Berikan Bonus, Ridwan Kamil Bantah Politisasi Persib Bandung

Bonus yang diterima Persib di Piala Presiden 2017 lebih kecil dibandingkan ketika juara Piala Presiden 2015.

Wali Kota Bandung, Mochammad Ridwan Kamil, menyampaikan sejumlah dana kepada skuat Persib Bandung setelah mereka meraih peringkat ketiga di turnamen Piala Presiden 2017. Persib merebut posisi ketiga Piala Presiden 2017, setelah mengalahkan Semen Padang dengan skor 1-0 di Stadion Pakansari, Cibinong kabupaten Bogor, 11 Maret lalu.

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu berhasil menghimpun dana sebesar Rp150 juta dari para pengusaha yang menanamkan usahanya di kota Bandung. Dana sebesar itu jauh lebih kecil dari yang diterima Atep dan kawan-kawan saat menjadi kampiun di kompetisi Indonesia Super League 2014 dan Piala Presiden 2015 lalu.

"Alhamdulillah ada kadeudeuh (bonus) dari masyarakat Bandung sebesar Rp150 juta. Tahun lalu saat Persib juara Piala Presiden, kami memberikan Rp500 juta, sedangkan saat juara liga lebih tinggi lagi, Rp1 Miliar," kata Kang Emil.

Muncul persepsi di kalangan masyarakat yang menilai hal ini adalah upaya dari Kang Emil untuk menjaring dukungan menjelang Pilkada Jawa Barat 2018 mendatang. Emil pun membantah hal tersebut.

"Saya tidak akan mempolitisasi Persib. Kalau politisasi tingkat tinggi dengan di lapangan diumumkan dihadapan Bobotoh layaknya seperti kampanye. Saya kira kalau ada Bobotoh memberikan dukungan secara pribadi, saya sendiri ucapkan terima kasih. Saya juga tidak ingin Persib dipolitisasi karena pada dasarnya antara sepakbola dan politik itu beda urusan," tegasnya. 

Senada dengan Emil, manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, pun membantah skuat Maung Bandung terlibat dalam politik praktis. Kedatangan dirinya bersama tim Persib ke Gedung Balai Kota Bandung, kemarin, adalah untuk memenuhi undangan Kang Emil saja.

"Ini suatu penghargaan buat kami, saya pun senang dan bangga bisa berada di sini bersama pemain dan pelatih bisa bertatap muka dengan bapak Wali Kota. Semua sudah dengar kami tidak ada kampanye di sini. Saya hanya ingin ucapkan selamat dan beliau sebentar lagi akan sibuk untuk ikut berlomba menjadi Jabar [Jawa Barat] Satu," tutur Umuh.

"Apalagi kami dikasih kadeudeuh [hadiah] dari titipan sahabat-sahabat pak wali. Ini juga dulu terjadi seperti itu, alhamdulillah luar biasa, terima kasih juga karena sudah banyak yang diringankan oleh Pemkot kepada Persib. Kadeudeuh ini memberikan semangat kepada kami agar bisa lebih baik lagi ke depannya, tambahnya.

Sebelumnya, Persib juga mendapat kucuran bonus dari sebuah bank nasional yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan senilai Rp250 juta. Dana tersebut diberikan juga sebagai langkah apresiasi kepada skuat Maung Bandung yang merebut peringkat ketiga Piala Presiden 2017. 

Di sisi lain, kapten tim Persib, Atep, menilai rangkaian uji coba yang diagendakan jajaran pelatih Persib sebagai hal yang positif. Seperti yang diketahui, Persib memiliki sejumlah agenda sebagai persiapan menjelang bergulirnya kompetisi Liga 1, 15 April mendatang. 

Persib sedikitnya memiliki tiga agenda laga uji coba, terdiri dari dua kali partai tandang dan satu laga kandang. Dua laga tandang yang terdekat yakni, menghadapi PSM Medan pada 26 Maret dan menghadapi Barito Putera pada 5 April mendatang. 

Sedangkan untuk laga kandang, skuat asuhan Djadjang Nurdjaman rencananya akan menjamu Bali United pada 8 April. Laga tersebut juga direncanakan akan jadi laga perdana skuat Persib secara utuh. Pasalnya, pada tanggal 2 April Maung Bandung akan merilis komposisi pemain untuk mengarungi musim kompetisi 2017.

"Sebagai pemain, kami merasa diuntungkan dengan banyaknya laga uji coba terutama dengan tim-tim selevel. Ini merupakan rangkaian persiapan jadi saya berharap pemain-pemain yang belum bergabung bisa cepat gabung. Ini agar pelatih bisa lebih fokus lagi merancang program ke depannya," ujar Atep.

Topics