Bonek Sebut Keputusan PSSI Akan Timbulkan Konflik Sosial Di Jawa Timur

Persebaya gagal kembali bermain di Divisi Utama karena mayoritas pemilik suara PSSI menolaknya.

Pendukung Persebaya Surabaya, Bonek, merasa keputusan yang diambil oleh para pemilik suara di PSSI akan membuat masalah ini menjadi besar. Itu setelah mayoritas voters di Kongres Pemilihan PSSI, menolak Persebaya untuk kembali bermain pada kompetisi Divisi Utama di Tanah Air. 

Seperti diketahui, Komite Eksekutif (Exco) PSSI menggelar pengambilan suara terbuka terkait masalah Persebaya ini di Hotel Mercure, Ancol, Kamis (10/11). Namun, dari 107 pemilik suara yang sah hanya ada sepuluh orang saja yang memberikan dukungan kalau klub asal Surabaya tersebut kembali bermain, sementara sisanya tidak setuju dan abstain.

Menanggapi hal tersebut, salah satu pentolan Bonek, Andi Peci merasa batalnya klub kesayangan mereka kembali berkompetisi di bawah naungan PSSI akan menyebabkan kemarahan besar para Bonek. Pasalnya, beberapa waktu yang lalu Exco PSSI menjanjikan kalau Persebaya akan bermain lagi di kasta kedua liga di Tanah Air.

Akan tetapi, janji tersebut tidak terealasiasi. Oleh karena itu Bonek menutut agar induk sepakbola nasional tersebut dapat bertanggung jawab atas keputusan yang sudah diumumkan ini. 

"Itu dinginkari oleh mereka. Tentu ini akan memunculkan konflik sosial yang ada di Jawa Timur. Konflik sosialnya seperti apa ditunggu saja soal itu, karena upaya yang kami lakukan sudah maksimal. Presiden mesti tahu tentang hal ini," kata Andi di depan Hotel Mercure.

"Karena persoalan sepabola Indonesia yang carut marut itu sampai sekarang ada di Persebaya. Tapi ketika kongres, persoalan Persebaya belum clear berarti masalah sepakbola nasional belum selesai. Karena ini bertepat hari pahlawan 10 November, bagi kami simbolnya adalah kota Surabaya, karena itu kami akan melakukan perlawanan.

Topics