Bintang Jatuh Yang Ingin Unjuk Gigi Di Copa America 2015

Mampukah para pemain dengan nama besar berikut ini bangkit dari keterpurukan dengan membela timnasnya di Cile?

Ibarat roda yang berputar, karier seorang pesepakbola tak selamanya berada di atas, kadang ia juga berada di bawah. Telah banyak pula kita saksikan banyak pemain bintang yang sulit bangkit dari keterpurukan karena terlalu terlena dengan gembar-gembor kejayaan di masa lalu.

Liga Champions
Panduan Copa America 2015

Jadwal & Hasil
Klasemen
Daftar Skuat

Di musim 2014/15, pemain bernama besar yang paling kentara sedang berada di titik rendah dalam kariernya adalah duo Manchester United, Angel Di Maria dan Radamel Falcao.

Sebagaimana diketahui, keduanya dianggap flop di musim ini karena gagal menjawab ekspektasi publik setelah diboyong serta digaji dengan harga selangit oleh United.

Kendati demikian, ajang Copa America 2015 yang berlangsung mulai hari ini (11/6) hingga 11 Juli mendatang bisa menjadi kesempatan bagi Di Maria dan Falcao untuk membungkam para pengkritik dengan tampil gemilang bersama timnasnya masing-masing.

Di Maria dan Falcao tidak sendirian. Setidaknya ada lima pemain lain yang bersiap unjuk kebolehan di Cile setelah menjalani musim yang mengecewakan bersama klubnya. Siapa saja mereka?

 

  Radamel Falcao
Kolombia - Manchester United/AS Monaco

Performa Radamel Falcao di musim 2014/15 bukan cuma buruk, namun juga misterius. Betapa tidak, setelah mencetak 153 gol di lima musim sebelumnya bersama Porto, Atletico Madrid, dan AS Monaco, striker Kolombia ini hanya mencatatkan empat gol dari 29 laga ketika dipinjamkan ke Manchester United. Faktor cedera, yang membuatnya absen di Piala Dunia 2014, menjadi salah satu alasan mengapa ia gagal bersinar di Old Trafford. Kini, kapten Kolombia ini tampak sudah siap membuka lembaran baru di Cile yang terlihat dari potongan rambut barunya.

 

  Angel Di Maria
Argentina - Manchester United

Usai memecahkan rekor transfer Inggris dengan pindah dari Real Madrid ke Manchester United pada musim panas lalu, Angel Di Maria terlihat kepayahan menjalani musim debutnya di Liga Primer Inggris. Namun pada musim panas ini, sayap berusia 27 tahun ini siap untuk membuat dunia teringat bahwa ia adalah salah satu talenta terhebat di muka bumi. Performanya di timnas Argentina terbilang mengesankan sebagaimana ia menjadi pemain kunci dalam laga persahabatan kontra Jerman (4-2) pada September lalu dan melawan Bolivia (5-0) pada Sabtu (6/6) kemarin.

 

  Juan Cuadrado
Kolombia - Chelsea

Juan Cuadrado masih belum “rukun” dengan Chelsea setelah ditransfer dengan banderol mahal (€34 juta) pada Januari lalu. Sosok Cuadrado sebagai pemain kunci Fiorentina nyaris tak terlihat di Stamford Bridge sebagaimana ia harus puas dengan perannya sebagai pemain cadangan. Pemain serbabisa berusia 27 tahun ini diharapkan bisa kembali menemukan kembali performa terbaiknya ketika membela generasi emas Kolombia di Cile.

 

  Filipe Luis
Brasil - Chelsea

Filipe Luis adalah salah satu alasan mengapa Atletico Madrid tampil dahsyat dan mengejutkan di La Liga Spanyol dan Liga Champions musim 2013/14. Namun setelah hijrah ke Chelsea, posisinya sebagai bek kiri reguler harus tergeser oleh Cesar Azpilicueta yang notabene berposisi asli sebagai bek kanan. Beruntung, pesaingnya di timnas Brasil, Marcelo (Real Madrid), tidak dipanggil ke Cile akibat cedera sehingga Filipe Luis punya kesempatan besar untuk bersinar kembali.

 

  Sebastian Coates
Uruguay - Sunderland/Liverpool

Masih muda dan tangguh, Sebastian Coates digadang-gadang menjadi penerus Jamie Carragher di Liverpool setelah direkrut dari Nacional pada 2011. Di tahun itu, ia juga terpilih menjadi pemain muda terbaik Copa America seiring Uruguay menjadi juara turnamen. Sayang, serangkaian cedera membuatnya gagal berkontribusi lebih. Ia pun sempat dipinjakamkan ke Nacional dan ke Sunderland di musim 2014/15. Pada akhirnya, Coates kembali dipanggil Oscar Tabarez ke Cile dan diharapkan mengulangi performanya empat tahun lalu.

 

  Enner Valencia
Ekuador - West Ham United

Kegemilangan Enner Valencia di Piala Dunia 2014 -- dengan menjadi topskor Ekuador lewat torehan tiga gol di fase grup -- membuat West Ham United kepincut mendatangkannya. Sayang, musim debutnya di Liga Primer Inggris ternyata mengecewakan setelah hanya mampu menggelontorkan empat gol dan tiga assist dari 32 laga. Namun, penyerang berusia 25 tahun ini jelas tetap akan menjadi tumpuan negaranya di Clie mengingat ia punya produktivitas tinggi setiap kali berseragam La Tricolor (11 gol dari 19 caps).

 

  Robinho
Brasil - Santos

Performa Robinho dalam masa peminjamannya yang kedua di Santos sebenarnya lumayan. Musim ini, ia sudah mencetak delapan gol dari 20 laga. Namun, hal tersebut belum cukup membuat puas AC Milan yang resmi memutus kontraknya pada Mei lalu. Walau begitu, Dunga tetap memanggilnya ke Cile. Kini, di usia 31 tahun, eks penyerang Real Madrid dan Manchester City ini diharapkan bisa menyajikan kreativitas dan pengalamannya meski hanya akan berperan sebagai pemain cadangan Brasil.

 

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.
Topics