Bonus Untuk Persib Bandung Hasil Patungan

Ridwan menyatakan, hasil patungan tersebut bisa mencapai Rp500 juta, dan berusaha mendapat tambahan.

Wali kota Bandung Ridwan Kamil mengungkapkan, sejumlah masyarakat Kota Kembang dan Jawa Barat sudah bersiap patungan untuk memberikan bonus kepada Persib bila sukses menjadi kampiun Piala Presiden 2015.

Persib akan menghadapi Sriwijaya FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu (18/10). Ekspetasi warga Bandung dan Jawa Barat sangat tinggi untuk melihat tim kesayangannya menjadi juara.

Menurut Ridwan, bonus yang disiapkan itu untuk meningkatkan motivasi bertanding para pemain. Pria kelahiran 4 Oktober 1971 itu menegaskan, bonus yang akan diberikan bukan berasal dari pemerintah, namun merupakan dana pribadi, dan urunan bersama rekan-rekannya.

“Tadi ada yang telepon mau udunan [patungan] kalau Persib juara. Insha Allah kalau terkumpul nanti bisa sampai Rp500 juta. Kalau dari APBD tidak boleh, tapi alhamdulillah ada yang menyumbang. Dukungan all out dari kami di kota Bandung,” ungkap Ridwan.

“Memang yang cinta Persib itu bermacam-macam. Ada yang militan seperti kita, dan ada yang mendukung dengan diam. Seperti dalam doa, dan pemberian uang dari mereka. Kalau ada, mudah-mudahan bisa lebih. Saya coba usahakan supaya bertambah.”

Mengenai kesulitan bobotoh mendapatkan bus yang membawa mereka ke Jakarta, Ridwan menyatakan, pihaknya berusaha membantu. Sejumlah perusahaan transportasi (PO) tidak ingin bus mereka disewa bobotoh, karena khawatir pulang dalam keadaan tak utuh.

“Kami juga kondisikan bus-bus, karena ternyata tidak mudah setelah melihat pengalaman tahun lalu. Kita cari dalam tiga hari ini, karena perlu dihitung berapa [jumlah] busnya, dan dimana saja letaknya,” jelas Kang Emil, sapaan Ridwan.

“Saya harap ada pengamanan, masing-masing satu bus, satu polisi untuk memudahkan koordinasi. Pengalaman kita di Jakabaring [final ISL 2014] kemarin modus-modusnya sudah disampaikan. Titik simpulnya seperti di jembatan, dan kerawanan di tempat kosong sudah disampaikan ke Jasa Marga, karena bahaya bukan saat pertandingan, tapi ketika di perjalanan.”

“Kami akan melakukan persiapan keamanan. Kuncinya, kita harus disiplin, jangan sampai di jalan ada yang melenceng, dan harus saling mengingatkan. Jangan ada yang macam-macam, sesuai dengan yang sudah ditetapkan.” (gk-52)

Topics