijebol dua kali oleh anak-anak West Ham United yang menang clean sheet 2-0 di Emirates.

Tak ayal, selepas laga, suara-suara sumbang bernada ejekan, terutama dari mantan klubnya The Blues, menghujami kiper Republik Ceko tersebut. Status Arsenal yang di pramusim dielu-elukan sebagai kandidat juara 2015/16 seketika dipertanyakan.

Penilaian ini sepertinya bisa dengan akal sehat kita anggap dangkal dan terlalu dini. Namun, mencermati performa Cech di laga liga perdananya dengan seragam Meriam London patut dibahas.

Tak bisa dimungkiri, kiper 33 tahun itu tampil sangat buruk dengan membuat kesalahan ketika gelandang Senegal Cheikhou Kouyate menanduk bola untuk membawa timnya memegang kendali laga di babak pertama. Tanda-tanda mimpi buruk sudah tercium di sini.

Berikutnya, Cech seperti bertahan seorang diri saat rekan-rekannya tak mampu menjadi benteng kukuh menopang menopangnya. Sungguh tidak karuan ketika kekeliuran Alex Oxlade-Chamberlain justru memudahkan penyerang Argentina Mauro Zarate memantapkan kemenangan cemerlang timnya di laga pembuka. Emirates hening, West Ham berpesta.

Bukan apa-apa. Padahal sebelum membka EPL musim ini, Arsenal melalui rangkaian pramusim dengan hasil yang fantastis. Berawal dari keberhasilan menggondol Piala FA kedua berturut-turut saat menghajar Aston Villa di partai puncak, dilanjut dengan empat laga pemanasan yang disapu bersih seluruhnya dengan kemenangan sebelum ditutup raihan Community Shield usai menjungkalkan sang juara bertahan Chelsea. 

Jika diakumulasi dari rentetan tersebut, produktivitas gol Arsenal super memuaskan, yakni mereka berhasil menciptakan 19 gol dengan hanya kemasukan sekali! Makanya Wenger dengan pede sempat mengatakan barisan pertahanannya kian solid dan tangguh beberapa saat sebelum mathcday 1 bergulir.

Nahas, blunder Cech kemudian sedikit menodai perjalanan musim ke-20-nya seorang Arsene Wenger di Arsenal setelah edisi 2015/16 dibuka dengan hasil nan memble.

Sontak The Proffesor diwanti-wanti harus mewaspadai petanda buruk ini. Apalagi, hampir sebagian analis sepakbola Inggris sempat menjagokan Arsenal akan mengakhiri 12 tahun tanpa gelar EPL di musim ini.

West Ham sungguh membuat buyar gairah The Gunners, yang di sepuluh laga sebelumnya sejatinya tak pernah mampu dikalahkan sang rival London Barat.

Rona wajah yang berbeda dari pelatih masing-masing tim kentara sekali terlihat di akhir laga. Slaven Bilic, yang menggantikan Sam Allardyce beberapa waktu lalu, girang bukan kepalang karena mampu merespons hasil buruk di Liga Europa kontra Astra Giurgiu pada Kamis lalu dengan start gemilang di Emirates. Ada pun Wenger meningalkan lapangan dengan dahi yang mengernyit.

Cech hanyalah salah satu bagian dari episode buruk di pembukaan musim. Kesalahan pribadi tentu tidak mewakili kualitas menyeluruh tim. Lagipula, blunder kiper bukanlah sesuatu yang jarang ditemui.

Ingat David De Gea saat di masa-masa awal mengenakan seragam Manchester United? Bukan soal De Gea menghadapi tantangan lebih berat lantaran peralihan dia dari Spanyol ke Inggris, sementara Cech semenjak musim-musim sebelumnya sudah berkarier di Inggris. Poinnya bukan itu. Aklimatisasi. Ya, proses inilah yang harus terus dibangun berikut efisiensi komunikasi bersama rekan-rekan barunya.

Ruang waktu bagi Cech untuk beradaptasi jelas masih panjang. Kekalahan di pekan pertama bukanlah akhir dari segalanya. Ada satu hal yang selayaknya lebih diperhatikan Wenger: lini serang.

Kekalahan 2-0 dari West Ham bagai menampar sekaligus mendorong Wenger untuk segera merealisasikan transfer striker-striker incarannya, terutama yang paling santer berembus belakangan ini adalaha nama Karim Benzema dari Real Madrid.

Nyatanya Olivier Giroud gagal membayar kepercayaan Wenger di laga pembuka setelah dia dikedepankan ketimbang Theo Walcott. Ya, ketidakmampuan mencetak gol di pekan pembukaan EPL harus direspons Wenger dengan sikap yang tepat. Apalagi, £200 juta masih utuh dalam genggamannya.

Jadi, sukses Arsenal di pramusim lalu alangkah lebih arifnya jika tidak dinilai sebagai sebuah ilusi belaka. Performa Cech bisa dimaklumi. Namun, pembenahan secara taktikal haruslah jadi agenda terdepan Wenger sebelum bursa transfer musim panas ini ditutup.
 

 Get Adobe Flash player

 

Liga Primer Inggris >> Halaman Khusus Sepakbola Inggris
>> Berita Sepakbola Inggris Lainnya
>> Semua Klub EPL & Panduan 2015/16
>> Klasemen Liga Primer Inggris
>> Jadwal & Hasil Liga Primer Inggris
>> Daftar Transfer Liga Primer Inggris
>> Rapor Pemain Liga Primer Inggris

 

 

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.